Rockstar Games Diselidiki Pemerintah Inggris Terkait “Union Busting”
PHK massal di Rockstar Games berbuntut penyelidikan oleh pemerintah Inggris, atas tuduhan mencegah pekerjanya berserikat.
Siapa sangka tindakan Rockstar Games memecat massal karyawannya pada Oktober lalu berbuntut panjang, hingga libatkan pemerintah Inggris. Berkat tuduhan lakukan “Union Busting“, atau mencegah karyawannya membentuk serikat buruh dengan memecat mereka, kreator GTA 6 itu kini ada di bawah penyelidikan pihak pemerintahan.
Masalah ini membesar ketika anggota parlemen Inggris Chris Murray mengangkat kasus ini di sesi sidang parlemen Inggris pada 10 Desember 2025. Dilansir dari laporan Edinburg News, disebutkan bahwa Murray menanyakan perihal tuduhan Union Busting yang dilakukan Rockstar Games kepada Perdana Menteri Kier Starmer.

Kala itu Murray sebutkan bahwa Rockstar North yang berkantor di Edinburg North, bertepatan pula dengan daerah konstituen yang diwakili oleh Chris Murray sendiri, gagal meyakinkan dirinya bahwa kantor itu telah mengikuti aturan serikat buruh yang berlaku. Murray juga mengatakan khawatir bahwa Rockstar North telah melakukan Union Busting.
Kemudian, PM Kier Starmer juga sepakat dengan Murray, bahwa semua perusahaan tidak peduli sebesar apa pun kekayaannya harus mengikuti hukum ketenagakerjaan Inggris, dan semua pekerjanya punya hak untuk berserikat. Ketika itu, PM Starmer ungkapkan pemerintah akan selidiki masalah itu lebih lanjut.
Bagaimana menurut Anda mengenai semakin seriusnya masalah PHK massal yang terjadi di Rockstar? Apakah Anda punya kekhawatiran masalah ini akan kembali membuat GTA 6 ditunda?








