Visual Concepts Lakukan PHK di Tengah Kesuksesan NBA 2K26 dan WWE 2K26
Developer NBA 2K dan WWE 2K, Visual Concepts, dilaporkan melakukan PHK meski kedua franchise mereka tetap mencatat penjualan yang sangat kuat.
Siapa sangka, ternyata di balik gemerlap kesuksesan di industri game modern, kabar mengenai pemutusan hubungan kerja masih terus menjadi cerita yang sulit dihindari. Bahkan studio besar dengan franchise olahraga terlaris sekalipun ternyata tidak sepenuhnya kebal dari langkah efisiensi yang kini semakin umum terjadi di industri gaming dunia barat.
Situasi kelam inilah yang kini dilaporkan menimpa Visual Concepts, studio di balik seri NBA 2K dan WWE 2K. Berdasarkan berbagai unggahan mantan karyawan di LinkedIn, developer milik Take-Two Interactive tersebut dikatakan telah melakukan PHK terhadap sejumlah pegawai dalam jumlah yang hingga saat ini belum diketahui secara pasti.

Salah satu karyawan yang terdampak, software engineer Brittany Thibodeaux, menyebut bahwa banyak orang terkena pemutusan kerja dalam gelombang terbaru ini. Unggahan serupa kemudian bermunculan dari beberapa pegawai lain, termasuk game designer Anna Hodges yang menyatakan bahwa masa kerjanya di studio tersebut resmi berakhir setelah lebih dari tiga tahun bekerja.
Salah satu cerita yang paling menyita perhatian datang dari game designer Nina Marotta. Ia mengungkap bahwa dirinya baru saja didiagnosis menderita gangguan autoimun yang dapat mempersingkat harapan hidupnya, dan justru menerima kabar PHK ketika sedang mengambil cuti sakit. Kisah tersebut memperlihatkan sisi manusiawi dari gelombang restrukturisasi yang sering kali hanya terlihat sebagai angka dalam laporan perusahaan.
Yang membuat kabar ini terasa semakin kontras adalah fakta bahwa Visual Concepts berada di balik dua franchise olahraga paling sukses di industri game saat ini. NBA 2K26 dan WWE 2K26 masih tercatat sebagai salah satu game terlaris setiap bulannya, menunjukkan bahwa performa komersial yang kuat tidak selalu menjamin keamanan profesi tenaga kerja di balik proses pengembangannya.
Pada saat yang sama, perusahaan induk mereka, Take-Two Interactive, juga tengah menikmati lonjakan nilai pasar yang sangat besar berkat antusiasme terhadap Grand Theft Auto VI. Kondisi ini kembali menegaskan realitas industri game modern, di mana pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan tim pengembang tidak selalu berjalan bergandengan tangan.
Hingga artikel ini ditulis, baik Visual Concepts maupun Take-Two Interactive belum memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah karyawan yang terdampak, maupun alasan utama di balik keputusan pemutusan hubungan kerja tersebut.
Bagaimana menurut Anda mengenai gelombang PHK yang terus terjadi di industri game, bahkan di studio yang notabene kuat secara finansial?










