Review L.A.Noire: Mahakarya Rockstar yang Mengagumkan

Reading time:
November 10, 2011

Rockstar, siapa yang tidak kenal dengan developer kawakan ini? Berbagai franchise game besar berhasil lahir dari tangan dingin mereka. Sebut saja Grand Theft Auto dan Red Dead Redemption yang berhasil mencapai kesuksesan luar biasa dan begitu dicintai oleh para gamer. Sebagian besar game yang mereka hasilkan memang berfokus di dunia open-world di mana gamer biasanya bebas untuk melakukan apa pun dengan sedikit konsekuensi. Namun, kali ini Rockstar mencoba sesuatu yang berbeda.

L.A. Noire menjadi ajang unjuk gigi Rockstar yang paling mumpuni. Sebagai sebuah game yang sangat ditunggu, L.A.Noire, boleh dikatakan berhasil membuktikan taring dan menghasilkan kualitas gameplay dan grafis yang sangat memesona. Apa lagi yang Anda harapkan dari sebuah game yang membutuhkan dana dalam jumlah luar biasa untuk membangunnya ini? Dengan dukungan dari teknologi face capture yang lebih sempurna dipadukan dengan voice acting yang diperankan dengan sangat baik, L.A. Noire menjadi salah satu game yang membawa standar dan genre baru ke dalam industri.

Berfokus kepada penyelidikan pembunuhan dan berbagai kasus kejahatan, L.A. Noire tidak bisa dipandang sebagai “hanya” sebuah game open-world biasa. Ini adalah sebuah game yang memiliki definisi lebih besar daripada itu. Ia mungkin memberikan kesempatan kepada Anda untuk merasakan aksi layaknya Third Person Shooter, kebebasan ala open world, dan petualangan ala game adventure. Namun, esensi game ini sebenarnya terletak di kemampuan gamer mengolah setiap variabel yang ada dan menarik benang merah dari semuanya itu. Ini adalah sebuah genre baru, Crime Investigation.

Ketika Anda mulai memainkan game ini, Anda akan menjadikannya sebagai sebuah standar untuk melihat game-game yang akan lahir setelahnya, khususnya yang mengusung genre yang hampir sama. Anda akan mulai dengan jelas memerhatikan setiap lekuk garis wajah, garis senyum, hingga tarikan jakun para karakter yang hadir di game mana pun. Anda kemudian mulai membandingkannya dengan yang pernah Anda rasakan di L.A. Noire. Tidak percaya? Anda harus merasakannya sendiri.

Plot

Anda memulai karier sebagai seorang Patrolman

Los Angeles, sebuah kota besar di Amerika Serikat, sedang dalam proses menanjak menjadi sebuah kota besar. Kehidupan dan kegiatan ekonomi mulai bergerak dan terus tumbuh besar pasca-Perang Dunia II. Para veteran perang yang mengenyam pahitnya perang melawan Jepang di Asia dan Jerman di Eropa mulai berusaha menata hidup mereka kembali. Salah satunya adalah Cole Phelps.

Memori perang di masa lalu yang akan terus menghantui Anda

Cole Phelps, seperti veteran perang lainnya, kembali di Los Angeles untuk sebuah kehidupan yang baru dan lebih menjanjikan. Dengan pekerjaan barunya sebagai seorang polisi, ia harus memastikan kondisi Los Angeles cukup manusiawi untuk warga sipil. Kota yang berkembang itu kini dipenuhi tindakan kriminal yang semakin menanjak, bahkan terorganisiasi seperti kelompok mafia. Namun di sisi yang lain, kepribadian Phelps yang begitu haus akan prestasi terus mendorongnya untuk melakukan inisiatif dan memecahkan kasus yang ada, sebuah ancaman bagi polisi korup.

Selidiki Kasus dan Temukan Pembunuhnya!

Selidiki pembunuhan yang ada.

