Developer PC Berbasis Mac Buat Frame Generation untuk Tingkatkan Gaming
Developer indie membuat aplikasi Frame Generation untuk tingkatkan performa gaming di PC berbasis Mac, meski masih belum bisa dikata sempurna.
Rasanya bukan rahasia bahwa memainkan game di PC berbasis Mac masih terbentur oleh satu masalah klasik; hardware Apple sendiri sebenarnya kuat, tetapi dukungan ekosistem software untuk gaming di sana masih begitu minim. Kini, seorang developer indie mencoba mengisi celah itu dengan menghadirkan aplikasi Frame Generation untuk macOS, yang memungkinkan gamer dapatkan frame rate ideal ketika bermain.
Aplikasi yang dinamakan Adrenaline oleh pembuatnya, Redditor bernama “General-Duty9073”, mencoba membawa teknologi frame generation berbasis AMD FSR yang bisa digunakan oleh lebih banyak game Mac, tanpa harus menunggu developer game berikan fitur itu secara resmi. Bahkan developer itu bagikan aplikasinya secara gratis di App Store.

Pendekatan seperti ini sebenarnya menarik, terutama karena AMD sejak awal memang merancang FidelityFX Super Resolution sebagai teknologi yang relatif terbuka dan dapat digunakan di berbagai hardware. FSR sendiri pertama kali diperkenalkan pada 2021 sebagai solusi upscaling yang menekankan kompatibilitas luas sebagai kelebihannya.
Namun, implementasi aplikasi tersebut justru memperlihatkan bahwa membawa frame generation ke platform lain tidak sesederhana menambahkan teknologi interpolasi frame. Developer menggunakan AMD FSR 1 sebagai bagian dari solusi, sementara implementasinya masih menghadapi sejumlah kompromi teknis yang membuat hasil akhirnya belum mampu memberikan pengalaman sebaik teknologi frame generation di Windows.
Justru dari sinilah permasalahan utamanya muncul. FSR 1 pada dasarnya merupakan teknologi spatial upscaling generasi awal, bukan teknologi frame generation terbaru. AMD sendiri sudah membawa FSR jauh lebih canggih saat ini. FSR Redstone, misalnya, telah menggabungkan teknologi berbasis machine learning untuk upscaling, frame generation, hingga ray regeneration.
Perbedaan generasi tersebut tentu memiliki konsekuensi terhadap kualitas visual. Frame generation membutuhkan informasi gerakan yang cukup akurat agar frame tambahan tidak menghasilkan artefak, ghosting, atau objek yang terlihat tidak natural. Ketika teknologi lama dipaksa digunakan melalui aplikasi pihak ketiga, hasil akhirnya sangat bergantung pada seberapa bagus game itu berjalan di Mac, dan sayangnya sering kali belum memenuhi harapan.
Meski demikian, eksperimen ini tetap menarik karena menunjukkan arah pengembangan yang seharusnya dikejar untuk wujudkan gaming berkualitas di Mac. Apple memang memiliki hardware dengan performa grafis yang semakin serius, tetapi dukungan teknologi gaming seperti DLSS, FSR, dan frame generation tidak selalu tersedia seperti pada PC Windows.
Masalah lainnya adalah latency. Frame generation memang dapat membuat angka FPS terlihat jauh lebih tinggi, tetapi frame tambahan tidak otomatis membuat game terasa sama responsifnya seperti frame yang benar-benar dirender oleh GPU. Karena itu, peningkatan angka FPS harus dibarengi dengan basis frame rate dan latency yang cukup baik dari game sendiri, agar peningkatan performanya terlihat natural.
Terlepas dari semua masalah itu, eksperimen seperti ini tetap bernilai positif. Daripada menunggu Apple, AMD, atau developer game yang memberikan solusi resmi, pendekatan tersebut mencoba menunjukkan bahwa komunitas software sebenarnya mampu untuk membawa kenyamanan bermain di PC gaming berbasis Windows ke ekosistem Mac.
Bagaimana menurut Anda mengenai dikembangkannya Frame Generation secara indie untuk Mac seperti ini?










