Petit Planet Perlihatkan Spesifikasi Recommended Untuk Final CBT

Reading time:
September 28, 2026
Menjelang dimulainya Final CBT untuk Petit Planet, HoYoverse mulai bagikan key untuk pesertanya, dan juga spesifikasi recommended untuk bermain.

Ekspansi HoYoverse untuk meluaskan sayapnya menuju genre gaming selain action RPG merupakan sesuatu yang menyegarkan, dan Petit Planet merupakan salah satu game yang dinantikan oleh banyak gamer. Mendekati masa Final Closed Beta Test yang akan segera berlangsung di September ini, HoYoverse telah mulai bagikan key untuk peserta yang terpilih, dan juga yang paling menarik adalah spesifikasi recommended untuk bisa memainkannya.

Untuk pemain di PC, Petit Planet akan membutuhkan Windows 10 atau versi lebih baru, dengan prosesor minimal Intel Core i5 generasi ke-11 atau AMD Ryzen 5 5000 Series. Kebutuhan grafisnya berada di kelas NVIDIA GeForce RTX 2060 atau AMD Radeon RX 5600 XT, sementara RAM yang disarankan mencapai 16 GB atau lebih. Pemain juga perlu menyiapkan sekitar 18 GB ruang penyimpanan.

petit planet

Kebutuhan tersebut menunjukkan bahwa versi PC Petit Planet tidak ditujukan untuk perangkat dengan spesifikasi terlalu rendah dan juga tidak butuh perangkat terlalu tinggi. Kartu grafis RTX 2060 dan RX 5600 XT merupakan GPU kelas menengah dari beberapa tahun lalu, memperlihatkan HoYoverse memang sengaja mengincar pasar pemain yang terluas untuk bisa menikmati game ini dengan grafik tertingginya.

Sedangkan untuk pengguna mobile seperti iOS, persyaratannya lebih sederhana lagi. Game ini dapat berjalan pada iOS 14 atau lebih baru dan membutuhkan setidaknya iPhone XS, sementara iPhone XR tidak termasuk perangkat yang didukung. Permintaan RAM minimal yang tercantum adalah 4 GB, dengan kebutuhan penyimpanan sekitar 10 GB. Model iPad dengan performa chip yang setara atau lebih baik juga didukung.

Sementara itu, pemain Android membutuhkan Android 9.0 atau lebih baru, prosesor minimal setara Snapdragon 855, MediaTek Dimensity 1000, atau Kirin 990, serta RAM 6 GB atau lebih. Versi ini memerlukan sekitar 12 GB ruang penyimpanan. Pengembang juga menegaskan bahwa emulator Android belum didukung dalam Final Closed Beta ini.

Terlepas dari semua kebutuhan perangkat itu, Petit Planet sendiri membawa konsep sebagai simulasi kehidupan galaksi yang berfokus pada aktivitas santai. Pemain berperan sebagai Planet Tender yang mengembangkan dunia kecil mereka menggunakan benih misterius bernama Luca. Benih tersebut dapat ditanam dan dirawat hingga tumbuh menjadi bagian dari planet, sekaligus membuka lingkungan dan ekosistem baru untuk dijelajahi.

petit planet

Aktivitas sehari-harinya juga dirancang lebih santai dibanding game HoYoverse pada umumnya. Pemain bisa mengumpulkan bunga dan rumput, memancing, menangkap serangga, hingga memasak. Ada pula sistem rumah dan dekorasi yang memungkinkan pemain mengatur furnitur serta mempercantik tempat tinggal maupun permukaan planet sesuai keinginan.

Aspek sosial menjadi bagian penting lainnya melalui area Starsea. Komunitas pemain dapat berkumpul untuk piknik, menikmati api unggun bersama, melakukan aktivitas melihat bintang secara multiplayer, hingga bertukar barang. Dengan fokus tersebut, Petit Planet lebih menempatkan eksplorasi, kreativitas, dan interaksi pemain sebagai inti pengalaman ketimbang pertarungan.

Petit Planet sendiri dijadwalkan meluncur secara global pada Winter 2026, dengan periode sekitar Desember menjadi kemungkinan waktu rilis berdasarkan jadwal tersebut. Sebelum itu, Final Closed Beta ini menjadi kesempatan untuk menguji pengalaman game sekaligus melihat bagaimana konsep life simulation bergaya cozy ini berjalan di berbagai perangkat.

Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah perangkat Anda sudah siap untuk bisa memainkan game ini ketika rilis kelak?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

September 22, 2026 - 0

Review Dune Awakening: Selamat Datang di Arrakis! Planet Paling Berharga di Semesta Dune!

Selamat datang di Arrakis! Sebuah planet yang hampir seluruh permukaannya…
November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…