Review Tekken – Blood Vengeance: Film Tekken Impian Para Gamer!

Reading time:
November 30, 2011

Siapa yang dapat membantah jika industri game dan film kini menjadi sarana utama bagi masyarakat modern untuk mendapatkan sedikit kesenangan dari rutinitas penuh beban. Walaupun kedua industri ini menawarkan pengalaman yang berbeda, tetapi mereka sama efektifnya untuk menghadirkan sedikit keceriaan bagi siapapun yang menikmatinya. Sayangnya, ketika Anda berusaha menggabungkan industri game dan film di dalam satu produk, maka yang seringkali terjadi justru sebuah karya yang tak berbeda dengan mimpi buruk. Sebuah fenomena yang lahir di bawah nama besar “Hollywood”.

Sudah bukan rahasia lagi jika industri-industri yang berbasis pada kreativitas terkadang saling bertukar ide, atau bahkan menumpang nama demi popularitas instan. Hal yang tidak berbeda juga terjadi di industri video game dan film. Sudah tidak terhitung berapa jumlah judul video game yang akhirnya diadaptasikan menjadi film layar lebar ataupun sebaliknya. Proses seperti ini seharusnya melahirkan sebuah karya dengan kualitas yang luar biasa. Namun, di bawah kendali Hollywood, yang terjadi justru sebaliknya. Film adaptasi dari video game muncul dengan plot dan karakter yang berbeda, esensi cerita yang tidak tersampaikan, bahkan terkadang tak berhubungan sama sekali. Tidak heran jika kalangan gamer cukup skeptis dengannya.

Di bayang-bayang kegelapan inilah, secercah harapan untuk menikmati tayangan film adaptasi game yang berkualitas muncul dari para developer game sendiri. Di bawah tangan dingin mereka, film ini tentu akan hadir dengan orisinalitas dan kemegahan elemen yang menjadi alasan mengapa seorang gamer mencintai franchise tertentu. Square Enix pernah menempuhnya lewat Final Fantasy VII: Advent Children yang epik dan sukses luar biasa, sementara Capcom datang dengan Resident Evil: Degeneration yang harus diakui lebih baik dari versi Hollywood yang masih eksis hingga saat ini. Walaupun sebagian besar dari mereka diciptakan dengan teknologi CGI, namun konsistensi yang ditunjukkan selalu mampu memuaskan para gamer. Seperti yang dilakukan Namco Bandai saat ini.

Apakah Anda termasuk gamer yang sempat ingin gantung diri ketika menyaksikan Tekken versi Hollywood beberapa bulan yang lalu? Anda yang datang dengan ekspektasi tinggi ke bioskop sudah pasti pulang dengan kekecewaan telak dan traumatis. Salah satu franchise game fighting terbaik di industri game tersebut berhasil “disulap” menjadi film kualitas rendah yang bahkan tak pantas ditonton. Untungnya, kesalahan besar ini kemungkinan besar akan lenyap sebagai memori buruk yang tak perlu lagi diingat. Mengapa? Karena Namco Bandai sudah mempersiapkan sebuah film lepas berjudul Tekken: Blood Vengeance yang akan menjadi panacea yang ampuh. Pemenuhan mimpi gamer akan sebuah film Tekken yang sebenarnya.

Sekilas Plot

Teman?

Menemukan satu plot utama di dalam sebuah game fighting memang bukan perkara mudah karena beragam karakter yang dihadirkan akan selalu berakhir pada ujung cerita yang berbeda. Walaupun demikian, genre seperti ini selalu punya satu tema sama yang konsisten dalam setiap seri dan biasanya bergerak di sekitar “karakter utama”. Hal yang sama juga diterapkan di Tekken: Blood Vengeance ini. Cerita seri game Tekken yang selalu menyangkut konflik keluarga Mishima kembali diangkat menjadi fokus utama.

Tekken: Blood Vengeance sendiri mengambil setting yang berkembang antara Tekken 5 dan Tekken 6. Setelah Heihachi Mishima dipercaya meninggal akibat ledakan Jack-4 di Tekken 5, perusahaan global miliknya – Mishima Zaibatsu kini dikendalikan oleh sang cucu – Jin Kazama. Di lain pihak, generasi Mishima yang lain – Kazuya Mishima yang merupakan ayah dari Jin, memimpin perusahaan G Corporation. Kedua perusahaan besar ini saling bermusuhan dan berusaha saling menjatuhkan dengan cara-cara yang picik dan kejam. Tiba-tiba, untuk sebuah alasan yang tidak dimengerti, kedua organisasi ini tiba-tiba tertarik dengan satu pria yang masih duduk di bangku sekolah – Shin Kamiya.

