Steam Diprediksi Akan Pecahkan Rekor Keuntungan Pada Akhir Tahun 2026
Steam diproyeksikan akan menembus rekor keuntungan US$20 miliar pada 2026 setelah mencatat US$16,5 miliar dalam 9 bulan pertama di 2026.
Sebagai platform PC gaming terbesar di dunia, Steam memang selalu mencetak keuntungan besar setiap tahunnya. Namun tahun ini tampaknya platform milik Gabe Newell itu akan cetak rekor keuntungan baru, setelah melihat performa yang diperlihatkan selama 9 bulan di 2026 ini.
Berdasarkan estimasi dari Alinea Analytics, Steam disebut menghasilkan sekitar US$1,7 miliar sepanjang September 2026 ini, naik sekitar 13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan total pendapatan mencapai US$16,5 miliar dalam sembilan bulan pertama, analis Alinea memperkirakan Steam akan melewati keuntungan per tahun US$20 miliar untuk pertama kalinya di 2026 ini.

Kinerja tersebut juga membuat kuartal ketiga 2026 menjadi yang terbesar bagi Steam, dengan pendapatan sekitar US$5,5 miliar, naik 12 persen secara tahunan. Artinya, Valve hanya membutuhkan sekitar US$3,5 miliar lagi sepanjang Oktober hingga Desember untuk melewati batas US$20 miliar. Rhys Elliott, Head of Market Analysis Alinea Analytics, menilai jadwal rilis game pada kuartal terakhir tahun ini cukup kuat untuk mendorong Steam melampaui target tersebut.
September sendiri tidak hanya ditopang oleh game-game lama. Wardogs menjadi game premium dengan pendapatan terbesar di Steam selama bulan tersebut, menghasilkan sekitar US$86,9 juta setelah memasuki Early Access pada 10 September. Alinea juga mencatat Onimusha: Way of the Sword menghasilkan US$30,4 juta di Steam pada September, sementara The Blood of Dawnwalker mencapai sekitar US$26,9 juta. Kombinasi game baru dan franchise yang sudah dikenal membuat bulan tersebut memiliki kontribusi yang cukup tinggi.
Menariknya, data Alinea menunjukkan bahwa kesuksesan September Steam tidak sepenuhnya bergantung pada IP baru. Dari 500 game dengan pendapatan tertinggi di bulan tersebut, sekitar 79,5 persen pendapatan berasal dari IP yang sudah mapan, sedangkan IP baru yang dirilis pada 2026 menyumbang 20,5 persen. Game yang dirilis pada 2026 menghasilkan 33,6 persen pendapatan kelompok tersebut.
The Witcher 3: Wild Hunt Remastered menjadi salah satu contoh paling jelas. Setelah versi remaster dirilis pada 29 September, Alinea mencatat game tersebut mencapai sekitar 2,4 juta daily active users di Steam, PlayStation, dan Xbox secara gabungan. Angka itu lebih dari sepuluh kali rata-rata aktivitas hariannya sepanjang 2026. Pada satu hari yang sama, The Witcher 3 juga terjual sekitar 130 ribu kopi di ketiga platform tersebut, menjadi penjualan harian terbaiknya setelah periode diskon besar pada 2024.
Game gratis juga tetap memberikan kontribusi besar. Menurut Alinea, Counter-Strike 2, Apex Legends, PUBG, dan Dota 2 menghasilkan hampir US$168 juta di Steam selama September, atau hampir 10 persen dari seluruh pendapatan platform pada bulan tersebut. Secara keseluruhan, game free-to-play menyumbang 25,6 persen pendapatan dari 500 game berpendapatan tertinggi.
Steam masih memiliki beberapa sumber pendapatan besar untuk kuartal terakhir. Oktober menghadirkan Gears of War: E-Day, Star Wars: Galactic Racer, dan Hellraiser: Revival, sementara November membawa Gravhounds dan Edge of Memories. Resident Evil Requiem, Crimson Desert, dan Slay the Spire 2 juga diperkirakan terus menghasilkan penjualan sepanjang periode tersebut. GTA 6 menjadi pengecualian besar karena versi PC belum dirilis bersamaan dengan versi console, sehingga tidak ikut memberikan kontribusi kepada Steam di 2026.
Jika estimasi Alinea terwujud, Steam akan menutup 2026 dengan pencapaian pendapatan tahunan terbesar yang belum pernah dicapai sebelumnya. Bagi industri gaming, performa ini menunjukkan bahwa pasar PC merupakan penghasil uang yang jauh lebih besar bila dibandingkan dengan pasar console, dan besar kemungkinan masih akan terus bertumbuh ke depannya.
Bagaimana menurut Anda mengenai pencapaian yang akan diraih oleh platform PC gaming milik Valve itu di 2026 ini? Apakah Anda juga termasuk gamer yang rajin menyumbangkan uang untuk menikmati jajaran gaming di sana?









