Review Batman – Arkham City: Game Superhero Terbaik yang Pernah Ada!

Reading time:
November 10, 2011

Gamer pasti sudah cukup lelah mendengar kata “Adaptasi” setiap kali kata ini digunakan di dalam industri game. Menjadi sebuah momok tersendiri ketika harus menghadapi kenyataan bahwa usaha untuk menjadikan sebuah game ke dalam format hiburan yang lain atau sebaliknya justru lebih sering berujung pada blunder. Kualitas yang buruk, identitas yang hilang, hingga sensasi sama yang sulit didapatkan menjadi sesuatu yang sering gamer temukan. Adaptasi menjadi kata keramat yang dihindari. Hal ini memang sering terjadi untuk film, namun untuk komik? Tunggu dulu!

Dunia komik (khususnya DC dan Marvel) sendiri sudah berkembang menjadi sebuah entitas yang melegenda. Ceritanya yang berfokus pada kemampuan manusia-manusia super menjadi pondasi fiksi yang kuat bagi banyak orang. Bagi industri game, superhero selalu memiliki tempat tersendiri, dari generasi konsol pertama hingga kini. Berkembang dari sekedar side-scrolling, menuju MMORPG dan sandbox, karakter-karakter pembela kebenaran ini seolah tak akan pernah mati. Apakah semuanya mampu menampilkan kualitas yang dicintai para gamer? Tidak semuanya, namun beberapa harus diakui sangat berkualitas. Salah satunya adalah seri Batman yang dikembangkan oleh Rocksteady Studios.

Batman: Arkham Asylum yang dirilis pada tahun 2009 silam berhasil menarik perhatian gamer karena kemampuannya untuk memuat semua elemen yang ada pada diri Batman. Tidak sekadar hanya datang dan meminta superhero ini untuk menghajar siapapun, namun memperkuat citra dirinya sebagai seorang The Dark Knight. Kekuatan utama Batman untuk mengatasi masalah dengan teknologi dan kecerdasan serta gerak aksi nya yang lebih mengutamakan stealth menjadi kunci utama dari keseluruhan permainan. Impresi pertama yang tidak jauh berbeda juga didapatkan dari seri terbarunya, Batman: Arkham City. Impresi pertama yang memesona ini ternyata tak berhenti di situ saja. Menjajalnya lebih jauh? Anda akan jatuh cinta pada game ini.

Bagi Anda yang sudah menyimak preview kami sebelumnya tentu sudah mendapatkan gambaran akan apa yang ditawarkan oleh Batman: Arkham City, terutama dari segi tampilan dan visualisasi secara keseluruhan. Namun ternyata Batman: Arkham City menawarkan hal yang jauh lebih kaya dan besar daripada sekadar “hanya sebuah game Batman” belaka. Tentu tidak akan menjadi sesuatu yang hiperbolik untuk mengatakannya sebagai sebuah game superhero terbaik yang pernah ada di industri game. Review ini akan menjelaskannya kepada Anda.

Plot

Apa itu sebenarnya Arkham City? Bukankah kota yang dijaga Batman di komik dan film adalah Gotham City? Ini mungkin menjadi pertanyaan pertama yang Anda utarakan ketika memerhatikan judul game yang satu ini. Arkham City sebenarnya hanyalah merupakan satu sub-bagian dari Gotham City yang luas dan kebetulan menjadi tempat Anda beraksi sebagai Batman di seri terbaru ini. Melanjutkan timeline dari seri pertamanya, fasilitas ini dibangun setelah Arkham Asylum yang dulunya dipercaya dapat melindungi Gotham dari para psikopat di dalamnya ternyata tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Arkham City akhirnya dibangun sebagai fasilitas tahanan dan rehabilitasi yang baru.

Welcome to Arkham City, Batman!
Dr. Hugo Strange yang mengawasi Arkham City. Apa yang ia rencanakan sebenarnya?

Dr. Hugo Strange dan Walikota Sharp menjadi pihak yang mencetuskan ide ini. Dengan area yang jauh lebih luas dari Asylum, Arkham City akan dapat memuat semua psikopat dan penjahat Gotham City di dalam satu tempat. Hanya saja kali ini mereka dibiarkan bebas untuk mencari acara agar dapat bertahan hidup dengan kekuatan sendiri. Otoritas Gotham hanya membangun benteng dengan tingkat keamanan maksimum untuk memastikan tidak ada yang keluar dan mengancam Gotham. Akibatnya? Beberapa otak jenius di balik kejahatan besar kini memiliki “pasukannya” sendiri. Arkham City pun dilanda perang faksi antar penguasa ini.

