Kreator Morgue Shift Bagikan Pengalaman Buat Game di Roblox Novel Games
Dava Wardana menceritakan inspirasi Morgue Shift, dan peran Roblox Novel Games dalam menghadirkan pengalaman horor realistis.
Bila bicara soal game di Roblox, rasanya hampir semua orang akan menghubungkannya dengan karakter berbentuk kotak dan dunia permainan yang penuh warna. Namun, platform ini juga memiliki ruang bagi game yang lebih realistis melalui Roblox Novel Games, yang mengutamakan visual 3D kompleks dan penyajian cerita yang lebih sinematik. Salah satu contohnya adalah Morgue Shift, game horor viral karya Dava Wardana yang berangkat dari ide sederhana di kehidupan nyata.
Sebelum terjun ke dunia pengembangan game, Dava ternyata bekerja sebagai konsultan keamanan siber, dan baru mulai membuat game di Roblox pada 2023. Melalui perbincangan dengan JagatPlay, Dava mengungkap bahwa inspirasi Morgue Shift muncul secara tidak sengaja ketika dirinya cukup sering mengunjungi rumah sakit dan melihat poster yang menjelaskan proses penanganan jenazah. Pengalaman tersebut memunculkan rasa penasaran yang kemudian ia kembangkan menjadi sebuah game horor.


Pilihan Morgue Shift dalam menggunakan Novel Games menjadi salah satu aspek menarik dari proses pengembangannya. Istilah ini merujuk pada jenis layanan Roblox yang lebih ditujukan untuk pengguna dewasa, yang demografinya semakin meningkat di sana, dengan menonjolkan karakter realistis, atmosfer sinematik, dan penyampaian cerita yang matang dibandingkan gaya avatar kotak yang menjadi identitas platform tersebut.
Berkat adanya opsi gaya pengembangan semacam ini, kreator game di sana dapat membangun suasana yang lebih dekat dengan dunia nyata, serta bisa memperkuat nuansa mencekam di game mereka; sesuatu yang rasanya tidak klop bila tetap menggunakan gaya visual yang kental dengan kotak dan warna cerah.
Menariknya Dava juga mengatakan membuat karakter 3D di Roblox tidak sesulit yang dibayangkan sebelumnya. Roblox Studio ternyata sudah menyediakan perangkat untuk membangun karakter tiga dimensi, termasuk sistem auto-rigging yang membantu menyiapkan struktur agar model dapat bergerak dan dianimasikan. Fitur tersebut mempermudah proses pengembangan, terutama bagi kreator yang ingin menghadirkan karakter realistis tanpa harus membangun obyek 3D dari nol.


Selain fleksibilitas visual, Dava juga memilih Roblox karena memiliki basis pemain dari berbagai kelompok usia, dan mendukung banyak perangkat melalui satu platform pengembangan. Artinya, dia tidak perlu membangun versi game baru untuk setiap perangkat yang ingin dijangkaunya. Bagi developer independen, kemudahan ini dapat menghemat waktu pengembangan sekaligus membuka peluang agar game mereka ditemukan oleh lebih banyak pemain.
Dava sendiri menyatakan tidak ingin berhenti di Morgue Shift. Ia menargetkan untuk membuat game baru setiap tahun dan berharap karya-karyanya dapat terus dikenang oleh keluarganya, gamer, bahkan generasi berikutnya. Baginya, pengembangan game bukan hanya soal menciptakan pengalaman bermain yang menarik, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang bisa bertahan lebih lama daripada popularitas sebuah game.
Menurut Anda, apakah Novel Games bisa mendorong lebih banyak kreator Roblox untuk menghadirkan game dengan kualitas visual realistik dan cerita yang semakin dewasa?