Sebagai sebuah game yang mengusung gameplay investigasi pembunuhan, L.A. Noire memiliki tiga elemen kunci permainan yang boleh dikatakan menggambarkan keseluruhan permainan, yakni Investigasi, Interogasi, dan Aksi. Ketiga elemen permainan inilah yang membangun plot L.A. Noire yang cukup kompleks menjadi sesuatu yang menarik untuk terus diikuti. Bahkan, tidak jarang akan membawa Anda menjadi Phelps-nya itu sendiri. Setiap kasus pembunuhan akan hadir dalam bentuk chapter yang harus Anda selesaikan.

Mencari tersangka pembunuhan.
Barang bukti?

Investigasi tentu saja berhubungan dengan pencarian bukti-bukti yang ada. Anda diharuskan untuk mengeksplorasi setiap kemungkinan yang ada untuk menemukan dasar untuk melakukan interogasi dan menuduh seseorang yang dianggap bertanggung jawab. Ketika Anda berada di TKP (tempat kejadian perkara), biasanya bukti-bukti yang berhubungan sudah dikategorikan oleh forensik dan membuat pekerjaan Anda menjadi lebih mudah. Anda hanya perlu datang ke setiap poin yang ada dan menyelusuri bukti lebih mendalam. Hal yang berbeda mungkin Anda rasakan ketika Anda diminta untuk mencari barang bukti di rumah salah satu tersangka. Penyelusuran secara lebih teliti akan membantu Anda menemukan setiap dari mereka. Tentu saja Anda akan dibantu dengan dua clue mudah: fitur getar di stik Anda dan latar musik yang mengalun pelan. Bukti itu penting!

Kumpulkan keterangan para saksi!

Interogasi adalah tahap selanjutnya dari setiap kasus pembunuhan yang Anda selidiki. Anda biasanya diminta untuk melakukan wawancara terhadap orang-orang yang dicurigai terkait dengan setiap kasus yang ada. Pertanyaan yang akan diajukan memang sudah fixed (Anda hanya tinggal memilih) namun opsinya dapat bertambah dan berkurang tergantung jumlah bukti yang Anda kumpulkan sebelumnya. Tujuan interogasi tentu saja untuk mengumpulkan keterangan dan bukti, bahkan tidak tertutup kemungkinan bahwa saksi Anda melihat secara langsung sang pelaku dan membocorkan namanya.

Apakah ia berbohong?
Perhatikan reaksi yang dihasilkan.

Esensi teknologi L.A. Noire terpampang jelas di fase ini. Anda dapat memilih tiga opsi untuk merespon setiap keterangan yang keluar dari para saksi. Truth – jika Anda meyakini bahwa keterangan mereka benar, Doubt – mengatakan mereka berbohong namun tanpa dukungan bukti, dan Lie – Menuduh mereka berbohong dan menyajikan bukti yang memperkuat tuduhan kita. Setiap respon benar yang Anda ajukan akan membuka lebih banyak informasi dari mulut para saksi, setiap respon yang salah berefek kebalikannya. Bagaimana cara Anda menentukannya? Di sinilah keajaiban yang dihasilkan Rockstar. Anda dapat menentukan para saksi berbohong atau tidak dari reaksi muka yang mereka hasilkan dari pertanyaan yang kita berikan. Di fase-fase awal, hal ini akan membuat Anda cukup frustrasi. Namun, perlahan dengan pasti Anda akan mulai mempelajari dan mengetahui apakah saksi Anda berbohong atau tidak. Kuncinya ada di dua hal, yakni gerakan mata dan reaksi di leher.

Kadang kita harus mengangkat senjata.

Aksi adalah fase yang terakhir. Di bagian Aksi, Anda akan merasakan atmosfer Third Person Shooter yang kental. Biasanya, bagian ini mengharuskan Anda untuk mengejar tersangka yang berusaha lari serta menembak dan membunuh orang-orang yang berusaha melindungi mereka. Aksi boleh dikatakan berperan sebagai bumbu pemanis dari L.A. Noire.