Arkham City mungkin menjadi konsep yang begitu sempurna untuk mengatasi tingkat kejahatan Gotham yang menggila. Namun ternyata “kota” ini perlahan mulai berubah fungsi. Walikota Sharp mulai menjadikan Arkham City sebagai fasilitas untuk mempertahankan kediktatoran, tempat pembuangan semua individu yang berani menentang setiap kebijakannya, termasuk Bruce Wayne di dalamnya. Setelah sempat ditahan di dalam Arkham, Wayne mulai melihat ketidakberesan dan bertekad untuk menyelidikinya. Kali ini tentu sebagai Batman.

Hidup Batman tak akan pernah lengkap tanpa Joker, begitu juga sebaliknya
And the only morality in a cruel world is chance. Unbiased. Unprejudiced. Fair!

Kota ini ternyata jatuh dalam keadaan yang benar-benar kacau. Perang senjata dan konflik antar para penjahat besar membuat kondisi yang tidak aman bagi para tahanan politik Sharp dan tentu saja para petugas masyarakat yang diterjunkan di dalamnya. Perlahan Batman juga mempelajari bahwa Hugo Strange ternyata punya rencana yang lebih besar untuk Arkham City, sesuatu yang disebut sebagai Protocol 10. Usaha untuk menyelidiki rencana ini dan siapa dalang yang berada di balik Hugo Strange memaksa Batman untuk sekali lagi bertemu dengan para seteru abadinya. “Reuni kecil” ini seperti biasa tak akan menyenangkan bagi Batman. Kali ini bahkan lebih serius, Batman harus berjuang dalam kondisi kritis mendekati kematian sembari mencegah Protocol 10 untuk terjadi.

Jadi apa itu Protocol 10? Rencana apa yang berada di benak Hugo Strange ketika ia mendesain Arkham City ini? Siapa dalang di belakangnya? Apakah Batman akan berhasil selamat dari kondisi kritisnya atau tidak? Bagaimana kabar Joker setelah racun Titan yang ia suntikkan ke dirinya sendiri di Arkham Asylum dulu? Mengapa Batman harus bekerjasama dengan musuh besarnya? Semua jawaban ini tentu saja harus Anda temukan sendiri dengan memainkan Arkham City. I won’t spoil everything for you!

Open-World – Jelajahi Setiap Sudut Arkham City

Batman: Arkham Asylum boleh dibilang mengusung Sandbox sebagai genre utamanya

Jika kita membicarakan hal apa yang paling berbeda pada Arkham City dibandingkan seri Arkham Asylum sebelumnya, maka setting tentu menjadi jawaban yang paling masuk akal. Jika pada Arkham Asylum, Batman dihadapkan pada setting fasilitas psikologi dengan berbagai cluster dan lapangan luas yang berada di antaranya, maka Arkham City merupakan sebuah miniatur Gotham City yang terbangun dengan apik. Kota yang begitu luas ini dipenuhi dengan beragam bangunan tinggi, jalan-jalan kecil, hingga beragam jalur rahasia di dalamnnya. Berita baiknya? Anda bisa menjelajahi setiap sudut dari Arkham City sejak awal permainan. Anda akan merasakan atmosfer open-world yang kental.

Glide akan membantu Anda bergerak dengan cepat dan tidak terdeteksi
Grapple tak hanya untuk berpindah tempat, namun bisa juga berfungsi sebagai alat untuk melarikan diri paling efektif

Percaya atau tidak, banyaknya bangunan tinggi justru mendatangkan keuntungan tersendiri. The Dark Knight tentu tidak membawa sayap lebar dan teknologi mutakhir yang ia punya dengan tanpa kegunaan apapun. Walaupun setting yang dihadirkan lebih luas, Batman masih mampu bergerak dari satu titik ke tempat lain dengan cepat menggunakan dua item utama: Grapple hook dan Glide menggunakan sayapnya. Kedua benda ini akan menjadi kunci utama navigasi Anda dalam menjelajah Arkham City yang kejam. Dengan skema kontrol yang mudah untuk melakukan kedua aktivitas ini, Anda tidak akan kesulitan untuk melakukan hal ini.

