ATK Luncurkan Blazing Sky Phantom, Mouse Esports Berbahan Carbon Fiber
ATK GEAR luncurkan mouse gaming Blazing Sky Phantom, menawarkan bobot sangat ringan, sensor kelas esports, dan polling rate tinggi.
Bagi gamer yang serius di ranah gaming kompetitif, menggunakan mouse gaming ringan merupakan keuntungan besar selain tentunya sensor yang akurat. Namun, mengurangi bobot perangkat tanpa mengorbankan responsivitas tetap menjadi tantangan tersendiri, sesuatu yang tampaknya ingin dijawab oleh ATK GEAR. Melalui Blazing Sky Phantom, produsen periferal itu hadirkan mouse gaming nirkabel berbahan komposit serat karbon yang begitu ringan.
ATK Blazing Sky Phantom diperkenalkan di situs resminya sebagai bagian dari lini Blazing Sky. Perangkat ini mengandalkan sensor optik PAW3955 Master, microcontroller Nordic 54LM20, serta firmware ApexShark MAX untuk menunjang kebutuhan gaming kompetitif. Kombinasi tersebut dirancang untuk menghadirkan tracking gerakan yang presisi sekaligus respons input yang cepat.
Daya tarik utamanya tentu saja terletak pada bobot 44 gram dengan toleransi sekitar 3 gram. Cangkangnya menggunakan material komposit serat karbon dengan pola lubang geometris yang membantu mengurangi bobot lebih jauh, sementara desain simetris berprofil rendah ditujukan untuk mendukung berbagai gaya genggaman. Bermodalkan dimensi 119,7 × 62,5 × 37,3 mm, Phantom mengincar pengguna dengan tangan kecil hingga sedang, yang menginginkan mouse ringkas untuk melakukan gerakan cepat.
Dari sisi performa, sensor PAW3955 Master mendukung sensitivitas hingga 50.000 DPI. Angka tersebut memang jauh melampaui kebutuhan mayoritas pemain, tetapi fleksibilitas pengaturan sensitivitas dan jarak angkat sensor yang cukup ketat membuatnya cocok dengan preferensi penggunaan sebagian besar gamer kompetitif. ATK juga mengklaim adanya latensi klik serendah 0,174 milidetik, dengan dukungan polling rate 8.000 Hz dalam mode kabel maupun nirkabel 2,4 GHz.
Phantom juga menggunakan switch optik Omron dan encoder mouse wheel optik Raesha. Kombinasi ini melengkapi pendekatan ATK yang mengutamakan respons cepat pada berbagai komponen inputnya. Pengguna juga dapat mengatur DPI, polling rate, dan fungsi tombol melalui perangkat lunak ATK HUB 3.0, sehingga konfigurasi mouse bisa disesuaikan dengan kebutuhan game maupun kebiasaan bermain.


Untuk daya baterai, ATK menyematkan baterai berkapasitas 300 mAh dengan klaim ketahanan hingga 200 jam pada polling rate 1.000 Hz. Angka tersebut tentunya tergantung pada penggunaannya, karena konsumsi daya dapat meningkat ketika polling rate dinaikkan ke 4.000 atau 8.000 Hz.
Desain Phantom disebutkan tersedia dalam empat pilihan warna, yakni Dune, Verge, Eon, dan Prime. Pada toko resmi ATK, harganya tercantum sekitar US$99,98 atau sekitar 1,8 jutaan Rupiah, meski harga akhir dapat berbeda bergantung pada wilayah, pajak, dan biaya pengiriman.
Menurut Anda, apakah mouse gaming yang begitu ringan seperti ini cukup menarik untuk dijadikan perangkat gaming kompetitif?









