NVIDIA Dikabarkan Siapkan GPU RTX 5080 Baru Dengan VRAM 24GB
NVIDIA dikabarkan menyiapkan RTX 5080 24GB untuk menggantikan model 16GB, sementara produksi RTX 5090 terancam akan dihentikan.
Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa industri AI memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pasar kartu grafis kelas konsumen. Itu sebabnya gamer PC belakangan ini kelabakan dengan semakin tingginya harga kartu grafis akibat kelangkaan produk, karena lini produksi kini diambil untuk membuat chip berbasis AI. Kini, muncul kabar baru yang sebutkan NVIDIA akan mengalihkan pasokan chip grafis kelas tertingginya ke lini AI, yang dapat mengancam kelangsungan GeForce RTX 5090.
Dilansir dari laporan KitGuru, disebutkan adanya kemungkinan NVIDIA akan menghentikan produksi RTX 5090 dan mengalihkan chip GB202 ke produk AI seperti RTX PRO 6000, RTX PRO 5500, dan RTX PRO 5000. Informasi ini berasal dari laporan leaker industri MEGAsizeGPU via media sosial, sehingga belum bisa dianggap sebagai keputusan resmi NVIDIA.

Menariknya, pada laporan yang sama disebutkan pula bahwa produsen kartu grafis itu tengah menyiapkan lini baru RTX 5080 dengan VRAM yang lebih besar yaitu 24GB, dan ditujukan untuk pasar gaming kelas atas. Hadirnya lini itu kemungkinan disiapkan untuk menggantikan posisi RTX 5090.
Peningkatan kapasitas memori RTX 5080 dari 16GB menjadi 24GB GDDR7 itu tentu saja menarik untuk ditelaah lebih dalam. Menurut rumor yang beredar, model baru tersebut akan menggunakan modul memori berkapasitas 3GB, menggantikan konfigurasi modul 2GB pada versi yang sekarang.
Tambahan 8GB VRAM ini tampaknya dapat membantu game dengan tekstur beresolusi tinggi, penggunaan ray tracing yang berat, serta aplikasi kreatif yang membutuhkan memori grafis besar. Namun, kapasitas VRAM yang lebih tinggi tidak otomatis menjamin peningkatan performa gaming secara keseluruhan; kemampuan GPU dan bandwidth memori tetap memegang peranan penting guna menentukan hasil akhirnya.
Selain itu, RTX 5090 disebut menghadapi situasi pasar yang tidak biasa. Harga kartu tersebut dilaporkan melonjak hingga lebih dari US$6.000, jauh di atas harga peluncuran resminya. Permintaan tinggi untuk komputasi AI membuat GPU dengan kapasitas memori besar semakin bernilai bagi pengguna profesional, bahkan ketika produk tersebut awalnya ditujukan untuk gamer.
Bagi NVIDIA sendiri, mengalokasikan chip dan memori ke produk profesional berbasis AI tampaknya jauh lebih menguntungkan daripada mempertahankan pasokan GPU konsumen, terutama untuk sektor gaming, dalam kondisi pasar yang tidak menentu seperti sekarang ini.
Meski begitu, hadirnya RTX 5080 24GB bukan sepenuhnya rumor baru. Konfigurasi serupa sebelumnya sempat dikaitkan dengan RTX 5080 Super, yang dikabarkan bakal menggunakan modul GDDR7 3GB. Rencana penyegaran RTX 50 Super sendiri dilaporkan tertunda akibat mahalnya memori GDDR7 dan terbatasnya pasokan modul berkapasitas lebih besar.
Jika perubahan ini benar-benar terjadi, gamer mungkin harus menerima lini GeForce dengan pilihan produk kelas atas yang berbeda dari biasanya. RTX 5080 24GB mungkin bisa menjadi pilihan untuk pengguna yang membutuhkan VRAM besar, tetapi belum tentu menawarkan performa yang setara dengan RTX 5090.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai rumor ini, dan juga dampaknya terhadap pasar hardware gaming ke depannya?