Setia Pada Prinsip Tanpa Membunuh – Bertarung dengan Tangan Kosong

“Membela keadilan tanpa membunuh siapapun” adalah sebuah prinsip kebenaran yang dipegang oleh Bruce Wayne sejak ia memutuskan untuk memiliki alter-ego sebagai seorang Batman. Kode yang menjadi daya tarik bagi Joker ini juga merupakan satu-satunya hal yang membedakan Bruce Wayne dari psikopat yang lain. Di dalam Arkham City, terlepas dari kekacauan yang terjadi, Batman ternyata masih bertahan dengan kode nya. Ia tidak akan membunuh siapapun di sini. Cara terbaik mencapainya? Pertarungan tangan kosong.

Anda akan seringkali menemukan segerombolan penjahat dari faksi penjahat tertentu di setiap sudut Arkham City. Batman tentu tidak dapat membiarkan hal seperti ini terjadi, bukan? Ada dua cara yang dapat Anda tempuh untuk mengalahkan mereka, yakni bertarung secara frontal atau memilih gaya stealth yang lebih aman.

Bersiaplah melakukan counter setiap kali tanda petir seperti ini menyala di kepala musuh
Multiple batarang - instant takedown yang efektif untuk menghabisi banyak musuh dalam sekejap

Kemampuan bela diri Batman akan terlihat dengan jelas ketika Anda lebih memilih untuk bertarung secara frontal. Walaupun Anda dikerubungi puluhan orang, tidak sulit untuk memastikan mereka semua mencium tanah dan tak lagi terbangun. Ada empat tombol aksi yang dapat digunakan untuk memastikan pertarungan berlangsung mulus untuk Batman. Kombinasi antara tombol arah dan pukul akan membuat Batman melakukan combo dari satu musuh ke musuh yang lainnya dengan cepat, tombol counter untuk membalikkan serangan musuh yang bisa diaktifkan ketika muncul indikator biru di atas kepala musuh, tombol stun untuk membuat musuh terdiam, dan beragam shortcut untuk menggunakan alat yang berada di utility belt Batman. Jika Anda berhasil mencapai jumlah combo tertentu, Batman juga dapat melakukan beragam instant takedown yang efektif untuk mengakhiri pertarungan dengan cepat.

Stealth akan sangat berguna untuk melawan musuh dengan senjata yang berbahaya

Stealth lebih berguna untuk memastikan musuh-musuh berbahaya dinetralisir sebelum mereka sempat melakukan apapun. Berbeda dengan superhero yang lain, Batman hanyalah “manusia biasa” yang rentan pada senjata tajam dan api. Oleh karena itu, penjahat yang memegang senjata menjadi ancaman terbesar baginya. Anda hanya perlu mendekati target hingga muncul indikator stealth takedown yang menyala. Anda juga bisa melakukan takedown ini dengan menggunakan beragam setting lingkungan yang ada, seperti ujung bangunan atau gargoyle di atas gedung. Bergerak dengan cepat dan menyerang dengan glide juga cukup efektif.

Anda bukan Superman! Batman masih seorang manusia biasa, tidak anti peluru

Lantas bagaimana cara membedakan mana musuh yang berbahaya dan mana yang tidak? Lewat detective mode pada Batman, hal ini dimungkinkan. Mode yang membuat Batman dapat melihat tembus hampir semua material ini juga memberikan indikator warna pada musuh yang ia lihat. Biru pada musuh dengan tangan kosong, Orange pada musuh dengan senjata api, Kuning untuk yang mengenakan armor, dan hijau untuk informan yang harus diinterogasi. Seiring dengan plot yang dijalankan, para penjahat ini juga semakin sulit untuk dikalahkan, apalagi jika mereka didukung dengan sniper, stun gun, hingga tameng. Butuh strategi yang tepat untuk memastikan Batman tak menjadi korban.

Upgrade Kemampuan Batman – Tentukan Gaya Bermain

Upgrade kemampuan yang menurut Anda terpenting

Batman juga bukan makhluk yang tidak belajar dan berinovasi. Setiap kali Anda menyelesaikan misi tertentu atau mengalahkan musuh, maka Anda akan mendapatkan sejumlah point experience yang nantinya dapat digunakan untuk melakukan upgrade pada kemampuan Batman. Berbeda dengan seri sebelumnya, upgrade kini hadir dalam sub-kategori untuk mempermudah Anda memilih prioritas dan gaya bermain yang Anda inginkan.

