Biaya Development Game AAA Diklaim Kini Butuh Minimal $300 Juta
Laporan baru sebutkan biaya minimal untuk mengembangkan game AAA saat ini telah menembus angka $300 juta, sering kali lebih besar.
Rasanya bukan rahasia lagi bila bicara mengenai begitu besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan game berkaliber AAA, belum lagi menghitung lama pengembangannya yang mencapai 5 hingga 10 tahun. Besarannya begitu jauh lebih tinggi dibandingkan game berkaliber AA yang sedang naik daun belakangan ini, seperti ARC Raiders yang disebutkan hanya habiskan biaya $75 juta berkat pengetatan biaya besar-besaran.
Sayangnya, industri game kembali dihadapkan pada realita yang semakin berat; biaya pengembangan game AAA kini disebut sudah menyentuh angka minimum baru yang mengejutkan. Dalam laporan terbaru dari insider industri ternama Jason Schreier, disebutkan biaya produksi untuk satu game AAA modern bisa mencapai $300 juta, bahkan dalam beberapa kasus jauh melampaui angka tersebut.

Lonjakan ini menempatkan biaya pengembangan game masa kini setara dengan proyek besar seperti GTA V, yang dulu sempat dianggap sebagai salah satu biaya produksi termahal di sepanjang sejarah industri gaming. Namun kini, angka tersebut mulai menjadi standar baru, terutama untuk studio besar di Amerika Serikat dan Kanada.
Menurut Schreier, estimasi ini mencakup biaya inti seperti gaji developer dan overhead produksi, tetapi menariknya belum termasuk kompensasi untuk posisi eksekutif yang biasanya berbentuk saham. Artinya, total investasi sebenarnya bisa lebih tinggi lagi jika semua faktor dihitung secara menyeluruh.
Kenaikan biaya ini tidak terjadi tanpa alasan. Faktor seperti durasi pengembangan yang semakin panjang, tuntutan kualitas visual yang lebih tinggi, manajemen proyek yang kompleks, hingga biaya tenaga kerja yang kerap mencapai ribuan orang menjadi kontributor utama. Semua ini menciptakan tekanan besar bagi studio, yang pada akhirnya harus memastikan game mereka sukses secara komersial untuk menutup biaya tersebut.
Fenomena ini juga menjelaskan mengapa belakangan ini banyak perusahaan game AAA melakukan restrukturisasi, pengurangan staf, hingga fokus pada remake franchise besar yang dianggap lebih “aman” secara finansial. Dalam lingkungan industri seperti ini, kegagalan satu proyek AAA bisa berujung pada dampak serius bagi sebuah studio, bahkan sering kali membuatnya bangkrut.
Bagaimana menurut Anda mengenai tren biaya pengembangan game AAA yang semakin membengkak ini? Mana game yang lebih Anda sukai belakangan ini, triple-A atau double-A?









