Capcom Matikan Server Street Fighter V Demi Atasi Masalah Keamanan
Capcom matikan server Street Fighter V dan hentikan penjualan di PS Store serta Steam untuk sementara akibat masalah keamanan PHP yang serius.
Tahukah Anda mengenai masalah keamanan cyber yang libatkan PHP pada 21 Oktober lalu? Celah keamanan yang ditemukan pada bahasa pemrograman untuk jalankan website dan layanan online itu memungkinkan hacker untuk menyerang server dan sebabkan gangguan layanan hingga pencurian data pengguna. Ternyata, Street Fighter V juga turut terkena dampaknya, dengan keputusan Capcom untuk matikan server sementara.
Pada 27 Oktober 2026, Capcom mengonfirmasi via media sosial bahwa server Street Fighter V versi PlayStation 4 dan PC Steam sedang menjalani pemeliharaan darurat untuk memperkuat keamanan terkait bahasa pemrograman PHP. Selama proses tersebut berlangsung, fitur yang membutuhkan koneksi online dinonaktifkan. Bahkan penjualan game digital di PS Store dan Steam juga dihentikan sementara hingga perbaikan selesai.

Masalah ini berkaitan dengan dua kerentanan kritis PHP yang terungkap pada pekan sebelumnya. Celah tersebut menjadi perhatian besar karena memungkinkan penyerang menjalankan kode dari jarak jauh pada server yang rentan. PHP sendiri banyak digunakan untuk membangun situs web dan layanan online, sehingga dampaknya tidak terbatas pada industri game.
Bagi pemain yang sudah memiliki game ini, kabar baiknya adalah konten offline masih dapat dimainkan. Mode seperti Arcade, Story, Training, dan pertarungan lokal tetap tersedia tanpa perlu mengakses layanan online. Sebaliknya, fitur yang mengandalkan koneksi jaringan, termasuk pertandingan peringkat dan matchmaking online, untuk sementara tidak bisa digunakan.
Kasus ini memperlihatkan betapa rentannya keamanan game yang memiliki ketergantungan pada layanan online dan perangkat lunak pendukungnya. Meski Street Fighter V dirilis pada 2016, sistem yang digunakan untuk menjalankan layanan daringnya tetap perlu mewaspadai dan mengikuti perkembangan ancaman keamanan cyber terbaru.
Bagi pemain, dampak paling terasa adalah hilangnya akses sementara ke pertandingan online terutama untuk pemain yang memang sedang mengejar ranking online, sementara Capcom harus memastikan perbaikan dilakukan tanpa membuka celah baru di masa depan.
Untuk saat ini, pemain hanya perlu menunggu pengumuman resmi berikutnya dari Capcom sebelum fitur online dan penjualan kembali tersedia. Sayangnya, belum ada tanggal pasti untuk pemulihan layanan itu.
Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah penghentian layanan ini turut berdampak kepada aktivitas online gaming Anda?