Gadget yang didapatkan dari Mr. Freeze dapat membekukan musuh untuk sementara waktu. Selanjutnya tinggal, BAM!

Anda kini dapat memilih untuk lebih mengoptimalkan fungsi gadget untuk mendapatkan efek yang lebih kuat, memperkuat kemampuan bertarung Batman, meningkatkan armor yang ia kenakan, atau lebih berfokus pada fungsi yang lain. Walaupun seiring permainan Anda akan dapat mengambil semua opsi tersebut, namun pilihan pada awal permainan akan menentukan pilihan strategis untuk menjatuhkan musuh dan menyelesaikan misi yang ada. Anda yang tidak berfokus pada armor yang lebih baik tentu tidak dapat begitu saja mengekspos diri terbuka pada pasukan yang memegang senjata api. Sedangkan Anda yang berfokus pada gadget akan efektif untuk menemukan banyak rahasia di Arkham City dan memancing perhatian musuh dari jarak jauh, namun kurang efektif untuk pertarungan tangan kosong.

Reuni “Kecil” Lewat Side Missions

Long time no see, Bane!

Apalah arti hidup seorang Batman jika ia tidak ditemani oleh “teman-teman” nya yang gila dan berusaha untuk membunuhnya? Batman: Arkham City menghadirkan tokoh antagonis yang jauh lebih banyak dibandingkan seri Arkham Asylum. Sebagian besar musuh tersebut memang dapat Anda temui melalui plot utama yang mengalir. Anda akan menemukan Joker, Two-Face, Penguin, Mr. Freeze, Ra’s Al Ghul, Solomon Grundy, dan Mad Hatter yang selalu siap untuk membuat Batman merasakan kematian untuk pertama kalinya. Namun, Arkham City ternyata memuat lebih banyak ancaman jika Batman lebih berperan aktif. Semuanya bisa Anda temukan lewat side missions yang tersebar di seluruh Arkham City.

Side Missions yang selesai akan membawa Batman bertemu dengan villain di atas. Seperti yang terlihat, tidak terlalu sulit, kecuali side missions Riddle
Beberapa side mission akan terlihat jelas dalam map

Seperti game open-world/ sandbox pada umumnya, side missions tidak hanya didesain untuk menyulitkan Anda, tetapi juga menambah bobot tersendiri dalam plot yang diberikan. Belum lagi beragam keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika menyelesaikannya. Side Missions yang dihadirkan di dalam Arkham City sangat beragam dan sebagian besar memang berhubungan dengan karakter Villain tertentu yang tidak akan Anda temukan pada plot utama. Beberapa misi datang dalam kondisi yang acak namun tidak sedikit yang mengharuskan Anda untuk menempuh bagian per bagian untuk bertemu dengan tokoh antagonis yang menjadi inti misi. Indikator side missions akan muncul pada peta Anda sehingga akan mempermudah proses pencarian ini.

Teka-teki Riddle yang tersebar di seluruh penjuru Arkham City
Interogasi anak buah Riddle untuk mendapatkan clue yang lebih spesifik

Dari semua side missions yang ada, tantangan The Riddle harus diakui menjadi yang paling kompleks dan sulit untuk diselesaikan. Sang jenius yang senang dengan teka-teki ini menawan sandera dan tak segan untuk membunuh mereka. Batman tentu saja harus menghentikan psikopat dengan lambang tanda tanya ini. Masalahnya, tidak semudah itu. Riddle menyimpan ratusan teka-teki yang tersebar di seluruh Arkham City dan setiap darinya akan menuntut Anda untuk menemukan landmark yang tepat. Butuh proses yang panjang dan konsistensi untuk menyelesaikannya. Untungnya, Batman punya kemampuan baru untuk menginterogasi bawahan Riddle demi menemukan clue yang lebih jelas. Sesuatu yang akan sering Anda lakukan ketika menggunakan Detective Mode dan menemukan musuh yang menyala hijau.

Gunakan Catwoman dan Robin

Bad kitty! Meow..

