Performa AMD Radeon RX 9050 Diklaim Tak Mampu Saingi NVIDIA RTX 5050
Benchmark awal Radeon RX 9050 ada di belakang RTX 5050, berpotensi mempengaruhi pengalaman main game AAA dan esports di kelas entry-level.
Meski sekilas terlihat tidak besar, selisih performa 20-30% pada kartu grafis bukan lagi sekadar angka di atas kertas, terutama di kelas GPU entry-level. Pada segmen ini, mayoritas gamer membeli kartu grafis dengan harapan bisa memainkan game AAA terbaru, sekaligus tetap kompetitif di game esports tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Karena itu, hasil benchmark awal Radeon RX 9050 ini menjadi kabar yang patut diperhatikan.
Berdasarkan pengujian awal yang dilakukan oleh Hermitage Akihabara (Hermita), Radeon RX 9050 8GB disebut tertinggal sekitar 20-30% dibandingkan GeForce RTX 5050 di berbagai benchmark dan pengujian game. Dengan harga yang hanya terpaut sekitar US$20, keunggulan performa NVIDIA tersebut langsung mengubah peta persaingan di kelas entry-level.

Dampak paling nyata akan terasa di game AAA. Pada kelas GPU seperti ini, banyak judul modern berjalan di kisaran 45-70 FPS pada resolusi 1080p dengan pengaturan grafis menengah hingga tinggi. Selisih performa 20-30% itu membuat penggunanya perlu menurunkan preset grafis atau mengaktifkan teknologi upscaling demi menjaga kelancaran permainan di 60 FPS.
Game kompetitif juga akan ikut terdampak, meski dengan cara yang berbeda. Judul seperti Counter-Strike 2, Valorant, Rainbow Six Siege, Dota 2, hingga League of Legends memang lebih banyak bergantung pada performa CPU. Namun ketika targetnya adalah monitor 240Hz atau bahkan 360Hz, setiap tambahan frame rate tetap menjadi keuntungan. Selisih performa yang lebih tinggi 30% bisa membantu menjaga frame rate tetap tinggi dan frame time lebih konsisten, sehingga pengalaman bermain terasa lebih responsif dalam situasi kompetitif.
Yang membuat situasi ini semakin menarik adalah posisi kedua produk tersebut di pasar. Radeon RX 9050 dan RTX 5050 sama-sama menyasar gamer yang ingin merakit PC dengan anggaran terbatas. Akibat selisih harga yang relatif kecil, performa ekstra dari RTX 5050 berpotensi membuat lebih banyak konsumen memilih kubu NVIDIA, kecuali AMD mampu menawarkan peningkatan melalui update driver yang mumpuni, atau strategi harga yang lebih menarik.
Tentu saja, benchmark awal bukanlah akhir dari segalanya. Driver baru masih dapat meningkatkan performa Radeon RX 9050, dan AMD juga memiliki teknologi seperti FSR yang dapat membantu meningkatkan frame rate. Namun jika selisih performa ini bertahan hingga produk tersedia luas di pasaran, AMD berisiko kehilangan daya saing di segmen yang selama ini menjadi salah satu kekuatannya.
Bagaimana menurut Anda? Apakah selisih performa 20-30% seperti ini dapat membuat Anda mempertimbangkan produk yang ingin dibeli?










