Review Infinity Blade iOS : Game Mobile Terbaik Saat Ini

Reading time:
November 18, 2011

Game Mobile yang hadir untuk perangkat multimedia selain handheld gaming memang sebagian besar diciptakan untuk memenuhi hasrat bermain yang fun, sehingga tidak dapat dipungkiri – sebagian besar selalu mengorbankan kualitas grafis dan audio yang dihadirkan. Beberapa diantaranya mampu menghasilkan gameplay yang adiktif dan tetap mampu menghasilkan pencapaian keuntungan yang luar biasa. Namun, tidak sedikit juga yang dianggap sebagai game yang hanya sembari lewat tanpa meninggalkan kesan khusus sama sekali atau bahkan terlihat tidak menarik. Namun sebuah revolusi hadir dalam dunia gaming mobile hadir dari perangkat kecil nan mumpuni Apple. Sebuah perangkat yang selama ini diklaim sebagai perangkat multimedia terbaik yang pernah ada. Sebuah perangkat yang semakin lama semakin mampu membuktikan pernyataan tersebut. Sebuah perangkat yang mampu memainkan game sekelas Infinity Blade. Epic Games, sebagai pencipta mesin grafis untuk game – Unreal Engine sendiri sebenarnya sudah menyatakan bahwa perangkat Apple adalah satu-satunya perangkat mobile yang dapat menjalankan Unreal Engine sementara ini. Mereka membuktikannya melelalui demo gameplay Epic Citadel yang mampu tampil begitu apik dan mereka menegaskannya melalui sebuah game yang diciptakan oleh anak perusahaan mereka, Chair. Chair memperkenalkan sebuah game lengkap pertama yang mampu menyihir pemilik perangkat iOS di seluruh dunia. Dengan hanya melihat kualitas grafis yang mampu dihadirkannya, Anda akan mulai mengerti mengapa game ini tampil begitu memesona. Sedikit cicipan sistem permainan akan membuat Anda semakin yakin, seperti halnya saya, bahwa Infinity Blade benar-benar telah merevolusi dunia mobile gaming itu sendiri.

Plot

Plot yang ditawarkan sebenarnya sederhana, Anda merupakan seorang hero yang berusaha mengalahkan seorang penguasa lalim bernama The God King yang menguasai sebuah kastil dengan beberapa petarung dan monster yang mampu dihadirkannya. The God King sendiri merupakan ksatria dari sebuah ras makhluk bernama Deathless yang memang terkenal dengan kemampuan bertarung mereka yang tinggi dan tentu saja jumlah mereka yang luar biasa banyak. The God King akan menjadi lawan paling tangguh yang akan Anda hadapi untuk “memastikan” terciptanya sebuah kedamaian.

Setting

Dunia Infinity Blade sebenarnya tidak jauh berbeda dengan desain kastil pada demo Unreal Engine – Epic Citadel, namun tentu saja dengan sedikit perombakan dan penambahan detail di sana-sini. Anda akan merasakan suasana medieval yang cukup kentara dari desain bangunan yang dihadirkan dan lingkungan pertarungan yang yang berhasil dibangun dengan sangat baik. Bebatuan penuh lumut, awan yang berbaris, cahaya yang menyilaukan, atau sekedar bentuk pintu besar sebuah kastil yang tampak kokoh dan tua berhasil dihadirkan dengan details yang nyaris mendekati sempurna untuk sebuah game mobile.

Kesan Pertama

Ketika Anda untuk pertama kalinya memainkan game ini melalui layar perangkat iOS Anda, Anda mungkin akan terkejut dengan kemampuan game ini dalam menampilkan kualitas grafis yang luar biasa untuk sebuah game mobile. Kualitas grafis yang mampu dihadirkannya benar-benar membawa kesan pertama yang sangat-sangat menggoda – semakin memperkuat keinginan Anda untuk segera memainkan game ini dan menjajal sistem permainan yang ditawarkan di dalamnya. Anda harus mencobanya dengan tangan dan mata kepala Anda sendiri untuk merasakan kualitas Infinity Blade yang sesungguhnya.

