Capcom Pecahkan Rekor Keuntungan Selama 9 Tahun Beruntun
Capcom mencetak rekor profit untuk tahun kesembilan berturut-turut dengan penjualan 59 juta copy game pada tahun fiskal ini.
Sulit untuk tidak menempatkan Capcom sebagai salah satu publisher paling konsisten di industri game modern. Ketika banyak perusahaan besar menghadapi tantangan efisiensi dan biaya produksi yang terus meningkat, raksasa asal Jepang ini justru kembali mencetak performa luar biasa yang menegaskan kuatnya posisi mereka di pasar global.
Melalui laporan keuangan untuk tahun fiskal 2026 yang berakhir pada 31 Maret 2026, Capcom mengumumkan bahwa mereka berhasil mencatat rekor profit di seluruh kategori untuk tahun kesembilan berturut-turut. Penjualan bersih meningkat 15,2% dibanding tahun sebelumnya, sementara total penjualan game mencapai 59 juta unit, menjadikannya angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Kontributor terbesar datang dari Resident Evil Requiem, yang sukses terjual sebanyak 6,91 juta copy hanya dalam dua bulan pertama sejak rilis pada Februari 2026. Tak mengherankan jika franchise Resident Evil kembali menjadi motor utama yang mendorong performa positif perusahaan itu.
Menariknya, sekitar 83,7% dari seluruh penjualan game di tahun fiskal ini justru berasal dari katalog game lama. Fakta ini menunjukkan bahwa kekuatan Capcom tidak hanya terletak pada game baru, tetapi juga pada kemampuan mereka menjaga penjualan franchise klasik yang telah dirilis selama bertahun-tahun lalu. Ditambah lagi, sekitar 93% penjualan dilakukan secara digital, menunjukkan pentingnya model distribusi modern untuk profitabilitas mereka.
Kesuksesan ini menjadi bukti bahwa strategi Capcom dalam mengelola IP besar seperti Monster Hunter, Resident Evil, Street Fighter, dan Devil May Cry terus membuahkan hasil. Mereka tidak hanya menjual game, tetapi juga memperluas jangkauan IP melalui film, merchandise, esports, hingga serial animasi seperti musim kedua Devil May Cry yang mulai tayang di Netflix pada 12 Mei 2026.
Untuk tahun fiskal berikutnya yang akan berakhir pada 31 Maret 2027, Capcom bahkan menargetkan rekor profit untuk tahun kesepuluh berturut-turut. Perusahaan itu memproyeksikan pendapatan sebesar 210 miliar Yen dan laba operasional 83 miliar Yen, didorong oleh proyek-proyek besar seperti PRAGMATA, Onimusha: Way of the Sword, Street Fighter 6, serta film Street Fighter.
Bagaimana menurut Anda? Apakah Capcom saat ini layak disebut sebagai publisher game terbaik dan paling stabil di industri gaming?










