By

March 30, 2012   ·  

Pantang menyerah, potensi kekuatan yang besar, naif, tak mengenal rasa takut, dan berjalan dalam garis moral tanpa celah memang cukup menggambarkan sosok kepahlawanan salah satu karakter anime paling “klise” ini – Naruto. Sebagai salah satu anime yang berhasil mencapai popularitas yang luar biasa di Indonesia, Naruto memang telah menjelma menjadi sosok tokoh idola bagi sebagian besar anak-anak di masa sekarang. Gerakan pemungkas andalan yang digambarkan destruktif, plot dan konflik yang memancing rasa penasaran, dan gaya visualiasi yang indah memang membuat anime ini mendapatkan basis fans yang terhitung besar. Tidak mengherankan jika banyak developer yang berusaha mengadaptasikannya sebagai sebuah video game.

Kehadiran Naruto di jagat industri game memang bukan lagi sesuatu yang baru. Sejak popularitasnya baru menanjak, ia sudah menjadi salah satu franchise anime yang paling sering muncul di konsol lawas – Playstation 2. Kehadiran konsol generasi saat ini – XBOX 360 dan Playstation 3 juga perlahan mulai menjadi tempat yang nyaman bagi ninja dengan pakaian orange-nya yang khas ini. Walaupun sebagian besar datang sebagai game fighting, setiap seri yang menggunakan nama Naruto, seri original maupun Shippuden yang menceritakan kehidupan masa dewasanya, seringkali berhasil mencapai kesuksesan yang luar biasa. Dengan momentum yang secara konsisten baik ini, Naruto memang menjadi anime dengan “jadwal” rilis yang seolah tampil pasti. Seri terbarunya? Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Generations dari CyberConnect2 dan Namco Bandai.

Dari begitu banyak seri game fighting bertemakan Naruto yang hampir mirip satu sama lain, lantas kelebihan apa yang diusung oleh Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Generations ini? Mengapa ia menjadi sebuah seri yang pantas untuk dikoleksi oleh para fans sejati franchise anime ini?

Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Generations yang kami mainkan ini adalah versi XBOX 360. Karena tidak ada perbedaan yang signifikan dengan versi Playstation 3 dan untuk memastikan managemen konten yang lebih mudah bagi pembaca, kami menempatkanya di sesi Playstation.

Plot

Shippuden tetap menghadirkan cerita yang berfokus pada petualangan sang Naruto "dewasa"

Semua penggemar anime Naruto tentu mengerti bahwa embel-embel penggunaan kata “Shippuden” di belakang nama judul Naruto sendiri sudah cukup memberikan gambaran plot yang akan dihadirkan. Bagi mereka yang awam? Shippuden merupakan seri yang melekat pada petualangan Naruto setelah event latihan intensnya dengan sang guru – Jiraiya. Salah satu ciri utama yang melekat pada Shippuden adalah penggambaran karakter Naruto yang lebih dewasa dan cerita yang berfokus pada kelompok Akatsuki, khususnya pada sosok Tobi yang misterius. Pertanyaannya kini tentu pada seberapa jauh game ini akan membawa kita menyelami alur “Shippuden”? Karena sejauh ini, cerita yang dihadirkan lewat manga dan animenya sendiri belum mencapai konklusi akhir.

Lewat Story Mode, Anda akan dapat menyelami cerita pada batas akhir – pertemuan kelima Kage yang membahas langkah perlawanan melawan Akatsuki dan semua pertarungan yang terjadi sebelum event besar yang satu ini. Namun berbeda dengan game Naruto sebelumnya yang hanya berfokus pada petualangan sang karakter utama, Ultimate Storm Generations menghadirkan satu timeline yang sama namun dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Story Mode yang ia hadir memungkinkan Anda untuk berperan dan melihat cerita dari kacamata beberapa karakter signifikan yang ada, dari Sasuke hingga Kakashi muda.  Anda juga tetap berkesempatan untuk menggunakan Naruto muda dan memulai cerita ini dari awal, sebelum Shippuden.

Anda kini dapat menikmati timeline utama cerita dari sudut pandang karakter yang beragam

Mizukage yang "panas"

Namun sayangnya, berbeda dengan seri Ninja Ultimate Storm sebelumnya atau seri lain seperti Broken Bonds, Anda tidak lagi berkesempatan untuk menjelajahi kota Konoha yang indah dan terlibat dalam sebuah petualangan yang “role-playing”. Ulltimate Ninja Storm Generations datang sebuah seri ringkas yang “to the point”. Story Mode kini hanyalah menghadirkan satu plot utama yang terangkai dalam potongan-potongan anime dan cut-scene deskriptif tanpa ada kesempatan untuk mengeksplorasi. Anda hanya akan dibawa dari satu pertarungan ke pertarungan lainnya, tanpa jeda. Sebagian gamer mungkin menyukai konsep yang lebih sederhana ini, sementara mereka yang jatuh cinta dengan seri-seri sebelumnya akan melihatnya sebagai salah satu pengurangan fitur yang terlalu “fatal”.

Pages: 1 2 3

Related Articles:

Tags: , , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()