Nexon Akan Dapatkan Hak Membuat Game StarCraft Baru dari Blizzard
Nexon dikabarkan hampir mendapatkan lisensi pengembangan game baru StarCraft dari Blizzard, membuka peluang kembalinya franchise legendaris ini.
Bagi gamer RTS, nama StarCraft 2 memiliki posisi yang begitu dekat di hati. Buktinya, game legendaris itu hingga sekarang masih dipertandingkan di esports, meskipun telah 15 tahun berlalu semenjak rilisnya. Ironisnya, game legendaris itu seakan tidak mau disentuh lagi oleh Blizzard selaku developernya, dengan tidak adanya game baru yang selalu dinanti fansnya. Namun, keadaan bak kemarau itu mungkin akan berubah dengan masuknya nama Nexon di sana.
Menurut laporan surat kabar Korea Selatan Chosun, Nexon dan Blizzard disebut sedang dalam pembicaraan untuk berikan hak pembuatan game StarCraft baru, dan kontraknya sudah mendekati tahap final. Sayangnya, belum ada konfirmasi resmi dari kedua perusahaan tersebut mengenai kesepakatan tersebut. Informasi ini juga berkaitan dengan laporan sebelumnya yang mengklaim bahwa divisi shooter Nexon tengah mengerjakan proyek baru berlatar semesta StarCraft, yang kabarnya dapat diperkenalkan di BlizzCon 2026.

Detail yang paling penting justru terletak pada perubahan informasi soal bentuk kesepakatannya. Versi awal laporan dari Chosun menyebut Nexon ingin membeli seluruh IP StarCraft, tetapi publikasi itu kemudian memperbarui artikelnya dan menyatakan bahwa yang sedang dibahas kemungkinan merupakan lisensi untuk mengembangkan game baru, sementara kepemilikan IP tetap berada di Blizzard.
Jika benar terealisasi, langkah ini akan menjadi angin segar berskala besar bagi franchise yang sudah lama berada dalam kondisi vakum itu. StarCraft 2 terakhir mendapatkan konten baru melalui Legacy of the Void pada 2015, sementara StarCraft: Remastered hadir pada 2017.
Untuk gamer di Korea Selatan, franchise ini memiliki posisi jauh lebih besar daripada sekadar game PC biasa. StarCraft sejak 1998 telah menjadi bagian penting dari sejarah esports Korea, melahirkan liga profesional dan pemain yang kemudian menjadi figur terkenal di industri gaming, bahkan sampai mendorong negara itu untuk masuk ke dalam industri gaming yang didukung oleh pemerintah.
Bagi Nexon, kesempatan mengembangkan StarCraft juga masuk akal secara strategis karena perusahaan tersebut memiliki pengalaman panjang dalam game online, serta kini semakin agresif kembangkan sayapnya di pasar global. Bahkan pada 2025, Nexon dilaporkan pernah menjadi kandidat pilihan Blizzard dalam pembicaraan mengenai hak pengembangan StarCraft bersama sejumlah publisher Korea lainnya.
Hubungan kedua perusahaan itu juga semakin erat setelah Nexon mengambil alih layanan Overwatch PC di Korea Selatan pada Agustus 2026. Namun, belum ada kepastian bahwa proyek StarCraft baru ini akan menjadi RTS seperti dua game sebelumnya; pasalnya laporan yang beredar justru mengarah pada proyek bergenre shooter.
Pada akhirnya, kabar ini bukan berarti StarCraft 3 sudah resmi diumumkan, apalagi sampai Blizzard menjual salah satu IP terbesarnya. Rasanya lebih realistis adalah kemungkinan Blizzard memberikan Nexon hak untuk membawa StarCraft ke bentuk baru, setelah lebih dari satu dekade tanpa game baru.
Bagaimana menurut Anda mengenai adanya kemungkinan StarCraft akan kembali lagi melalui Nexon? Apakah Anda merasa optimis raksasa gaming Korea Selatan itu mampu membawa game legendaris itu kembali ke masa keemasannya?