Mulai Bermain

Pada awal permainan, Anda akan langsung disuguhi dengan sebuah cutscene pendek tentang bagaimana karakter utama Anda tampaknya kalah di tangan The God King dan akhirnya terbunuh. Semua adegan tersebut tampak semakin kuat dengan dua hal yang menurut saya pribadi sangat menangkap perhatian. Hal yang pertama tentu saja detail di dalam desain karakter yang tampak begitu apik dengan baju jirah, pedang, postur dan gesture tubuh yang mampu dihadirkan dengan kualitas grafis dan tingkat kehalusan animasi yang tidak ubahnya sebuah game konsol. Hal kedua yang membuat cutscene ini tampil begitu kuat adalah kehadiran Voice Act yang membuat adegan pertarungan awal ini begitu hidup. Jika pada awal permainan saja Infinity Blade sudah tampil begitu memukau, bagaimana dengan selanjutnya? Anda akan memulai permainan sebagai ksatria yang merupakan garis keturunan dari karakter yang tewas pada cutscene di awal permainan tadi. Misi Anda juga tetap masih sama, membalaskan dendam ayah Anda dan memastikan The God King tidak lagi menjadi ancaman bagi kedamaian dunia. Sesuatu yang harus Anda perjuangkan dengan cukup berat. Sistem permainan di dalam Infinity Blade sebenarnya cukup sederhana. Walaupun kualitas grafis yang dihadirkan begitu indah, bukan berarti Anda akan memiliki kebebasan untuk melakukan eksplorasi terhadap setiap sudut kastil tersebut. Pada dasarnya, karakter utama Anda di game ini bergerak melalui jalur yang sudah ditentukan sebelumnya. Satu hal yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukan tap pada lingkaran biru yang muncul di area Anda berdiri untuk memberikan instruksi bagi karakter utama untuk bergerak ke arah sana. Jika Anda melakukan tap atau melakukan slide pada layar di luar lingkaran biru, gesture tersebut hanya akan membuat sudut pandang karakter Anda berubah dan bergerak layaknya sistem free-camera di beberapa game konsol.

Anda sendiri juga terkadang akan menemukan lebih dari 2 lingkaran biru dalam satu area sehingga Anda memiliki kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan Anda pilih untuk sampai di istana The God King. Lingkaran biru juga digunakan untuk menandakan musuh yang dapat dilawan atau item box yang dapat diambil. Di luar lingkaran biru, terkadang Anda juga akan menemukan sekantong uang koin atau potion yang dapat diambil dengan di-tap. Pada dasarnya tujuan permainan Anda adalah mengalahkan berbagai musuh yang ada untuk meneruskan perjalanan dan tiba di istana The God King dan melawannya. Setiap musuh yang hadir akan muncul jelas di hadapan Anda dan bersifat pasif. Pasif maksudnya adalah bahwa Anda yang memiliki kewenangan secara penuh untuk menyerang mereka dengan melakukan tap pada lingkaran biru yang biasanya terletak di depan musuh, sedangkan pada pihak sebaliknya musuh tidak dapat menyerang Anda terlebih dahulu. Pada beberapa area, musuh-musuh ini memang menjadi penghalang jalan utama dan harus dikalahkan untuk dapat mencapai area selanjutnya, namun tidak sedikit pula area yang membuat musuh ini menjadi sekedar opsi belaka dan dapat dilewati. Tergantung pada keinginan Anda untuk melawannya atau tidak. Infinity Blade juga menyediakan informasi untuk setiap musuh yang akan Anda lawan dengan cukup melakukan tap pada tanda seru di sebelah kanan layar. Informasi yang disediakan meliputi nama dan level musuh serta elemen apa saja yang dikuasainya. Sebuah informasi yang akan Anda sangat butuhkan.

