AYANEO Dapatkan Fitur Native Frame Generation di SteamOS
SteamOS ARM kini mendukung handheld AYANEO Pocket S2 dan S2 Pro, lengkap dengan frame generation native, installer baru, dan updater bawaan.
Demi memenuhi ambisi Valve untuk menyebarkan SteamOS ke sebanyak mungkin perangkat dan platform, raksasa gaming itu semakin rajin berikan dukungan baru di sistem operasinya. Setelah hadirnya SteamOS versi ARM untuk Steam Frame, sistem operasi tersebut kini melebarkan sayapnya ke lebih banyak handheld Android, termasuk AYANEO Pocket S2 dan Pocket S2 Pro.
Build yang sebelumnya dikenal sebagai SteamOS-ARM-SM8650 kini berganti nama menjadi SteamOS ARM for Handhelds. Melalui Versi 1.2, sistem operasi itu menambahkan dukungan untuk handheld AYANEO Pocket S2 dan Pocket S2 Pro, sementara basisnya juga dapat digunakan pada handheld Snapdragon lain seperti KONKR Pocket FIT. Sistem ini menyediakan Game Mode, Desktop Mode, Steam Store, serta kemampuan menjalankan game x86 melalui FEX dan game ARM64 melalui Proton.

Perubahan terbesar ada pada dukungan Lossless Scaling Frame Generation menggunakan LSFG 2.0. Berbeda dari frame generation yang hanya mengandalkan lapisan x86 melalui FEX, proyek ini menyediakan build ARM64 sehingga teknologi tersebut dapat digunakan secara native pada game ARM64, membuatnya berjalan lebih mulus. Plugin Decky untuk Lossless Scaling juga disertakan, meski pengguna tetap membutuhkan lisensi Lossless Scaling di Steam.
Tim pengembang juga mencoba menghilangkan salah satu hambatan terbesar dalam memasang sistem operasi alternatif seperti SteamOS di platform pihak ketiga seperti AYANEO, yaitu proses instalasi yang merepotkan. Versi terbaru ini hadirkan Easy UFS Installer yang berjalan melalui Desktop Mode. Pengguna dapat menentukan berapa banyak ruang penyimpanan yang dialokasikan untuk Android, sementara sisanya digunakan SteamOS. Tabel partisi juga di-back up ke kartu SD sebelum proses berlangsung, sehingga pengguna memiliki jalur pemulihan jika ingin kembali ke konfigurasi sebelumnya.
Tidak hanya itu, pengguna juga tidak lagi harus melakukan reflashing setiap kali SteamOS mendapatkan pembaruan. Versi 1.2 memperkenalkan aplikasi SteamOS Update yang memungkinkan versi berikutnya dipasang langsung dari sistem yang sudah berjalan. Pembaruan tersebut diklaim tetap mempertahankan game, save, akun, dan konfigurasi Wi-Fi, bahkan menyediakan mekanisme rollback apabila proses update terhenti di tengah jalan.
Dukungan untuk AYANEO Pocket S2 dan AYANEO S2 Pro sendiri cukup masuk akal karena kedua handheld tersebut menggunakan platform yang serupa. Build ini gunakan konfigurasi Pocket S2 yang digunakan sebagai pilihan model pada menu boot untuk versi Pro.
Bagi pemilik handheld AYANEO berbasis Snapdragon yang ingin mengganti Android dengan pengalaman mirip Steam Deck, ada satu hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai memasangnya, yaitu proses instalasi tetap membutuhkan pemahaman mengenai partisi dan kompatibilitas perangkat.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda tertarik untuk gunakan SteamOS di perangkat handheld bila Valve berikan dukungan resminya?









