Sony Bersiap Hapus 1200 Game Shovelware dari PlayStation Store
Sony kembali membersihkan PlayStation Store dengan menghapus publisher Webnetic yang miliki lebih dari 1.200 game shovelware di platform tersebut.
Upaya Sony untuk membersihkan PlayStation Store dari gelombang shovelware tampaknya masih jauh dari selesai. Setelah menghapus ribuan game dalam beberapa gelombang sepanjang tahun ini, kini raksasa gaming asal Jepang tersebut kembali mengambil langkah yang jauh lebih besar dengan menghapus salah satu publisher shovelware dengan game terbanyak di platform mereka.
Publisher tersebut adalah Webnetic, yang berdasarkan laporan awal tahun 2026 tercatat sebagai pemilik game terbanyak ketiga di PlayStation Store, dengan total sekitar 1222 judul. Melalui pengumuman resmi di media sosial, Webnetic mengumumkan bahwa seluruh operasinya di ekosistem PlayStation akan segera berakhir, dan pemain diminta untuk menikmati katalog mereka untuk terakhir kalinya sebelum proses penghapusan dilakukan.


Meski meninggalkan PlayStation, Webnetic memastikan mereka masih akan beroperasi di platform lain seperti Xbox, Nintendo, dan PC melalui Steam. Namun pada saat bersamaan, keputusan ini juga menjadi pertanda terbaru bahwa Sony akan semakin agresif dalam menata kualitas konten yang tersedia di toko digital mereka.
Nama Webnetic sendiri cukup identik dengan fenomena game shovelware. Istilah ini biasanya digunakan untuk game berkualitas rendah yang dibuat untuk mengikuti tren populer, meniru game lain, atau sekadar menawarkan Trophy yang sangat mudah didapatkan. Banyak judul dalam katalog mereka bahkan lebih menyerupai game mobile sederhana yang kerap muncul di iklan media sosial dibandingkan game console premium.
Langkah Sony sebenarnya bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Sepanjang 2026, PlayStation Store telah mengalami beberapa gelombang pembersihan besar-besaran yang menargetkan ribuan game berkualitas rendah. Strategi ini dinilai sebagai upaya untuk meningkatkan visibilitas game berkualitas, serta mengurangi praktik eksploitasi Trophy yang selama bertahun-tahun menjadi keluhan sebagian komunitas di sana.
Dengan hilangnya lebih dari seribu judul milik Webnetic, PlayStation Store tampaknya akan menjadi jauh lebih tertata rapi dibanding sebelumnya. Namun di sisi lain, langkah ini juga menimbulkan pertanyaan menarik mengenai batas antara menjaga kualitas platform dan membatasi akses publisher independen.
Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah Sony sudah mengambil langkah yang tepat dalam meningkatkan kualitas game di PlayStation Store?