Intuition + Exprience Points

Kumpulkan experience.

Ada dua elemen penting lainnya yang tidak boleh dilupakan dari L.A. Noire, yakni Intuition dan Experience Points. Kedua hal ini akan membantu Anda untuk memunculkan potensi maksimal dari Phelps yang tentu saja akan berpengaruh ke kemudahan Anda menyelesaikan kasus yang ada. Dari setiap bukti dan interogasi yang berhasil Anda dapatkan, Anda akan mendapatkan experience points yang akan membuat Anda lebih dekat ke leveling up. Benar sekali. Anda bisa level up di game ini! Namun, jangan membayangkan skenario ala game RPG di mana Phelps akan menjadi lebih kuat dan lebih jago menembak. Leveling up hanya akan membuka bonus seperti pakaian dan kendaraan untuk Anda, sekaligus menambahkan +1 Intuition points setiap kali naik.

Intuition menjadi semacam kunci jawaban ajaib.

Intiutionlah yang mungkin memegang peranan lebih penting di dalam game ini. Rockstar memikirkan kemungkinan akan kesulitan yang mungkin Anda temui di L.A. Noire dan memberikan akses di “kunci semua jawaban” yang jumlahnya terbatas. Kunci inilah yang disebut sebagai Intuition Points. Dengan menggunakannya, Anda bisa melihat semua clue yang bisa diakses di dalam satu lingkungan, membuang salah satu respon salah dalam fase investigasi, atau mengumpulkan informasi dari komunitas sekitar tempat kejadian perkara. Namun, perlu diingat, Intuition points hanya dibatasi hingga berjumlah 5 dan tidak bisa lebih. Sementara cara mendapatkannya hanya lewat leveling up. Jadi, gunakan dengan bijak.

Cameo

Cole Phelps

Aaron Staton

Capt. James Donnelly

Andrew Connolly

Salah satu sisi paling menarik, L.A. Noire adalah kenyataan bahwa Rockstar mampu membawa cukup banyak aktor dan aktris terkenal untuk ikut ambil bagian di dalamnya. Jadi, jangan terkejut jika Anda menemukan beberapa karakter yang wajahnya tidak terlihat begitu asing. Apalagi teknologi face capturing yang digunakan di game ini mampu menghasilkan detail reaksi yang mendekati dunia nyata. Seperti melihat para mereka sedang berakting untuk sebuah film saja! Suara dan voice acting yang mereka hasilkan juga harus diacungi dua jempol.

Hadirkan Suasana Klasik yang Kental

L.A. Noire sendiri memang mengambil latar tahun 1947 yang penuh dengan nuansa klasik. Hebatnya lagi, Rockstar mampu meramunya cukup sempurna. Kita tidak hanya membicarakan koleksi mobil klasik yang bisa Anda kendarai menyusuri kota, namun juga berbagai elemen lain pendukung permainan yang lain. Alunan lagu-lagu lawas yang mungkin sebagian besar tidak kita kenali menjadi salah satu bukti yang paling nyata.

Menyentuh barang bukti? Hal lumrah di 1947!

Ketika Anda pertama kali memainkan game ini, Anda mungkin terkejut dan bingung melihat bagaimana Phelps bisa dengan seenak jidat menyentuh setiap barang bukti yang ada di TKP. Apakah itu tidak menghilangkan sidik jari? Lantas Anda akan terdiam dan berpikir ulang: apakah di tahun 1947 teknologi pengenal sidik jari sudah ditemukan? Aha! Itulah jawabannya. Seperti inilah L.A. Noire menghadirkan suasana tahun 1947 dalam kondisi yang sesungguhnya. Tidak ada GPS, jalanan yang sempit, dan traffic yang membuat frustrasi.

Mengeksploitasi Darah, Kekejaman, dan Ketelanjangan

Mayat tak pernah indah dipandang mata.

