Celah di Layanan Support Sony Diduga Sebabkan Akun PSN Mudah Dibajak
Lemahnya keamanan akun PSN kembali mencuat, setelah muncul serangan baru yang gunakan data transaksi lama untuk tipu layanan support Sony.
Pada era digital seperti sekarang ini, ancaman terbesar bagi gamer bukan lagi sekadar kehilangan save data atau progress permainan. Ketika akun utama yang menyimpan ratusan game digital, trophy, hingga data pembayaran bisa diambil alih pihak lain, risiko yang dihadapi tentu jauh lebih serius. Situasi inilah yang kini tengah menjadi sorotan di komunitas PlayStation Network.
Setelah sempat menjadi sorotan pada akhir Desember 2025 lalu, sejumlah laporan baru kembali muncul yang mengindikasikan bahwa akun PSN diduga dapat dibajak melalui celah pada sistem verifikasi dukungan pelanggan Sony Interactive Entertainment. Yang membuat situasi ini mengkhawatirkan adalah metode yang disebut cukup sederhana; pelaku hanya membutuhkan PSN ID serta satu data transaksi lama untuk menipu tim support sebagai pemilik sah akun tersebut.

Kasus ini mulai mendapat perhatian luas setelah Colin Moriarty, mantan editor IGN dan salah satu figur ternama di komunitas PlayStation, mengungkap bahwa akunnya telah diretas. Sebelum kejadian itu, ia menerima peringatan dari seorang pengguna lain yang mengklaim bahwa data pribadinya telah dimiliki pihak yang berniat mengambil alih akun tersebut.
Menurut laporan yang beredar di media sosial, pelaku kemudian menghubungi layanan pelanggan Sony dan menggunakan informasi tersebut sebagai bukti kepemilikan. Setelah verifikasi berhasil, email yang terhubung ke akun diganti, dan dalam prosesnya sistem autentikasi dua langkah atau 2FA ikut dinonaktifkan. Dengan kata lain, lapisan keamanan tambahan yang selama ini dianggap sebagai perlindungan utama justru dapat dilewati melalui jalur dukungan pelanggan.
Moriarty dilaporkan berhasil mendapatkan kembali akunnya berkat koneksi internal yang ia miliki. Namun tentu saja tidak semua pengguna memiliki akses serupa. Karena itu, banyak gamer kini mulai khawatir bahwa akun mereka pun berpotensi menghadapi risiko yang sama.
Jika informasi ini terbukti akurat, maka masalahnya bukan terletak pada lemahnya password pengguna, melainkan pada prosedur verifikasi internal yang terlalu mudah dimanipulasi. Hingga artikel ini ditulis, Sony belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan celah keamanan tersebut. Sementara itu, pengguna disarankan untuk tidak mempublikasikan PSN ID secara terbuka, dan tetap memantau aktivitas akun mereka secara berkala.
Bagaimana menurut Anda mengenai celah keamanan yang cukup serius ini? Apakah Sony perlu segera merevisi sistem verifikasi support mereka untuk mencegah kasus serupa terjadi pada lebih banyak pengguna?








