Karyawan Ubisoft Yang Mengkritik Perusahaan Itu Resmi Dipecat
Akibat lontarkan kritik kepada Ubisoft mengenai kebijakan barunya, salah satu karyawannya resmi dipecat setelah sebelumnya diskors.
Kesan Ubisoft di mata gamer dan juga pemain di industri gaming saat ini memang tidak begitu positif. Setelah putuskan lakukan restrukturisasi besar-besaran yang akibatkan jatuhnya harga saham mereka dan juga PHK massal gelombang baru, kini muncul berita baru yang membuat pandangan terhadap perusahaan itu semakin sinis.
Dilansir dari Insider Gaming, dilaporkan mengenai adanya PHK terhadap salah satu karyawan perusahaan gaming itu, yang sebelumnya diskors selama 3 hari setelah dia lontarkan kritik ke perusahaan. Keputusan pemutusan hubungan kerja itu terjadi pada David Michaud-Cromp yang telah bekerja di sana selama 13 tahun.

Mulanya dia tuliskan kritik di halaman LinkedIn miliknya mengenai kebijakan untuk kembali bekerja di kantor pasca restrukturisasi. Pada saat bersamaan, dia juga mengkritik mengenai langkah restrukturisasi itu sendiri yang sebabkan tutupnya beberapa studio, PHK massal, dan juga pembatalan game. Menurutnya, kebijakan untuk fokus kepada Game as a Service merupakan keputusan yang tidak bijak, karena selama ini selalu sebabkan kerugian pada perusahaan itu.
Keputusan Yves Guillemot selaku CEO Ubisoft yang tempatkan anaknya, Charlie Guillemot, untuk memimpin Vantage Studios yang bertanggung jawab terhadap IP game penting di raksasa gaming itu juga dikritiknya, karena Charlie disebutkan tidak punya banyak pengalaman di bidang pengembangan game, sehingga berkesan nepotisme.
Dia juga tambahkan bahwa meskipun dia setuju adanya pemangkasan biaya itu perlu ada, tetapi pihak manajemen atas seharusnya juga terkena dampaknya, tidak hanya karyawan di level bawah; terutama karena saat ini semua pejabat kelas atas di sana masih bergelimang kekayaan dan gaji yang besar.
Bagaimana menurut Anda mengenai langkah yang diambil Ubisoft untuk meredam suara yang mengkritik kebijakan mereka?










