Keychron Carbon 60 HE 8K Hadirkan Keyboard Berbahan Serat Karbon
Keychron Carbon 60 HE 8K datang dengan bawa material premium untuk eksteriornya dan performa kompetitif di dalamnya.
Rasanya sudah menjadi standar untuk keyboard gaming dengan performa tinggi untuk mengandalkan fitur seperti Rapid Trigger dan polling rate tinggi, terutama ketika mereka mengincar pasar gamer kompetitif. Keychron tampaknya mencoba menawarkan sesuatu yang berbeda lewat Carbon 60 HE 8K, keyboard berukuran ringkas yang menggunakan material serat karbon pada hampir seluruh struktur utamanya, membuatnya begitu ringan dan kokoh.
Menurut spesifikasi pada situs resminya, Keychron Carbon 60 HE 8K menggunakan layout 60% yang menghilangkan sejumlah tombol khusus demi menghemat ruang di meja. Dimensi ini memang menjadi pilihan utama bagi gamer yang mengutamakan ruang gerak mouse lebih luas, terutama saat bermain game kompetitif.


Hal paling unik dari keyboard ini adalah penggunaan forged carbon fiber, yakni material komposit serat karbon yang dibentuk untuk menghasilkan struktur kokoh dan ringan. Keychron mengklaim material yang digunakan memiliki kandungan serat karbon sebesar 60% dan kekuatan hingga sepuluh kali lipat plastik.
Tidak seperti keyboard yang hanya memakai serat karbon pada bagian casing saja, Carbon 60 HE 8K juga disebut menggunakannya pada keycap dan plate. Oleh sebab itu, bobot keseluruhannya hanya 740 gram saja, jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan Keychron Q2 HE 8K berbodi aluminium yang mencapai 1.650 gram.
Untuk kebutuhan gaming kompetitif, Carbon 60 HE 8K mengandalkan switch magnetik Ultra-Fast Lime. Titik aktivasi tombol di sana dapat diatur dalam rentang 0,1 hingga 3,5 mm dengan penyesuaian sekecil 0,005 mm. Keyboard ini juga mendukung polling rate 8.000 Hz, Rapid Trigger untuk mendeteksi perubahan tekanan tombol dengan cepat, SOCD untuk mengatur input arah yang berlawanan, serta Dynamic Keystroke.


Seluruh pengaturan tersebut dapat dikustomisasi melalui Keychron Launcher, termasuk pemetaan tombol, makro, dan pencahayaan RGB. Meski dipasarkan dengan switch Lime sebagai bawaannya, keyboard ini juga disebut dapat menggunakan switch magnetik lain yang kompatibel dengan konfigurasi N-pole. Namun, kompatibilitas tersebut tetap bergantung pada spesifikasi switch yang digunakan, sehingga tidak semua switch magnetik bisa langsung dipasang.
Keyboard berbahan serat karbon ini dibanderol dengan harga US$234,99 sekitar Rp3,9 juta sebelum pajak dan biaya impor. Berdasar harga itu, Carbon 60 HE 8K jelas menyasar segmen premium, bukan gamer yang sekadar membutuhkan keyboard cepat dengan harga terjangkau.
Menurut Anda, apakah bahan serat karbon di keyboard ini dapat menjadi daya tarik yang besar untuk keluarkan uang cukup banyak demi membelinya?