Bagi Anda yang memainkan Batman: Arkham City dalam disc original, Anda akan diuntungkan dengan kesempatan untuk menjajal “sisi lain” Arkham City dari kacamata dua karakter pendukung yang tentu akan membuat pengalaman lebih maksimal. Ada Cat Woman yang memanfaatkan kekacauan di Arkham City untuk mencuri hal-hal yang ia inginkan serta Robin yang playable jika Anda membeli limited edition dari Arkham City. Kedua karakter ini akan memiliki fitur, gerakan, misi, dan gaya bermain yang berbeda satu sama lain. Hebatnya lagi, keduanya akan melengkapi plot utama dari Batman.

Kesimpulan

MUST PLAY!

Apa yang membuat sebuah Batman: Arkham City begitu istimewa? Selain berhasil menghadirkan kembali semua esensi yang membuat seri sebelumnya – Arkham Asylum begitu dicintai, Rocksteady Studio menghadirkan eskalasi kualitas ke level lebih tinggi dengan beragam hal baru yang disematkan di Batman: Arkham City. Setting yang jauh lebih luas dengan visualisasi mumpuni yang mampu menghadirkan atmosfer sebuah petualangan Batman yang sesungguhnya menjadi salah satu nilai plus. Anda akan merasakan sensasi “The Dark Knight” yang kental.

Kemampuan Rocksteady untuk meramu plot yang jauh lebih baik juga dirasakan di sini. Anda dapat melihat perjuangan Bruce Wayne dengan ujung hidupnya untuk mempertahankan apa yang ia percayai sebagai seorang Batman. Dengan menghasillan gameplay yang lebih terbuka dan eksplorasi yang lebih dimungkinkan, berbagai side missions yang menawarkan tantangan tertentu dan plot tambahan juga semakin memperkuat kualitas tersebut. Apalagi reuni kecil-kecilan dihadirkan dengan mempertemukan Batman dengan hampir semua tokoh antagonis yang Anda kenal lewat komik maupun filmnya.

Apakah game ini hadir tanpa kekurangan? Hampir tidak ada jika bersikap objektif, namun pada akhirnya preferensi pribadi Anda yang akan menentukan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi pengalaman Anda secara keseluruhan. Bagi saya? Saya benar-benar menyayangkan jumlah puzzle Riddle yang mencapai 400-an lebih di seluruh Arkham City, jumlah yang menurut saya, terlalu banyak. Anda mungkin akan tertarik pada awal- awal permainan, namun kehilangan semangat untuk menemukan kesemuanya, bahkan hingga setelah Anda menyelesaikan permainan sekalipun.

Di tengah minimnya game-game superhero yang mampu menampilkan kualitas yang superb, Batman: Arkham City datang sebagai oase yang terasa sangat mengejutkan. Sudah lama sejak terakhir industri game memiliki sebuah game superhero yang begitu adiktif, menyenangkan, penuh tantangan, hadir dengan plot yang bagus, visualisasi yang mumpuni, dan terasa begitu orisinil. Semua hal yang akan dapatkan dari Batman: Arkham City. Game ini akan membuat Anda merasuk ke dalam video game sendiri dan membuat Anda seolah menjadi Batman itu sendiri. Saya harus mengakui kesempurnaan yang terpancar darinya. MUST PLAY!

Kelebihan:

 

Batman Rules!!
  • Visualisasi Mumpuni
  • Plot yang Menarik
  • Penambahan Fitur Baru yang Memperkaya Gameplay
  • Reuni Kecil dengan Sebagian besat Tokoh Antagonis Batman
  • Battle Tangan Kosong yang Epik
  • Side Missions yang Menantang
  • Ending yang mengejutkan

Kekurangan:

Map Arkham City yang dipenuhi quest Riddle. Butuh komitmen untuk dapat menyelesaikannya
  • Jumlah Misi Riddle yang dirasakan terlalu banyak

Cocok untuk: semua gamer yang mengagumi tokoh Batman, yang butuh game sandbox yang berkualitas, yang butuh game penghabis waktu luang yang menyenangkan.

Tidak cocok untuk: pengikut Joker, Penguin, Mr. Freeze, Two-Face, Riddle, dan lainnnya.

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…
November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…

PlayStation

April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…
March 9, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Housemarque (RETURNAL)!

Housemarque dan rilis konsol terbaru Playstation memang jadi kombinasi tidak…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…