Steam Frame Terancam Makin Mahal Akibat Harga Chip Qualcomm Naik

Reading time:
July 29, 2026
Kenaikan harga chipset Qualcomm dikabarkan dapat membuat perangkat Steam Frame milik Valve menghadapi masalah harga sebelum resmi dirilis.

Bagi gamer, harga sering kali menjadi faktor yang menentukan berhasil atau tidaknya sebuah perangkat gaming baru membujuk mereka untuk membuka dompet. Spesifikasi tinggi memang bisa menjadi magnet yang kuat, tetapi ketika harganya semakin tak terjangkau karena biaya produksinya terus meningkat, tidak sedikit produk yang akhirnya kehilangan daya saing bahkan sebelum sempat menyentuh tangan konsumen.

Masalah inilah yang kini membayangi Valve. Setelah bertahun-tahun perusahaan itu mengembangkan perangkat Steam Frame, kini proyek tersebut kembali diterpa kabar kurang menggembirakan. Bukan karena masalah pengembangan, melainkan akibat kenaikan harga komponen yang mulai melanda industri semikonduktor.

steam frame vr

Laporan terbaru Bloomberg menyebut Qualcomm bersiap menaikkan harga chipset buatannya dalam beberapa bulan ke depan. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya biaya produksi serta harga komponen penting seperti memori, mengikuti tren yang juga mulai dirasakan oleh produsen chip lainnya.

Bagi Valve, situasi tersebut berpotensi menjadi tantangan baru yang mengkhawatirkan, pasalnya Steam Frame disebut akan mengandalkan platform berbasis Qualcomm untuk menghadirkan pengalaman komputasi ringan dengan efisiensi daya tinggi.

Jika rumor tersebut benar, Valve berada di posisi yang tidak mudah. Perusahaan itu bisa saja menyerap kenaikan biaya produksi agar harga jual perangkat VR itu tetap kompetitif, tetapi langkah tersebut tentu akan memangkas margin keuntungannya. Sebaliknya, jika kenaikan biaya langsung dibebankan kepada konsumen, perangkat yang bahkan belum diumumkan secara resmi itu berisiko masuk ke pasar dengan harga yang jauh lebih tinggi dari perkiraan awal.

Bagi gamer, persoalan harga menjadi faktor yang sangat penting. Salah satu alasan Steam Deck berhasil menarik perhatian sejak peluncurannya adalah kombinasi antara performa dan harganya yang relatif terjangkau. Apabila Steam Frame nantinya hadir dengan banderol yang terlalu tinggi akibat kenaikan harga chipset, perangkat tersebut akan menghadapi persaingan yang lebih berat, terutama dari headset VR dan perangkat komputasi portabel lain yang juga terus berkembang.

Terlepas dari semua itu, kondisi ini juga memperlihatkan tantangan yang kini dihadapi hampir seluruh industri gaming hardware. Mulai dari GPU, memori, hingga chipset mobile, biaya produksi terus mengalami kenaikan seiring tingginya permintaan dari sektor AI dan pusat data.

Artinya, Valve bukan satu-satunya perusahaan yang harus memikirkan ulang strategi harga produknya. Namun bagi perangkat baru seperti Steam Frame, yang belum memiliki posisi kuat di pasar, tekanan tersebut bisa terasa jauh lebih besar dibanding produk yang sudah mapan.

Tentu saja, hingga saat ini Valve masih belum mengumumkan Steam Frame secara resmi sehingga seluruh informasi mengenai spesifikasi maupun jadwal peluncurannya masih sebatas rumor. Tidak menutup kemungkinan pula Valve akan terpaksa untuk menundanya, hingga kondisi harga chipset menjadi stabil.

Bagaimana menurut Anda? Jika Steam Frame tetap meluncur dengan harga lebih mahal dari perkiraan, apakah perangkat ini masih cukup menarik untuk dipertimbangkan?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…