Pimax Spation Siap Jadi PC Gaming Mini Berbasis SteamOS
Pimax Spation hadir sebagai mini PC gaming dengan kekuatan yang mumpuni, serta didukung oleh sistem operasi SteamOS dan Windows.
Meskipun PC gaming dengan casing tower berukuran besar masih menjadi favorit gamer hingga saat ini, tetapi pada kenyataannya tidak sedikit pula gamer yang lebih memilih casing mini untuk PC gaming, terutama untuk menghemat tempat. Guna memenuhi pasar itu, Pimax menghadirkan Spation, mini PC yang dirancang untuk gaming dengan performa tinggi, VR, dan didukung oleh SteamOS.
Pimax memperkenalkan Spation pada 6 Oktober 2026 dalam acara peluncuran produk yang juga menghadirkan headset VR Crystal Pro dan controller VR barunya. Mini PC ini mendukung Windows maupun SteamOS, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan Valve untuk ekosistem gaming PC. Pimax menempatkannya sebagai komputer untuk menjalankan game PC dan pengalaman VR kelas atas, sekaligus menawarkan opsi konfigurasi siap pakai maupun barebone bagi pengguna yang ingin memilih komponen sendiri. Harga dan tanggal pengirimannya belum diumumkan.


Untuk konfigurasi utamanya, Spation menggunakan AMD Ryzen 7 9800X3D, dipadukan dengan opsi GPU Radeon RX 9070 XT atau GeForce RTX 5070 Ti. Prosesor Ryzen tersebut dikenal mengandalkan teknologi 3D V-Cache untuk membantu performa gaming, sedangkan kedua kartu grafisnya menyasar kelas performa tinggi.
Kombinasi ini membuat Spation bukan sekadar mini PC untuk game ringan atau emulasi, melainkan sistem yang dirancang untuk menangani game AAA dan aplikasi VR yang membutuhkan tenaga grafis besar. Pimax juga mencantumkan memori DDR5 32GB serta SSD NVMe PCIe 5.0 berkapasitas 1TB pada konfigurasi yang dipublikasikan.
Salah satu hal yang cukup menarik untuk ditelaah justru terletak pada rancangan internalnya. Spation menggunakan motherboard Mini-ITX dengan kartu grafis yang dipasang mendatar melalui kabel PCIe riser, sehingga komponen desktop dapat dimasukkan ke dalam casing yang lebih ringkas.


Guna memasok listrik untuk seluruh perangkat tersebut, Pimax menggunakan Power Supply SFX 1000W. Kapasitas daya ini memberikan ruang untuk komponen berdaya tinggi seperti RTX 5070 Ti, sesuatu yang sangat penting untuk bisa memainkan game AAA dengan setting tinggi.
Sedangkan dari sisi konektivitas, Spation membawa Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, Ethernet 2,5 Gbps, dua DisplayPort 2.1, satu HDMI 2.1, serta USB-C dengan DisplayPort 1.4a. Tersedia pula satu USB4 dan enam port USB-A 3.2 Gen 2. Keberadaan koneksi ini sangat penting, mengingat adanya dukungan VR di mini PC gaming ini, yang perlu menghubungkan headset, controller, sensor, dan perangkat tambahan lain secara bersamaan ke PC.
Pimax juga menawarkan versi barebone yang memungkinkan pengguna memasang GPU dan berbagai komponennya sendiri. Fleksibilitas tersebut jelas sangat menarik untuk gamer yang suka merakit sendiri PC gaming, meskipun harga paket dasar dan total biaya setelah komponen ditambahkan masih belum diketahui.


Dukungan SteamOS juga membutuhkan perhatian khusus untuk mini PC ini. Pasalnya, sistem operasi buatan Valve ini tidak otomatis menjamin semua konfigurasi bisa berjalan dengan optimal. SteamOS berfokus pada pengalaman gaming berbasis Linux, sementara kompatibilitas driver GPU dan perangkat VR lebih condong ke Windows.
Pimax menyatakan bahwa aplikasi Pimax Play juga sedang disiapkan untuk Linux, supaya headset VR buatannya dapat digunakan tanpa terlalu bergantung pada Windows. Namun, bagi pengguna yang memilih RTX 5070 Ti, dukungan driver NVIDIA dan kompatibilitas VR di Linux masih perlu diperhatikan sebelum menjadikan SteamOS sebagai sistem operasi utama. Windows kemungkinan tetap menjadi pilihan yang lebih praktis bagi sebagian pengguna VR.
Bagaimana menurut Anda? Apakah mini PC sekelas ini layak menjadi alternatif PC gaming desktop, atau lebih masuk akal merakit PC Mini-ITX sendiri agar komponen dan biayanya bisa dikendalikan?