L.A. Noire bukanlah game yang pantas dimainkan oleh mereka yang belum cukup umur. Itu adalah sesuatu yang pasti. Walaupun kematian dan pembunuhan sering menjadi “konsumsi” melalui media massa di dunia nyata, bukan berarti itu menjadi dasar legalisasi bahwa anak di bawah umur dapat memainkan game ini. L.A. Noire menghadirkan semua elemen tersebut secara eksplisit. Anda akan melihat banyak darah, daging yang tersayat, mayat, potongan tubuh, hingga ketelanjangan itu sendiri. Sebagian besar dari hal ini akan Anda temukan di mayat yang harus Anda selidiki.

Kesimpulan

MUST PLAY!!

Rockstar patut mendapatkan acungan jempol karena keberhasilannya melahirkan game dengan kualitas seperti L.A. Noire. Teknologi face capture yang selama ini mereka gembar-gemborkan memang memberikan bukti nyata. Setiap karakter yang dihadirkan mampu menampilkan reaksi yang begitu nyata sehingga menghasilkan sensasi tak ubahnya sedang menonton sebuah film interaktif saja. Apalagi, dukungan voice acting yang membuat permainan ini tampil begitu epik. Memang akan ada sedikit kesulitan untuk menyesuaikan diri dan memberikan respon yang tepat di awal-awal permainan, namun seiring dengan permainan Anda akan belajar “membaca” kebohongan di wajah para saksi.

L.A. Noire bukanlah sebuah game open-world karena dasarnya Anda tidak dapat melakukan banyak hal dengan kebebasan yang ditawarkan untuk mengelilingi kota ini kecuali berbagai sub-quest yang mudah. Fokus utama game ini ada di jalur investigasi Anda pada pembunuhan yang terjadi dan menemukan pelakunya.

Sebagai sebuah game yang mementingkan kalimat dan clue yang ada, bahasa Inggris akan menjadi penyelamat utama Anda. Jangan pernah mencoba memainkan game ini jika bahasa Inggris Anda hanya terbatas pada “Yes” dan “No” saja karena Anda tidak akan menemukan esensi kasus yang ada dan apa saja yang perlu ditanyakan. Ya, kecuali Anda menggantungkan permainan seru ini di walkthrough.

Rockstar memang sudah menekankan di awal bahwa L.A. Noire akan berfokus di wajah sebagai unsur utama yang akan dibangun. Hal ini cukup mengorbankan gerak tubuh para karakter di dalamnya, tidak terlihat sehalus pergerakan wajah mereka. Anda terkadang menemukan glitch di mana tubuh karakter dapat menembus bangunan tertentu dan bergerak monoton. Untungnya, hal ini tidak terlalu berpengaruh ke keasyikan bermain game ini.

Saya hanya bisa menyarankan agar Anda segera memainkan game ini. Terlepas dari Anda tertarik atau tidak, L.A. Noire akan menjadi standar baru di dalam dunia gaming khususnya yang berhubungan dengan face capture. Plot dan gameplay unik yang dihadirkan Rockstar di dalam game ini juga pantas menjadi fokus perhatian. L.A Noire is A MUST PLAY!

Kelebihan

  • Reaksi wajah realistis.
  • Plot yang ditawarkan.
  • Suasana klasik yang kental.
  • Gameplay unik.
  • Cameo
  • Kekejaman yang dihadirkan.

Kekurangan

  • Gerak tubuh yang terlihat kaku.
  • Beberapa glitch.
  • Pertanyaan dan respon yang scripted.

Cocok untuk gamer:

  • yang mengerti bahasa Inggris;
  • menyukai drama pembunuhan;
  • tidak takut darah;
  • necrophilia.

Tidak cocok untuk gamer:

  • yang hanya bisa berbahasa Swahili;
  • senang menonton Dora the Explorer;
  • necrophobic.

 

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…