Pemilik Razer Blade 18 Temukan Cacat Pada Sistem Pendingin Laptop Miliknya

Reading time:
August 11, 2026
Pemilik laptop gaming Razer Blade 18 melaporkan adanya cacat pada seal di vapor chamber, membuat sistem pendinginnya tidak berfungsi.

Bagi laptop gaming kelas atas yang dipersenjatai oleh GPU berkekuatan tinggi, panas yang tinggi ketika memainkan game adalah elemen yang tidak mungkin terelakkan. Itu sebabnya, komponen pengaman paling penting di laptop gaming adalah sistem pendinginan, yang sayangnya desainnya tidak sebebas PC desktop karena keterbatasan ruang. Namun, ketika sistem pendingin itu gagal karena adanya cacat, terlebih di laptop gaming seharga 3 ribu Dollar, maka masalahnya menjadi lebih pelik.

Kasus ini mencuat setelah seorang pemilik Razer Blade 18 mengeluhkan via Reddit bahwa laptopnya tiba-tiba mengalami masalah ketika digunakan untuk bermain game. Sehari sebelumnya, perangkat tersebut masih mampu menjalankan Forza dengan FPS yang baik. Namun pada hari berikutnya, performanya berubah drastis dan udara yang keluar dari ventilasi justru terasa dingin. Setelah perangkat dibuka, pemilik menemukan adanya kondensasi atau pengembunan di sekitar bagian kiri vapor chamber.

razer blade 18
Image: razer.com

Masalahnya diduga berkaitan dengan seal pada fill port vapor chamber. Komponen ini berfungsi menjaga cairan atau uap tetap berada di dalam ruang pendingin tertutup. Berdasarkan investigasi komunitas pengguna Razer Blade, terdapat beberapa varian vapor chamber dengan fill port yang terlihat maupun tidak terlihat. Dugaan yang beredar adalah seal pada varian tertentu dapat melemah seiring waktu, hingga akhirnya gagal menjaga tekanan di dalam chamber. Ketika uap keluar, kemampuan vapor chamber untuk memindahkan panas pun ikut hilang.

Efeknya terhadap gaming tentu tidak kecil. Vapor chamber yang gagal berarti panas dari CPU dan GPU tidak lagi dapat dipindahkan menuju area pembuangan panas. Akibatnya, laptop menjadi kepanasan yang sebabkan thermal throttling, penurunan performa drastis, hingga otomatis mati.

Untungnya, masalah itu tidak sampai merusak motherboard, dan komponen yang perlu diganti adalah vapor chamber. Ironisnya, Razer ternyata tidak menyediakan spare part yang bisa dibeli bebas untuk sistem pendinginnya, membuat biaya perbaikan yang sangat tinggi, terutama bila laptop itu sudah habis masa garansinya.

Masalah itu tentunya cukup mengkhawatirkan, karena Razer Blade 18 mengandalkan Advanced Vapor Chamber Cooling untuk menangani hardware performa tinggi di dalamnya. Model yang rilis pada 2026 bahkan tersedia dengan konfigurasi hingga GeForce RTX 5090 24GB GDDR7, dengan daya hingga 175W, serta Intel Core Ultra 9 290HX Plus 24-core yang pastinya hasilkan panas begitu tinggi ketika bermain game.

Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa laporan ini belum membuktikan seluruh Razer Blade 18 memiliki cacat yang sama. Informasi yang tersedia berasal dari satu kasus, yang kemudian dikaitkan dengan laporan komunitas mengenai kegagalan vapor chamber pada sejumlah model Blade lain. Razer juga belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan cacat fill port tersebut.

Apakah Anda juga pernah mengalami masalah sistem pendinginan yang serupa dengan Razer Blade 18 ketika bermain di laptop gaming?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…