Sony Hadiahkan US$50 Ribu Untuk Hacker Penemu Komponen Jailbreak
Sony membayar hadiah US$50.000 untuk hacker yang melaporkan celah keamanan PS5 yang menjadi salah satu komponen jailbreak.
Eksploit pada console memang selalu menjadi incaran komunitas jailbreak, karena bisa membuka fungsi yang dikunci dan tidak disediakan secara resmi oleh produsen perangkat. Namun, kasus terbaru seputar PlayStation 5 justru memperlihatkan benturan kepentingan di antara para peneliti keamanan itu sendiri. Sony dilaporkan membayar hadiah sebesar US$50.000 kepada peneliti bernama Jordy setelah ia melaporkan celah keamanan PS5, dan memicu kemarahan dari komunitas jailbreak Linux.
Jordy membagikan kabar tersebut melalui HackerOne, platform yang digunakan untuk menerima laporan kerentanan keamanan dari peneliti independen. Ia mengungkapkan bahwa hadiah tersebut berkaitan dengan celah keamanan kritis pada PS5. Celah yang dibahas itu diduga berada di lapisan hypervisor, yaitu komponen sistem yang membantu mengisolasi dan mengendalikan lingkungan executable di tingkat software.
Eksploitasi pada lapisan ini dapat membuka jalan untuk menjalankan kode yang biasanya dibatasi oleh sistem keamanan console. Meski begitu, Sony belum mengungkapkan secara terbuka apakah celah yang mendapat hadiah tersebut benar-benar identik dengan bug yang sebelumnya ditemukan peneliti lain untuk melakukan jailbreak.
Kontroversi ini semakin besar karena peneliti keamanan Andy Nguyen, yang dikenal dengan nama theflow0, dikabarkan telah menemukan celah serupa lebih dahulu. Nguyen tengah mengembangkan proyek untuk menjalankan Linux di PS5 dan berencana menunda pelaporan celah tersebut hingga Grand Theft Auto VI dirilis pada 19 November 2026.
Tujuannya agar pemilik console masih memiliki kesempatan memainkan game secara resmi sekaligus mempertahankan akses ke eksploit Linux selama celah itu belum ditambal. Namun, rencana tersebut berubah setelah peneliti lain juga dilaporkan menemukan celah serupa dengan bantuan AI.
Jordy mengaku akhirnya memilih melaporkan temuannya karena khawatir kehilangan kesempatan memperoleh hadiah jika peneliti lain lebih dahulu mengirim laporan ke Sony. Ia juga mengakui menggunakan bantuan tools AI untuk membantu menemukan bug tersebut.
Keputusan ini ternyata sampai memicu perdebatan tentang apakah peneliti seharusnya mengutamakan kesepakatan informal dengan sesama anggota komunitas atau mengambil hadiah resmi sebelum celah yang sama dilaporkan orang lain. Bagi Jordy, laporan keamanan merupakan kesempatan memperoleh imbalan finansial, sedangkan bagi sebagian komunitas jailbreak, waktu pelaporan memiliki konsekuensi yang lebih luas.
Dampaknya paling langsung dirasakan oleh pengembang proyek PS5 Linux. Nguyen menyatakan akan menghentikan pekerjaannya setelah celah tersebut dilaporkan, termasuk rencana memperluas dukungan untuk PS5 Pro pada 2027. Setelah ini, update firmware Sony untuk menutup celah itu pastinya akan segera datang.
Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana AI dapat mengubah dinamika riset keamanan cyber. Tools tersebut dapat membantu peneliti menemukan kerentanan dengan lebih cepat, meski tentu saja kecepatan itu juga dimiliki oleh peneliti lain yang juga menggunakan AI, hingga memicu adanya beradu cepat untuk mengumumkan temuannya.
Pada akhirnya, konflik ini bukan sekadar soal hadiah US$50.000, melainkan perbedaan tujuan antara produsen console, peneliti keamanan, dan komunitas yang menginginkan kendali lebih luas atas perangkat miliknya. Sony berkepentingan menjaga keamanan ekosistem PlayStation, sementara komunitas homebrew ingin mengeksplorasi kemampuan perangkat di luar fungsi resminya.
Bagaimana menurut Anda sendiri mengenai konflik yang terjadi di ranah peneliti cyber seperti ini?









