Super Mario 64 Bisa Dimainkan di Media Player Lawas Microsoft Zune HD
Programmer berhasil menjalankan Super Mario 64 secara native di media player mini lawas Microsoft Zune HD.
Tampaknya tren di komunitas gaming yang mencoba memainkan Doom di beragam perangkat yang tidak seharusnya juga menular ke game klasik lain, seperti Super Mario 64. Pasalnya, seorang programmer berhasil membawa Super Mario 64 ke Microsoft Zune HD, pemutar media portabel keluaran 2009 yang dulu diposisikan sebagai pesaing iPod.
Menariknya, game klasik yang dahulu rilis di Nintendo 64 ini berjalan langsung secara native menggunakan perangkat keras Zune HD, bukan melalui software emulator untuk bisa memainkannya. Eksperimen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perangkat lawas yang sudah lama ditinggalkan produsennya itu ternyata memiliki kekuatan yang mumpuni untuk memainkan game console.

Dilansir dari Hackaday, port tidak resmi yang dikembangkan pengguna GitHub dengan nama rsheldiii ini memanfaatkan OpenZDK, perangkat pengembangan alternatif yang memungkinkan aplikasi berjalan secara native di Zune HD. Proyeknya dibangun dari sm64ex, salah satu versi modifikasi dari hasil rekonstruksi kode Super Mario 64.
Hasilnya juga tidak setengah-setengah, karena game tersebut diklaim dapat berjalan dengan kecepatan yang mendekati performa aslinya di Nintendo 64. Tidak hanya bisa berjalan secara gameplay, game itu juga mampu menghasilkan beragam pengalaman gaming lainnya yang tidak kalah dengan versi original, seperti suara, pengendalian berbasis layar sentuh, dan fitur penyimpanan progres.
Kemampuan ini bisa terjadi karena adanya NVIDIA Tegra APX 2600 yang menjadi otak Zune HD. Ketika dirilis, perangkat tersebut sudah memiliki layar OLED sentuh berukuran 3,3 inci dengan resolusi 480 × 272 pixel. Untuk menjalankan game Nintendo 64, port ini menggunakan renderer OpenGL ES 2 yang telah disesuaikan dengan keterbatasan GPU lawasnya. Pengembang bahkan harus menyiapkan shader terlebih dahulu menggunakan perangkat NVIDIA karena driver grafis Zune HD tidak mampu kompilasi shader GLSL secara langsung.
Dari sisi performa, logika permainan berjalan pada 30 tick per detik, tetapi sesekali terjadi perlambatan ketika perangkat tidak mampu mengikuti beban pemrosesan. Pengembang belum memberikan angka FPS resmi, sehingga belum ada tolok ukur pasti mengenai kestabilan performanya. Menariknya, pemrosesan audio berjalan pada thread terpisah dengan prioritas lebih tinggi agar suara tidak terlalu terdampak ketika permainan mengalami penurunan kecepatan.
Untuk menjalankannya, pemainnya tetap membutuhkan ROM Super Mario 64 yang diperoleh dari salinan game milik sendiri. Berkas tersebut tidak disertakan dalam proyek itu guna menghindari tuduhan pembajakan. Proses kompilasi dilakukan melalui Docker di Linux, kemudian hasilnya dapat dipindahkan ke Zune HD menggunakan USB. Proyek ini baru diuji pada firmware versi 4.5 dan belum menyediakan rilis siap pakai.
Bagaimana menurut Anda mengenai proyek kreatif yang menghidupkan kembali game lawas di perangkat klasik semacam ini?









