Diablo 4 Versi China Dapatkan Banyak Sensor, Sampai Ubah Bentuk Boss
Diablo 4 menjadi game pertama Blizzard di China, setelah sebelumnya dilarang masuk ke negara itu, sayangnya dengan sensor berat.
Setelah Microsoft dan NetEase menandatangani perjanjian untuk membawa kembali game buatan Blizzard ke China, setelah sebelumnya dilarang masuk semenjak 2023, Diablo 4 menjadi game pertama yang mendapatkan persetujuan rilis dari otoritas setempat pada Juli lalu.
Ironisnya, berita baik untuk Blizzard itu ternyata dibayangi oleh masalah yaitu sensor berat; sesuatu yang sudah tidak asing lagi menyangkut konten asing ketika masuk ke negara tersebut. Menurut laporan dari WOWHead, sejumlah elemen visual yang menjadi ciri khas Diablo, seperti darah, gore, tengkorak, dan tulang belulang telah dihapus atau diganti.

Pada laporan itu diperlihatkan pula cipratan darah ketika musuh diserang diganti dengan kabut debu saat bertarung. Tidak sampai di situ saja, bahkan karakter boss ikonik seperti Wandering Death, yang diperlihatkan seperti golem dengan bahan tumpukan tulang, kini disulap menjadi golem berbahan batu.
Walaupun belum ada penjelasan resmi akan sensor itu, perubahan ini diyakini sebagian pihak untuk mengikuti regulasi ketat pemerintah China terkait penggambaran kekerasan ekstrim, kematian, serta unsur supernatural. Aturan tersebut mengharuskan tim developer untuk menyesuaikan konten mereka agar sesuai dengan standar budaya dan kebijakan media di negara tersebut.
Tentunya akan sangat menarik melihat akan diubah seperti apa pasukan tulang belulang yang dimiliki karakter Necromancer. Nah, bagaimana menurut Anda sendiri mengenai adanya sensor ketat dari pemerintah China untuk Diablo 4 itu?