Gaya pertarungan yang ditampilkan juga tidak kalah sederhana. Seperti layaknya sebuah game action-RPG biasa, Anda hanya perlu menyerang dan memastikan HP musuh Anda yang berbentuk bar berwarna merah atau biru di layar mencapai angka 0 yang berarti sang musuh kalah di tangan Anda. Namun bukan berarti Anda bisa menyerang sesuka hati Anda tanpa perencanaan dan strategi yang matang. Oleh karena itu beberapa elemen dihadirkan untuk menambahkan sedikit elemen “strategi” di dalam game Infinity Blade ini. Ada beberapa gaya pertarungan yang dapat Anda lakukan dengan melakukan beberapa gerakan sentuhan dan tap di layar perangkat iOS Anda, namun pada intinya dapat dibagi menjadi :

  • Attack : Melakukan Slide Pada layar
  • Parry : Melakukan Slide Pada Layar sesuai Arah serangan Musuh
  • Block : Menahan Lambang Perisai di tengah layar
  • Dodge : Tap tanda panah yang berada di sisi kiri dan kanan layar
  • Super : Tap tanda Super Move yang berada di sisi kiri atas layar
  • Magic : Tap tanda Magic yang berada di sisi kanan atas layar dan melakukan gerakan yang diminta

Melalui keenam mekanisme pertarungan inilah, sebuah pertarungan epik dihadirkan. Pada dasarnya Anda harus menjadi pihak yang menunggu diserang terlebih dahulu. Menyerang secara membabi buta hanya akan menghasilkan dua efek : damage yang kecil (Scratch) dan kemungkinan besar di-block oleh musuh tanpa menghasilkan damage apapun. Oleh karena itu untuk mendapatkan damage serangan yang besar, Anda harus memikirkan berbagai strategi yang dapat dilakukan. Salah satu yang menjadi favorit saya adalah membaca gerakan musuh dan melakukan dodge serangan mereka hingga 3 atau 4 kali berturut-turut. Jika Anda berhasil melakukannya, Anda akan masuk dalam fase Dodge Break!! – dimana Anda dinyatakan berhasil membuka sistem pertahanan lawan secara keseluruhan dalam waktu tertentu dan Anda dapat melakukan serangan habis-habisan untuk memastikan HP nya berkurang dengan drastis. Cara lain untuk melakukannya adalah dengan melakukan Block pada waktu yang tepat yang juga akan menghasilkan keterbukaan sistem pertahanan musuh yang tidak jauh berbeda dengan dodge break. Jika Anda merasa sulit untuk melakukan kedua hal tersebut, alternatif lain adalah melakukan Parry serangan musuh dengan berhasil untuk beberapa kali secara berturut-turut dan pertahanan musuh pun akan terbuka. Yang pasti, sebuah pertarungan tidak bisa diselesaikan dengan hanya mengandalkan kepanikan dan serangan membabi buta. Elemen lain yang cukup mempengaruhi jalannya pertahanan adalah hadirnya kemampuan untuk melakukan Super Move dan Magic. Jika Anda mengaktifkan Super Move, maka secara otomatis pertahanan musuh akan terbuka lebar dan Anda akan bebas menyerang selama beberapa waktu. Sedangkan jika Anda mengaktifkan Magic, maka Anda bisa melemparkan magic pada musuh atau menggunakannya untuk karakter Anda sendiri. Setiap magic memiliki signature gesture-nya masing-masing untuk dapat diaktifkan, misalnya magic Lightning dengan menggambarkan simbol lightning di layar perangkat iOS Anda.

Infinity Blade juga menghadirkan sistem level-up dan equipment yang cukup unik di dalamnya. Unik karena kedua sistem ini berkaitan erat satu sama lainnya. Anda bisa mendapatkan equipment berupa senjata, armor, dan aksesoris melalui banyak cara, diantaranya : item box yang tercecer sepanjang perjalanan, hadiah dari pertarungan melawan musuh tertentu, dan shop dengan membelinya dalam jumlah gold tertentu. Setiap equipment memiliki slot experiencenya masing-masing yang dapat dimaksimalkan hingga penuh dan mendapatkan status MASTERED yang selanjutnya tidak akan dapat dinaikkan lagi. Experience yang Anda dapatkan dari setiap pertarungan musuh yang Anda jalani ditujukan sebagai experience untuk equipment dan bukan karakter.

