Developer ARC Raiders Investigasi Blokir Massal Terkait Perangkat Aksesibilitas
Embark Studios tengah meninjau ulang hukuman blokir (ban) massal di ARC Raiders yang diduga salah sasaran akibat penggunaan perangkat aksesibilitas.
Belakangan ini, ARC Raiders kembali mengalami drama blokir massal. Masalah ini muncul setelah banyak pemain melaporkan bahwa mereka terkena blokir tanpa alasan jelas. Keluhan tersebut semakin meningkat sejak awal tahun, bahkan melibatkan sejumlah streamer besar yang turut mengaku terdampak.
Dalam pernyataan resmi melalui media sosial dan Discord, tim pengembang menyebutkan bahwa mereka saat ini sedang “meninjau semua permohonan” yang diajukan pemain. Hal ini mengindikasikan bahwa proses evaluasi dilakukan secara manual untuk memastikan keakuratan keputusan blokir itu.

Embark kemudian berikan konfirmasi baru bahwa beberapa korban kemungkinan terkait dengan penggunaan perangkat aksesibilitas tertentu, yang secara tidak sengaja terdeteksi sebagai pelanggaran oleh sistem anti-cheat. Sebagai langkah sementara, pemain yang terdampak diminta untuk mengajukan banding melalui platform support resmi Embark. Dalam proses ini, setiap kasus akan ditinjau dan hasilnya bisa berupa hukuman tetap berlaku, disesuaikan, atau dicabut sepenuhnya.
Kasus ini kembali menyoroti tantangan dalam sistem anti-cheat modern, terutama dalam membedakan antara alat bantu aksesibilitas dan perangkat pihak ketiga yang digunakan untuk cheating. Beberapa perangkat itu memang dapat dimodifikasi untuk berbuat kecurangan, sehingga menciptakan dilema bagi pengembang.
Dari sisi komunitas sendiri, respons pemain terbagi dua. Sebagian memuji langkah Embark yang cepat menanggapi potensi “false ban,” terutama bagi pemain yang membutuhkan fitur aksesibilitas. Namun, ada juga kekhawatiran bahwa kelonggaran terhadap perangkat tertentu bisa membuka celah masuknya cheater di masa depan.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai adanya hukuman blokir yang terjadi akibat perangkat aksesibilitas di ARC Raiders?










