Sony Patenkan Fitur Interaktif Untuk Penonton Game Streamer
Sony patenkan teknologi interaktif untuk penonton game streamer, yang mampu mempengaruhi gameplay secara langsung via kursor.
Bila Anda sering menonton game streamer, baik di YouTube maupun Twitch dan Kick, Anda tentu sudah akrab dengan interaksi antara streamer dan penontonnya via komentar live. Namun, bagaimana bila kelak Anda bisa lebih dari itu, bahkan sampai mempengaruhi jalannya gameplay secara langsung? Itulah yang diincar Sony melalui paten terbarunya.
Teknologi tersebut dijelaskan dalam paten Sony bertajuk Adaptive Screen Share Pointer and Reactions During Gameplay. Dokumen ini menggambarkan sistem yang menerima input dari penonton livestream, kemudian menampilkan kursor adaptif pada layar pemain. Tampilan kursor dapat berubah mengikuti konteks permainan, sehingga interaksi terasa lebih relevan dengan situasi yang sedang berlangsung. Paten ini diajukan pada Oktober 2023 dan dipublikasikan pada 2025, tetapi kembali menjadi perhatian pada Oktober 2026.
Salah satu kegunaan utamanya adalah membuat aktivitas backseat gaming menjadi lebih interaktif. Penonton tidak hanya bisa menyarankan strategi melalui chat, tetapi juga menunjukkan bagian tertentu di layar dengan menggunakan kursor. Misalnya, mereka dapat menandai kelemahan boss, menunjukkan arah menuju objektif, atau membantu streamer menemukan objek yang terlewat.
Sistem tersebut juga dirancang agar tidak memenuhi layar dengan banyak kursor sekaligus. Melalui salah satu contoh di dokumen, disebutkan kendali kursor dapat diberikan kepada penonton secara bergiliran berdasarkan aktivitas atau kontribusi mereka via Superchat dan donasi.
Selain kursor, paten ini juga mencakup reaksi visual yang dapat dikirim penonton selama permainan berlangsung. Reaksi tersebut bisa disesuaikan dengan konteks game dan dalam implementasi tertentu, memicu umpan balik haptik atau getaran pada perangkat yang digunakan streamer.
Sistem ini juga membuka kemungkinan reaksi penonton mempengaruhi jalannya permainan apabila kondisi tertentu terpenuhi. Dengan begitu, interaksi penonton akan menjadi bagian penting dari pengalaman bermain, bukan sekadar elemen tambahan di luar game.
Menariknya, konsep tersebut ternyata tidak terbatas pada console PlayStation saja. Dokumen paten menyebut beragam perangkat yang bisa mendukung sistem itu, termasuk console dari produsen lain, PC, perangkat seluler, serta headset VR dan AR. Namun, cakupan yang luas dalam dokumen paten itu bukan berarti fitur ini sudah tersedia di platform streaming tertentu atau dipastikan akan hadir di produk komersial Sony.
Jika benar-benar diterapkan di masa depan, teknologi ini akan mengubah cara streamer berinteraksi dengan komunitasnya, terutama dalam sesi bermain game yang membutuhkan bantuan, eksplorasi, atau partisipasi penonton. Tantangannya adalah agar menjaga interaksi tetap menyenangkan tanpa mengorbankan kendali streamer atas acaranya sendiri.
Bagaimana menurut Anda mengenai paten Sony yang menarik ini? Apakah menurut Anda penonton livestream gaming bisa cukup disiplin untuk tidak merusak pengalaman bermain streamer via teknologi ini?