Mishima Zaibatsu mengirimkan cyborg bernama Alisa Bosconovitch untuk melindungi Shin, sementara G Corporation meminta bantuan dari Ling Xiaoyu untuk menempuh tugas yang sama. Kedua perusahaan ini saling curiga, meyakini bahwa Shin merupakan ancaman eksistensi yang dikirimkan oleh pihak lainnya. Namun, hubungan pertemanan yang tercipta antara Xiaoyu dan Alisa justru memunculkan fakta yang lain. Mereka menemukan bukti mengejutkan bahwa ada pihak lain yang ternyata berada di balik kehadiran Shin. Siapakah pihak tersebut? Mengapa Shin begitu ditakuti? Bagaimanakah akhir dari cerita ini? Anda harus menyaksikan film ini sendiri untuk mengetahuinya.

Film Tekken Impian Para Gamer!

Apa yang membuat Tekken: Blood Vengeance ini menjadi film wajib yang harus ditonton oleh gamer? Alasan utama tentu saja karena kelangkaan yang ada. Menemukan sebuah film adaptasi game yang lahir dari tangan developer game bersangkutan merupakan sebuah “harta karun” yang sulit ditemukan di industri game. Alasan kedua tentu datang dari segi pengalaman dan kualitas yang mampu dihadirkan olehnya. Tekken: Blood Vengeance tampil memesona sebagai sebuah film lepas maupun sebagai sebuah film yang merepresentasikan sebuah franchise game fighting terbaik di dunia.

Apa yang Anda harapkan dari sebuah film Tekken? Sebagian besar dari Anda sudah pasti menjadikan dua faktor utama ini sebagai pertimbangan: karakter yang disajikan dan scene pertarungan yang ditampilkan. Tekken: Blood Vengeance memang tidak memuat banyak karakter di dalamnya. Beberapa karakter favorit yang sering Anda gunakan di dalam game mungkin tidak dihadirkan. Namun, keterbatasan ini justru menjelma sebagai sebuah kelebihan tersendiri. Kehadiran karakter yang dibatasi membuat plot mampu berjalan sempurna dan konsisten ke arah yang ingin dituju. Beberapa dari Anda mungkin mengeluhkannya. Namun perlu diingat, membawa terlalu banyak karakter justru dapat berujung blunder, menjadikan film ini sebagai showcase belaka tanpa dasar cerita yang kuat. Sebuah keputusan yang pantas diacungi jempol.

Pertarungan yang selama ini kita impikan!

Apalah artinya sebuah film adaptasi game fighting jika tidak menghadirkan adegan bertarung yang baik? Jika Anda mengharapkan scene pertarungan yang seru dan epik di film ini, Namco Bandai terhitung sukses melakukannya. Walaupun tidak menonjol secara kuantitas, setiap scene yang ditampilkan harus diakui tampil sangat baik dengan beragam efek yang mampu memunculkan kesan kekuatan dan efek yang destruktif. Anda juga akan dimanjakan dengan beragam signature move para karakter dalam potongan sinematik yang memacu adrenalin. Satu hal lagi yang membuat Tekken: Blood Vengeance semakin keren; Namco Bandai dengan cerdas mampu memasangkan para karakter di dalam sebuah pertarungan yang selama ini hanya mampu diimpikan para gamer. Battle Royal antara tiga generasi Mishima dan pertarungan terakhir antara dua karakter yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya pasti akan membuat mata terbelalak penuh kekaguman. Awesome!

Sayangnya, dari semua kualitas yang mampu dihadirkan, Tekken: Blood Vengeance hadir dengan sebuah kelemahan yang fatal. Voice acting, terutama dari versi Bahasa Inggris, benar-benar buruk. Walaupun teknologi CGI  yang maju kini mampu memunculkan beragam raut wajah penuh ekspresi, voice acting setiap karakter justru seringkali datar tanpa emosi, membuat beragam pesan emosi yang seharusnya mampu membuat cerita tampil lebih hidup, hancur berantakan begitu saja. Voice acts yang buruk ini tidak mampu memunculkan kepribadian unik dari setiap karakter yang ada.

Screenshot

Tekken Blood Vengeance sebenarnya merupakan bagian dari kompilasi edisi Tekken Hyrbrid untuk konsol yang juga memuat game Tekken Tag Tournament 2 di dalamnya. Tekken Hybrid sendiri baru dirilis pada 22 November 2011 di Eropa dan 1 Desember 2011 mendatang untuk pasar Jepang. Namco Bandai juga merilis film ini secara terpisah dalam bentuk DVD tanpa dukungan teknologi tiga dimensi. Tekken: Blood Vengeance tentu menjadi film yang wajid ditonton oleh semua kalangan gamer. Oleh karena itu, pastikan Anda mendapatkannya dari retail terdekat atau melalui “jalur belakang” yang sudah pasti familiar bagi Anda.

Studio: Digital Frontier, Bandai Namco Games
Directed by: Youichi Mori
Produced by: Yoshinari Mizushima
Written by: Dai Sato
Music by: Hitoshi Sakimoto, Basiscape
Running Time: 92 minutes
Language: Japan, English

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…