Memori RAM DDR5 32GB Kini Sentuh Angka US$400
Harga memori RAM DDR5 32GB 6000 MT/s kini tembus US$400, membuat biaya rakit PC gaming semakin mahal di tengah krisis memori global.
Kondisi pasar memori RAM DDR5 kembali membuat rakit PC gaming semakin tidak masuk akal. Memori 32GB DDR5-6000 yang selama ini dianggap sebagai pilihan ideal untuk gaming kini sudah menembus kisaran US$400, atau sekitar Rp6,7 juta jika dikonversi secara kasar. Kenaikan ini bukan sekadar membuat satu komponen lebih mahal, tetapi juga mengubah perhitungan biaya sebuah PC gaming secara keseluruhan.
Menurut pemantauan Tom’s Hardware, harga untuk kit 32GB DDR5-6000 kini berada di atas US$400 di pasar Amerika Serikat. Padahal, DDR5-6000 selama ini populer karena menawarkan titik keseimbangan antara kecepatan, kapasitas, dan harga untuk platform PC gaming. Dengan harga setinggi itu, RAM saja sudah mengambil porsi besar dari anggaran yang sebelumnya cukup untuk membangun PC gaming kelas menengah.

Masalahnya menjadi lebih kentara jika dibandingkan dengan kondisi pasar sebelumnya. Pada 2025, memori DDR5 32GB masih bisa ditemukan dengan harga jauh lebih rendah, bahkan pemantauan Tom’s Hardware mencatat salah satu kit premium 32GB DDR5-6000 pernah berada di US$159,99. Kini, harga tersebut sudah melonjak lebih dari dua kali lipat, sementara beberapa memori 32GB DDR5-6000 di pasar bahkan berada mendekati US$400 atau lebih.
Kenaikan tersebut jelas merupakan dampak dari kelangkaan pasokan akibat tingginya kebutuhan infrastruktur AI, yang mengurangi kapasitas produksi DRAM demi HBM, yang jauh lebih menguntungkan. Dampaknya terasa sampai ke pasar PC konsumen, dengan harga berbagai opsi memori DDR5 meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Berkat kondisi yang merugikan ini, anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk GPU atau CPU kini harus lebih banyak diberikan kepada RAM. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan mendorong konsumen mempertimbangkan PC prebuilt, atau menunda upgrade. Kondisi ini juga menjelaskan mengapa konfigurasi DDR4 kembali menarik bagi sebagian pengguna, meskipun pasar itu pun juga terkena dampak dari kelangkaan komponen dengan adanya kenaikan harga.
Bagaimana menurut Anda mengenai kembali naiknya harga DDR5 menjelang penghujung tahun 2026 ini?