Lantas bagaimana karakter mendapatkan experiencenya untuk mendapatkan level-up? Satu-satunya cara adalah melalui experience yang didapatkan oleh setiap equipment yang belum mencapai level mastered. Setiap experience yang bertambah di setiap equipment secara otomatis akan menambahkan experience level karakter. Jika semua equipment Anda sudah mencapai level maksimum, maka otomatis karakter Anda tidak akan mendapatkan experience apapun. Menarik bukan? Gonta-ganti equipment yang belum mencapai level mastered menjadi salah satu tantangan game ini tersendiri. Setiap equipment yang berhasil mencapai level mastered akan memberikan kontribusi +1 poin untuk leveling up status karakter. Sedangkan untuk setiap level yang berhasil dicapai karakter akan memberikan kontribusi +2 poin untuk leveling up karakter. Status karakter sendiri terbagi ke dalam empat kategori besar :

  • Health : Untuk menambahkan HP
  • Attack : Untuk menambahkan damage serangan
  • Magic : Menambahkan keefektifan magic yang digunakan
  • Shield : Menambahkan kekuatan shield yang sedang digunakan

Dengan sistem leveling up seperti ini Anda memiliki kebebasan yang penuh untuk membentuk karakter yang Anda inginkan. Jika Anda merasa malas untuk terus-menerus melawan musuh yang ada untuk mendapatkan sedikit experience bagi equipment Anda yang belum mencapai level mastered, Anda sebenarnya memiliki opsi untuk menaikkannya secara langsung dengan menggunakan jumlah gold tertentu. Atau jika Anda ingin menikmati prosesnya, Anda bisa menambahkan sedikit experience yang didapatkan dari setiap pertarungan dengan memberikan serangan-serangan terbaik bagi Anda pada setiap fase FINISHING BONUS. Fase ini dijumpai dalam setiap akhir pertarungan yang Anda menangkan.

Game Yang Menganut Konsep “Infinity”

Infinity dalam bahasa Inggris dapat diartikan sebagai sebuah ketidakterbatasan atau keberlangsungan yang terus-menerus. Lalu, apa hubungan sistem permainan dengan judul game ini? Ada dua hubungan yang akan Anda tangkap sebenarnya. Yang pertama bahwa Infinity Blade merupakan pedang terkuat yang bisa Anda dapatkan di dalam permainan ini dengan efek tambahan status yang menggiurkan. Namun Infinity Blade ini sendiri juga merupakan pedang termahal yang berada di shop dengan kisaran harga lebih dari 500.000 gold, angka yang tidak sedikit untuk sebuah pedang. Namun yang bisa saya pastikan, pedang ini pantas diperjuangkan. Hubungan yang kedua, judul Infinity Blade dapat mengacu pada sistem permainan yang dihadirkan tanpa ujung ini. Ya benar, game ini sendiri sebenarnya tidak memiliki pangkal ujung atau ending yang terakhir. Jika pada pertarungan terakhir Anda kalah melawan The God King, maka pertarungan tetap akan berlanjut dengan mengambil kembali kisah Anak karakter terakhir Anda yang menuntut balas dendam. Jika pada pertarungan terakhir Anda menang melawan The God King (saya tidak akan memberikan penjelasan tentang hasilnya untuk mencegah efek spoiler) – maka pertarungan tetap tidak akan berakhir dan karakter lama Anda tetap akan diganti oleh Anak Anda. Jadi kesimpulannya, jika Anda menang atau kalah game ini tidak serta merta berakhir. Anda hanya akan dihadapkan pada chapter selanjutnya yang disebut “Bloodline” dengan cerita dan setting yang sama. Yang membedakannya hanyalah kualitas musuh yang semakin lama semakin sulit seiring meningkatnya Bloodline.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…