Valve Ungkap Fungsi Grip Tersembunyi di Steam Controller
Valve mengungkap fitur tersembunyi Grip Sense pada Steam Controller untuk gyro, weapon wheel, dan fungsi lain tanpa tombol tambahan.
Siapa sangka, ternyata Valve menambahkan fitur menarik untuk Steam Controller, yang tidak diketahui secara luas oleh penggunanya. Ternyata bagian grip yang biasanya hanya berfungsi untuk dipegang oleh pengguna ketika menggunakan controller sembunyikan fungsi yang canggih. Berkat teknologi bernama Grip Sense, pengguna dapat menggunakan bagian itu untuk membantu permainan.
Grip Sense sendiri ternyata menggunakan sepasang sensor kapasitif yang tertanam di bagian grip controller, guna mendeteksi apakah tangan atau jari pengguna sedang menyentuhnya. Valve kini menjelaskan bahwa fitur tersebut bukan hanya bisa digunakan untuk fungsi tambahan, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dari sistem gyro pada Steam Controller.

Salah satu fungsi yang dijabarkan oleh Valve adalah “Ratcheting“, sebuah mekanisme yang memungkinkan pemain mematikan gyro hanya dengan mengangkat jari dari bagian grip. Konsepnya mirip ketika pemain mengangkat mouse untuk mengembalikannya ke tengah mousepad setelah bergerak terlalu jauh. Setelah posisi tangan kembali nyaman, pemain cukup menyentuh grip lagi untuk mengaktifkan gyro. Bahkan, tingkat sensitivitas sensor tersebut dapat diatur agar aktivasi terjadi hanya dengan sedikit mengangkat jari atau ketika tangan benar-benar dilepaskan dari controller.
Bagi pemain yang terbiasa menggunakan gyro aiming, fungsi sederhana ini sebenarnya cukup menarik. Salah satu masalah gyro pada controller adalah kebutuhan untuk terus mengatur ulang posisi tangan ketika posisi tangan sudah tidak nyaman. Biasanya pemain harus menggunakan tombol khusus atau melakukan gerakan tertentu. Valve mencoba menghilangkan langkah tersebut dengan menjadikan jari pemain sendiri sebagai pemicu.
Menariknya, Valve ternyata tidak berhenti pada gyro saja. Grip Sense juga dapat dipetakan ke berbagai fungsi lain melalui Steam Input. Salah satu contoh yang diberikan adalah membuka weapon wheel, map, atau menu hanya dengan mengangkat jari dari grip. Pada skenario weapon wheel, pemain dapat mengangkat jari untuk membuka menu senjata, memilih senjata yang diinginkan, kemudian kembali menyentuh grip untuk mengunci pilihan tersebut.
Pengguna bahkan bisa mengatur Grip Sense melalui layout editor Steam. Untuk menghubungkannya dengan gyro, misalnya, pemain cukup mengaktifkan opsi “Gyro to Mouse“, memilih selector tombol, kemudian menentukan Grip Sense sebagai input. Fungsi lain juga dapat dipetakan menggunakan mode Press and Hold, sehingga controller dapat memahami aksi ketika jari dilepas dari grip.
Pendekatan Valve ini bukan hanya berbeda, tetapi juga inovatif dan nyaman digunakan. Sebagian besar controller terbaru berlomba menambahkan back button, trigger dengan adjustable stop, atau sensor dengan tingkat presisi semakin tinggi. Valve justru membuat cara pemain memegang controller menjadi bagian dari sistem pengendalian.
Potensinya juga cukup besar untuk game yang membutuhkan banyak kombinasi input. Pemain FPS dapat memanfaatkan Grip Sense untuk mengatur gyro, membuka weapon wheel, atau menjalankan fungsi tertentu tanpa melepas jempol dari analog. Sementara itu, game yang memiliki banyak menu atau aksi kontekstual bisa mendapatkan lapisan kendali tambahan yang terasa lebih nyaman.
Tentu saja, efektivitas fitur ini tetap bergantung pada bagaimana pengembang game dan komunitas memanfaatkannya. Grip Sense bukan fitur yang otomatis membuat semua game lebih nyaman dimainkan. Namun, dengan fleksibilitas Steam Input, Valve memiliki keuntungan karena komunitas PC dapat bereksperimen dan menciptakan konfigurasi kendali mereka sendiri.
Apakah Anda tertarik untuk memiliki Steam Controller, setelah mengetahui adanya fitur menarik itu?










