NVIDIA DLSS 5 Kini Dikabarkan Jalan di GPU Lawas RTX 20 Series

Reading time:
September 3, 2026
NVIDIA DLSS 5 yang bocor beberapa waktu lalu kini berhasil dimodifikasi agar berjalan di RTX 20, game lawas, API lama, hingga emulator PCSX2.

Setelah teknologi grafis NVIDIA DLSS 5 alami kebocoran beberapa waktu lalu, komunitas dan modder seakan berlomba untuk mencobakannya ke berbagai platform dan game. Setelah berhasil menjalankannya di RTX 30 yang seharusnya tidak masuk ke dalam perangkat yang didukung resmi, kini modder mendorongnya lebih jauh ke GPU lawas RTS 20 Series.

Melalui informasi dari media sosial, eksperimen itu memanfaatkan versi DLSS 5 Neural Rendering yang bocor dari build awal NBA 2K27. Komunitas kemudian memodifikasi runtime tersebut agar dapat bekerja pada GPU yang lebih tua. Salah satu proyek bernama DLSS5-Feeder bahkan memungkinkan teknologi tersebut digunakan pada game yang tidak memiliki dukungan DLSS secara native, dengan jalur kompatibilitas untuk DirectX 11, DirectX 12, game 32-bit, DirectX 9 melalui wrapper, hingga Vulkan.

nvidia

Lebih menariknya lagi, cakupannya ternyata tidak berhenti pada game PC baru saja. Pengujian komunitas dilaporkan berhasil menerapkan Neural Rendering pada sejumlah game lama seperti Metro 2033 Redux, Splinter Cell: Blacklist, BioShock Remastered, dan Fable Anniversary. Bahkan Manhunt yang dijalankan melalui emulator PCSX2 turut menjadi korban, membuka kemungkinan bahwa teknologi AI NVIDIA itu dapat digunakan untuk memperbarui tampilan game yang sama sekali tidak pernah dirancang dengan DLSS.

Namun, eksperimen ini sekaligus memperlihatkan mengapa NVIDIA membatasi DLSS 5 pada perangkat keras yang lebih baru. Pada RTX 30, misalnya, eksperimen awal di sana memaksa workload GPU melebihi kemampuannya dan menghasilkan penurunan performa yang ekstrem. Pengujian Deep Rock Galactic pada RTX 3080 bahkan dilaporkan turun dari sekitar 138 FPS menjadi hanya 4 FPS ketika DLSS 5 diaktifkan.

Tampaknya tidak puas dengan hasil itu, kini komunitas mulai mencoba menggunakan jalur Floating Point FP16 untuk GPU Turing dan Ampere sehingga kompatibilitasnya lebih baik, tidak seperti pada eksperimen di RTX 3080 yang masih gunakan FP8 yang memang dirancang untuk AI, tetapi menghasilkan perhitungan yang tidak akurat dan beban yang tinggi.

Bila komunitas dan modder memang dapat menerjemahkan teknologi terbaru dari NVIDIA itu ke dalam format yang bisa diterima oleh GPU lawas, maka hal ini menjadi terobosan yang sangat menarik untuk meningkatkan kualitas visual untuk gamer budget, dan game dengan spesifikasi rendah yang tidak miliki visual indah.

Perkembangan ini menarik untuk diikuti karena memperlihatkan bahwa batas kompatibilitas DLSS 5 ternyata tidak sepenuhnya ditentukan oleh game. Komunitas berhasil menyediakan data yang dibutuhkan Neural Rendering, bahkan untuk software yang tidak mengenal DLSS, tetapi harga yang harus dibayar bisa sangat besar dalam bentuk FPS rendah, latency tinggi, artefak gambar, hingga elemen interface game yang ikut diubah.

Bagaimana menurut Anda mengenai keberhasilan modder dan komunitas untuk menyematkan DLSS 5 ke tempat yang tidak seharusnya?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…