Scyrox Luncurkan Mouse Gaming Transparan V12 Series
Scyrox luncurkan lini mouse gaming V12 Series, sepasang mouse wireless dengan bodi semi-transparan, bobot ringan, dan spesifikasi kompetitif.
Persaingan di ranah mouse gaming kompetitif kini tidak hanya berfokus pada performa dan bobot semata, tetapi juga desain yang semakin berani. Scyrox mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda lewat lini V12 Series terbarunya, berupa sepasang mouse wireless dengan bodi semi-transparan, bobot sangat ringan, dan spesifikasi mumpuni yang menyasar gamer kompetitif.
Scyrox memperkenalkan dua varian sekaligus, yakni V12M berukuran medium dan V12L berukuran large. Menurut keterangan di situs resminya, keduanya mulai tersedia di pasaran pada 2 November 2026 melalui toko online resmi Scyrox, dengan harga mulai US$79,99 atau sekitar Rp1,3 juta.

Meski memiliki ukuran berbeda, kedua mouse ini pada dasarnya menggunakan spesifikasi internal yang sama. Scyrox menyematkan sensor PixArt PAW Next I, optical switch Kailh dengan ketahanan hingga 100 juta klik, serta Nordic 54H20 MCU yang mendukung polling rate hingga 8.000 Hz. Angka tersebut memungkinkan mouse menghasilkan respons yang sangat tinggi.
Perbedaan utama dari kedua varian tersebut terletak pada dimensi dan bobotnya. Seri V12M memiliki ukuran 122 x 62,69 x 38,31 mm dengan bobot 49 gram, sedangkan V12L berukuran 125,96 x 61,01 x 39,85 mm dengan bobot 51 gram. Keduanya menggunakan desain simetris dengan tonjolan ringan di bagian tengah untuk mendukung berbagai gaya genggaman.
Dari sisi penampilan, Scyrox menawarkan tiga pilihan warna untuk lini mouse itu, yaitu orange, purple, dan red. Ketiganya menggunakan bodi frosted translucent yang memperlihatkan sedikit rangka bagian dalam. Penggunaan style ini membuat V12 Series tampil berbeda dari mayoritas mouse esports yang masih mengandalkan bodi hitam atau putih.


Scyrox juga menyertakan Halo Interactive wireless receiver yang dilengkapi pencahayaan RGB. Perangkat ini bukan sekadar penerima sinyal, tetapi juga dapat menampilkan informasi seperti kapasitas baterai, DPI, aktivitas sensor, hingga efek cahaya yang merespons klik mouse.
Untuk konektivitas, V12 Series mengandalkan koneksi wireless 2,4 GHz dengan baterai berkapasitas 250 mAh. Namun, Scyrox belum mengungkap estimasi daya tahan baterainya. Hal ini menjadi salah satu informasi yang perlu diperhatikan, terutama bagi gamer yang mengutamakan penggunaan wireless dalam sesi bermain panjang.
Pengguna juga bisa mengatur berbagai parameter melalui web driver terbaru Scyrox. Pengaturan yang tersedia mencakup pemetaan ulang tombol, DPI, polling rate, LOD (Lift-Off Distance), hingga sudut sensor. Dengan demikian, karakter mouse bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing pemain.
Bagaimana menurut Anda akan mouse gaming dengan visual unik ini? Apakah desain seperti ini menarik perhatian Anda, atau performa menjadi prioritas di atas tampilan visual?









