Zelda Breath of the Wild Disulap Menjadi Game VR via BetterVR Mod
Mod BetterVR berhasil mengubah Zelda Breath of the Wild menjadi game VR, setelah sang modder habiskan ribuan jam reverse-engineering game itu.
Bila bicara soal kreativitas dan kesabaran, rasanya sulit untuk bisa menandingi komunitas modding di PC. Berkat kerja keras mereka, gamer PC mampu merasakan beragam mod, yang berikan apa yang gamer mimpikan tetapi pihak developer tidak bisa wujudkan. Kini, fakta itu kembali terbukti dengan hadirnya mod yang mengubah The Legend of Zelda: Breath of the Wild menjadi game VR, setelah sang modder habiskan ribuan jam membongkar engine game tersebut.
Melalui versi terbaru BetterVR yang dikembangkan oleh modder bernama Crementif, diperlihatkan Zelda Breath of the Wild disulap menjadi VR dengan stereo rendering, 6DOF, room-scale support, serta dukungan tangan penuh. Melalui video gameplay, terlihat pemain dapat menggunakan senjata, obor, dan berbagai objek dalam pertarungan, sementara motion control dapat digunakan untuk berinteraksi dengan dunia dan menyelesaikan puzzle. Mod tersebut berjalan melalui game versi Wii U yang diemulasikan menggunakan Cemu.

Bukan hanya hasilnya yang menakjubkan, bahkan proses pembuatannya juga sangat menarik. BetterVR ternyata tidak bisa begitu saja mengambil gambar yang sudah dirender game lalu menampilkannya melalui headset VR. Crementif sampai harus menggunakan sebuah Vulkan layer di antara Cemu dan GPU untuk menangkap hasil rendering, kemudian mengarahkannya ke headset. Karena OpenXR tidak dapat langsung bekerja dengan metode intersepsi tersebut, proyek ini juga membutuhkan jalur rendering tambahan melalui D3D12, supaya gambar dapat diteruskan ke sistem VR.
Tidak berhenti sampai di situ, supaya Zelda Breath of the Wild terlihat seperti game VR, modder harus membongkar kode game yang berjalan pada prosesor PowerPC milik Wii U, dan melakukan perubahan pada bagian-bagian tertentu. Game harus mampu menghasilkan dua perspektif berbeda untuk masing-masing mata, sementara posisi kamera dan tangan perlu disesuaikan di setiap frame, agar objek berada di posisi yang benar dalam ruang 3D.
Bagian paling luar biasa justru adalah reverse-engineering engine pada game Zelda itu. Karena game ini menggunakan engine yang sebagian besar tidak terdokumentasi, Crementif terpaksa harus mempelajari cara kerja sistem tersebut hampir dari awal, dengan bantuan proyek dekompilasi tidak resmi yang juga belum lengkap.

Saat ini, BetterVR sudah mendapatkan setidaknya 20 update sejak versi pertamanya dirilis sekitar tujuh bulan lalu. Pengembangnya masih berencana meningkatkan performa stereo rendering, menambahkan dukungan Linux, dual-wielding, serta multiplayer yang masih membutuhkan penyempurnaan sinkronisasi.
Lebih menarik lagi, proyek modding VR seperti ini ternyata tidak hanya berhenti di game Zelda saja. Crementif juga men-tease kemungkinan Mario Kart 8 mendapatkan port VR. Jika benar-benar bisa terwujud, proyek tersebut akan menunjukkan bahwa teknik yang sama bisa diterapkan pada game Nintendo lain, meski kebutuhan rendering dan gameplay tiap game berbeda.
Menurut Anda, apakah Nintendo akan tergerak untuk hadirkan dukungan VR resmi untuk franchise seperti Zelda dan Mario, setelah melihat prospek yang ditunjukkan oleh BetterVR?










