Genki Manta Tantang Steam Controller Dengan Fungsi Lebih Lengkap
Genki Manta akan menjadi pesaing terkuat Steam Controller dengan beragam fungsi menarik, seperti layar 2.9 inci, TMR, polling 8K, dan fungsi KBM.
Persaingan controller kini tidak lagi sekadar soal bentuk ergonomis maupun jumlah tombolnya. Produsen controller terkemuka Genki justru mencoba menjadikan gamepad sebagai perangkat pintar yang mampu menggantikan sebagian fungsi mouse dan keyboard, sekaligus menawarkan fitur yang memudahkan beragam setting game. Lewat Genki Manta, perusahaan tersebut kini menempatkan dirinya sebagai pesaing terberat untuk Steam Controller, terutama dari sisi fungsionalitasnya.
Guna mewujudkan visi akan controller yang luar biasa itu, Genki kini membuka crowdfunding untuk Genki Manta di Kickstarter, dengan harga awal sekitar US$189 bagi pendukung awal dan harga retail yang direncanakan sekitar US$279. Controller ini membawa enam tombol tambahan yang dapat diprogram, thumbstick TMR dengan tingkat tension yang bisa disesuaikan, gyro, trigger stop, tombol analog yang mampu mendeteksi kedalaman tekanan, serta layar warna 2.9 inci yang menjalankan sistem operasi khusus bernama MantaOS.


Kelebihan menarik yang membuat Genki Manta terasa berbeda adalah pendekatannya terhadap controller sebagai perangkat yang bisa dikustomisasi langsung di tangan pengguna. Layar yang ada di controller tersebut digunakan untuk mengatur profil game dan pengguna, respons analog, dead zone, haptic feedback, pemetaan tombol, keyboard, bahkan sampai macro.
Genki juga membekali controller ini dengan mode mouse dan keyboard, sehingga pengguna dapat navigasi PC tanpa harus berpindah ke meja. Bahkan dukungan polling hingga 8.000Hz membuatnya ikut masuk ke arena controller kompetitif yang mengejar respons input berkecepatan tinggi.
Momen kemunculan Genki Manta juga menarik, karena Valve baru saja kembali masuk serius ke pasar controller dengan Steam Controller generasi baru. Produk Valve tersebut menawarkan trackpad yang membuat game berbasis mouse dan keyboard tetap nyaman dimainkan dari sofa, tetapi polling rate-nya berada di 250Hz. Selain itu, TMR menjadi teknologi yang semakin umum pada controller premium karena mampu memberikan pembacaan posisi analog yang lebih presisi sekaligus mengurangi masalah stick drift.
Namun, angka 8K sendiri belum tentu menjadi alasan utama gamer biasa mengganti controller. Perbedaan antara 1.000Hz dan 8.000Hz sulit dirasakan secara langsung oleh mayoritas pemain, sementara manfaat terbesar Genki Manta justru tampaknya berada pada kombinasi TMR, konfigurasi mendalam, layar terintegrasi, tombol tambahan, dan kemampuan menjalankan fungsi mouse keyboard. Dengan kata lain, Genki tidak hanya mencoba membuat controller yang lebih cepat, tetapi perangkat yang lebih fleksibel untuk mengendalikan seluruh pengalaman bermain di PC, mobile, dan Nintendo Switch.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai controller yang mengesankan buatan Genki ini? Apakah Anda tertarik untuk menjadi backer dari Genki Manta?










