Developer Escape from Tarkov Ungkap Statistik Pemain Yang Diblokir
Tim developer Escape from Tarkov ungkap dari semua pemain yang kena blokir di Q1 2026, hanya 54% karena cheat, sisanya terkait RMT dan software ilegal.
Sebagai game yang kental dengan interaksi dengan pemain lain via PVP, Escape from Tarkov tentunya tidak luput dari cheater yang ingin unggul dengan cara yang tidak adil. Meneruskan kondisi game extraction itu yang dipenuhi cheater bahkan sebelum masuk full game, pasca rilis di Steam juga menunjukkan kondisi itu masih belum mereda.
Guna memperlihatkan usaha mereka dalam membasmi cheater, Battlestate Games akhirnya membuka tabir soal statistik pemain yang kena blokir lewat blog terbaru mereka. Dalam laporan tersebut, developer mengungkap data detail terkait kasus blokir yang terjadi sepanjang kuartal pertama 2026, sekaligus memberikan konteks yang selama ini jarang dibahas secara terbuka.

Dari total sekitar 25.000 pemain yang kena blokir (banned) antara Januari hingga Maret 2026, hanya 54% yang terbukti menggunakan cheat. Sisanya, sekitar 46%, dikenai sanksi karena pelanggaran lain seperti aktivitas transaksi dengan uang asli atau RMT (real money trading), penggunaan bot untuk leveling otomatis, script akun, hingga software ilegal lainnya yang melanggar aturan game.
Pengungkapan ini sekaligus meluruskan beberapa pendapat miring yang ada di komunitas. Battlestate menegaskan bahwa ban wave sebenarnya terjadi setiap hari. Mereka juga mengakui bahwa sejak game ini dirilis, jumlah akun yang terkompromi terus meningkat, seiring dengan meningkatnya jumlah blokir yang diberikan.
Meski begitu, developer juga tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan berikan hukuman. Meski demikian, mereka mengklaim sistem deteksi di sana telah mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir. Menariknya, tim developer Escape from Tarkov juga mengungkap bahwa mereka tidak secara aktif memburu developer cheat melalui jalur hukum, karena prosesnya dianggap terlalu panjang.
Untuk ke depannya, Escape from Tarkov menyiapkan sejumlah langkah untuk memperketat anti-cheat. Langkah itu termasuk implementasi TPM 2.0 dan Secure Boot, serta kemungkinan penambahan fitur seperti VBS, IOMMU, dan HVCI untuk melindungi sistem dari eksploitasi. Pendekatan ini menandakan pergeseran ke arah sistem keamanan berbasis hardware dan kernel level yang lebih agresif.
Selain itu, mereka juga sedang mengembangkan sistem deteksi baru yang lebih otomatis dan proaktif, guna mengurangi jumlah raid yang bisa dimainkan cheater sebelum akhirnya dibanned. Sistem kompensasi untuk pemain yang mati akibat cheater juga sedang dipertimbangkan, meski tetap dijaga agar tidak disalahgunakan melalui laporan palsu.
Bagaimana menurut Anda mengenai fakta baru ini? Apakah Anda pernah bertemu dengan cheater ketika memainkan Escape from Tarkov?










