By

March 15, 2013   ·  

Sebagian besar gamer saat ini tentu saja sedang berfokus pada sepak terjang AMD, mengingat posisi produsen prosesor ini sebagai pilihan utama Sony untuk memperkuat konsol generasi terbarunya – Playstation 4. Walaupun belum diumumkan secara resmi, Microsoft juga dipercaya akan memperkuat produk XBOX selanjutnya mereka dengan APU dari tangan dingin yang sama. Lantas bagaimana dengan Nvidia? Tentu banyak gamer yang penasaran dengan sepak terjang sang kompetitor ini. Terlepas dari keterlibatan mereka untuk membangun XBOX pertama dan Playstation 3, Nvidia tampaknya tidak terlalu tertarik untuk ikut berperan dalam pengembangan konsol generasi selanjutnya. Apa pasal? Mengapa mereka membiarkan AMD memonopoli pasar yang satu ini?

Senior VP of Content and Technology dari Nvidia – Tony Tamasi membuka alasan dibalik keputusan ini kepada situs gaming GameSpot. Ia mengakui bahwa sempat ada negosiasi yang terjadi antara para produsen konsol dan Nvidia, namun berakhir pada keengganan Nvidia untuk meminjamkan teknologi mereka. Menyoroti Playstation 4, Tamasi menyatakan bahwa ketidaksepakatan harga antara Sony dan Nvidia menjadi alasan utama. Harga yang ditawarkan oleh Sony dianggap tidak menguntungkan. Sempat bermain di pasar konsol sebelumnya, Tamasi menegaskan bahwa Nvidia mengerti mekanisme dan untung-rugi yang harus mereka pikul begitu masuk ke dalam pasar yang satu ini. Tidakkah Nvidia merasa rugi membiarkan AMD memonopoli konsol next-gen? Tamasi menyakini bahwa ada segudang produk baru yang akan mampu mengejar ketertinggalan mereka di pasar konsol dari segi bisnis. Oleh karena itu, mereka sama sekali tidak merasa khawatir. Namun ia kembali mengingatkan bahwa keputusan ini sama sekali bukan karena Nvidia tidak mampu bersaing secara teknologi dengan AMD. It’s all about business..

Nvidia mengakui sempat terjadi negosiasi dengan Sony, namun gagal mencapai kesepakatan karena penawaran harga dari Sony yang dianggap tidak menguntungkan.

Mengejar kuantitas dalam jumlah yang masif, sudah menjadi rahasia umum bahwa pasar produksi konsol memang tidak lantas menjadi “madu” yang akan membuat sang pengembang teknologi di belakangnya meraih keuntungan yang signifikan. Namun bagi AMD yang tengah mengalami masalah keuangan yang pelik, dominasi di pasar konsol tentu saja menjadi berkah khusus yang sangat mereka butuhkan.

Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah keputusan Nvidia ini memang tepat atau justru akan berbalik menjadi bumerang di masa depan?

Related Articles:

Tags: , , , , , ,

Comments


Readers Comments ()