Attack Shark R5 Turbo Hadirkan Mouse Esports Dengan Bodi Carbon Fiber
Attack Shark meluncurkan mouse gaming kompetitif R5 Turbo, hadir dengan bobot ringan berkat badan mouse yang dibuat dari carbon fiber.
Persaingan mouse gaming ultra ringan kini tidak lagi sekadar mengejar bobot serendah mungkin. Produsen periferal gaming asal China, Attack Shark, mencoba mendorong kelas produknya lebih jauh lewat R5 Turbo, mouse flagship dengan bodi komposit carbon fiber, sensor sangat kuat hingga 60.000 DPI, serta dukungan polling rate 8.000 Hz melalui koneksi kabel maupun wireless.
Melalui pengumuman resminya, R5 Turbo dikatakan merupakan penerus dari R5 Ultra dan dijadwalkan mulai tersedia pada 23 Oktober 2026. Attack Shark belum mengungkap harga resminya, tetapi perusahaan itu menempatkan model ini sebagai mouse gaming dengan performa tinggi untuk gaming kompetitif. Pilihan warnanya mencakup hitam, putih, dan varian baru Dune bernuansa coklat pasir gurun.

Hanya dilihat sepintas saja, desain badan mouse ini jelas akan menarik perhatian. Pasalnya R5 Turbo menggunakan carbon fiber composite yang dicetak dengan metode injection molding, sementara desain bodinya dibuat berongga dan memiliki ventilasi untuk menekan bobot hingga sekitar 43 gram, dengan toleransi ±3 gram. Permukaan luarnya juga memakai lapisan dengan sensasi seperti kaca, yang dirancang agar tidak mudah terasa lengket ketika tangan berkeringat saat bermain dalam waktu lama.
Untuk sensornya, Attack Shark menggunakan PixArt PAW3950MAX yang mendukung rentang 1.200 hingga 60.000 DPI dengan pengaturan setiap 50 DPI. Sensor tersebut mampu melacak hingga 750 IPS dan akselerasi 60G, serta menyediakan tiga tingkat pengaturan Lift-Off Distance atau LOD. Artinya, pengguna dapat menyesuaikan seberapa jauh mouse bisa diangkat sebelum sensor berhenti membaca pergerakan.
R5 Turbo juga mendapatkan upgrade besar di sisi elektronik. Mouse ini menggunakan Nordic nRF54LM20, MCU yang menjadi penerus nRF54L15 pada generasi sebelumnya. Chip tersebut memungkinkan polling rate 8.000 Hz melalui kabel maupun wireless, sementara pengujian internal Attack Shark mencatat latensi klik wireless serendah 0,168 ms.
Tidak berhenti sampai di situ saja, sistemnya juga mampu mencapai scan frame rate di atas 20.000 FPS dalam mode kompetitif, dan mendukung teknologi Bluetooth Channel Sounding untuk membantu kestabilan koneksi dengan perangkat PC gaming yang digunakan.
Untuk koneksi wireless, Attack Shark juga menyertakan receiver 8K berbentuk seperti sirip hiu dengan antena yang dibuat lebih panjang. Tiga indikator LED pada receiver menunjukkan mode koneksi, polling rate, dan status baterai. Mouse ini juga mendukung tiga metode koneksi, yakni kabel, wireless 2,4 GHz, dan Bluetooth.
Menariknya, bobot ringan tersebut tidak membuat Attack Shark mengorbankan kapasitas baterai. Sebab R5 Turbo menggunakan baterai 290 mAh berjenis high density yang diklaim mampu bertahan hingga 300 jam pada polling rate 1.000 Hz. Sayangnya Attack Shark belum memberikan angka daya tahan ketika polling rate dinaikkan ke 8.000 Hz, sehingga pengguna yang mengutamakan mode tersebut kemungkinan harus lebih sering mengisi daya.
Komponen lainnya juga diarahkan untuk penggunaan jangka panjang, seperti tombol yang menggunakan switch optik Omron dengan rating lebih dari 100 juta klik, sedangkan mouse wheel memakai encoder TTC Golden Wheel dan lapisan electroplated khusus. Software pendampingnya menyediakan konfigurasi berbasis cloud maupun opsi instalasi mandiri untuk mengatur DPI, polling rate, dan fungsi lain yang didukung.
Bagaimana menurut Anda mengenai mouse gaming dari Attack Shark ini?









