Xbox Umumkan Perubahan Struktur Masif Untuk Studio Gamenya
Xbox kembali lakukan restrukturisasi masif di akhir tahun ini dengan PHK massal, rombak peran studio, sampai ancaman menutup studio game.
Setelah sempat lakukan perombakan masif pada studio gamenya di Juli 2026 lalu, Xbox kembali gelar restrukturisasi besar-besaran di penghujung tahun ini. Kali ini bukan sekadar pengurangan tenaga kerja, tetapi juga perubahan untuk siapa yang menangani sejumlah franchise terbesar di divisi gaming Microsoft itu.
Melalui pengumuman terbaru via Xbox Wire, dipastikan terjadinya PHK untuk 268 posisi, mulai dari studio game hingga manajemen game studio. Tidak hanya itu, mereka juga merombak struktur beberapa studio game, termasuk memindahkan pengembangan franchise Halo dari Halo Studios ke Activision, menggabungkan Turn 10 dengan Playground Games, serta menempatkan Obsidian di bawah Bethesda.

Microsoft menyebut langkah tersebut sebagai kelanjutan dari Reset Xbox yang sudah diumumkan sebelumnya. Langkah PHK yang dilakukan saat ini, termasuk pelepasan beberapa studio semenjak Juli lalu, dikatakan telah membawa proses restrukturisasi sekitar tiga perempat menuju target yang sebelumnya diumumkan.
Perubahan paling mengejutkan terjadi pada franchise Halo. Activision kini akan menangani pengembangan game Halo berikutnya melalui tim khusus yang terpisah dari tim Call of Duty. Sementara itu, Halo Studios tidak dibubarkan, tetapi akan menyusut jumlah personelnya menjadi tim kecil yang berfokus mendukung komunitas dan game Halo yang sudah beredar.
Perubahan kali ini juga menyentuh franchise lain. Activision diperluas tanggung jawabnya dengan menaungi World’s Edge, studio di balik Age of Empires, serta Rare, developer legendaris yang terakhir sukses dengan Sea of Thieves.
Selain itu, Obsidian Entertainment kini berada di bawah Bethesda Game Studios. Studio RPG tersebut tetap mengerjakan Grounded dan proyek Fallout baru yang dikembangkan bersama Bethesda Game Studios, sehingga penggabungan ini lebih merupakan penyatuan struktur organisasi daripada penghentian proyek yang sedang berjalan.
Franchise Forza juga ikut dapatkan perubahan struktur. Turn 10 Studios yang menangani Forza Motorsport akan digabung dengan Playground Games, developer Forza Horizon sekaligus studio yang mengembangkan Fable. Keduanya selama lebih dari satu dekade memang telah berbagi teknologi, perangkat pengembangan, dan berbagai sumber daya, sehingga Xbox kini secara resmi menyatukannya menjadi satu tim yang berfokus pada Forza dan Fable.
Nasib sejumlah studio yang sebelumnya masuk agenda divestasi juga mulai jelas. Compulsion Games dan Double Fine telah berhasil menjadi studio independen, sementara Undead Labs juga menyelesaikan proses serupa dan tetap akan merilis State of Decay 3 di Game Pass pada hari pertama dengan publisher baru.
Berbeda dari studio yang berhasil mendapatkan kesempatan kedua itu, Ninja Theory sayangnya belum menemukan pembeli setelah dua kesepakatan gagal, sehingga Microsoft akan memulai konsultasi dengan karyawan terkait rencana penutupan studio sambil tetap mencari opsi lain. Arkane sendiri masih berada dalam proses konsultasi.
Jika dilihat secara keseluruhan, Xbox memang dipaksa oleh keadaan keuangannya untuk terus bergerak dari struktur studio yang sangat luas menuju organisasi dengan lebih sedikit unit bisnis, dan pengelompokan berdasarkan franchise yang saling berkaitan.
Microsoft secara eksplisit mengatakan bahwa tujuan reorganisasi ini adalah memperkuat franchise dan game dengan mengurangi jumlah unit bisnis, menyatukan tim yang sudah lama bekerja bersama, serta memusatkan kemampuan publishing mereka ke depannya.
Bagaimana menurut Anda mengenai kembali terjadinya perubahan masif di badan Xbox?









