Review Infinity Blade II: Pertarungan Abadi yang Lebih Rumit!

Reading time:
December 19, 2011
Infinity Blade II iOS 1

Pada awal perkembangannya, perangkat mobile memang hanya mampu menampilkan fungsi multimedia yang sederhana, termasuk fungsi gaming di dalamnya. Anda tentu masih ingat bagaimana ponsel di masa lalu hanya mampu memainkan game dengan bentuk piksel hitam yang bergerak di layar. Namun seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, perlahan namun pasti, berbagai fungsi gaming yang lebih kompleks mulai mampu dilakukan. Game mobile yang tampil dengan visualisasi dan gameplay mendekati game konsol ataupun PC pun mulai bermunculan. Salah satu pelopornya? Perangkat iOS dari Apple.

Ketika pertama kali Epic Citadel – sebuah demo Unreal Engine untuk perangkat mobile yang diluncurkan Epic – diperlihatkan, dunia terkejut. Demo ini memperlihatkan bagaimana kualitas grafis yang begitu apik mampu dijalankan oleh perangkat sekecil iPhone dan iTouch. Implementasi sesungguhnya kemudian diterapkan oleh Chair Entertainment dengan Infinity Blade mereka yang fenomenal. Ketika diluncurkan, game ini begitu memukau, hingga mampu mengalahkan dominasi Angry Birds di puncak App Store. Kini game penerusnya – Infinity Blade II menjanjikan sensasi yang sama.

Ekspektasi yang tinggi tentu mengemuka mengantisipasi kehadiran game yang satu ini. Apalagi Infinity Blade II dijadikan sebagai unjuk kekuatan Apple ketika memperkenalkan iPhone 4S kepada dunia. Kualitas grafis yang kian memukau lewat balutan setting yang semakin beragam membuat infinity Blade II tampil sebagai sebuah seri suksesor yang tak hanya sekedar mengekor kesuksesan pendahulunya. Chair Entertainment menyuntikkannya dengan beragam elemen baru, yang sudah pasti membuat gameplay seri terbaru ini tampil lebih memukau. Ia menjadi satu paket hiburan yang lengkap.

Bagi Anda yang sempat menyimak preview kami sebelumnya tentu sudah memiliki gambaran akan apa yang ditawarkan oleh game yang satu ini. Lantas bagaimana dengan keseluruhan impresi akan Infinity Blade II? Simak review ini.

Plot

Infinity Blade II 471
Karakter utama kita akhirnya memiliki nama - Siris

Di Infinity Blade pertama, Anda hanya berperan sebagai seorang ksatria tanpa latar belakang dan tanpa nama. Tanpa alasan dan plot yang jelas, Anda diminta untuk membunuh salah satu pemimpin the Deathless – God King. Untuk mampu melakukannya, sang karakter utama membutuhkan sebuah pedang terkuat bernama Infinity Blade. Siklus pun terus terjadi. setiap keturunan lahir untuk memastikan misi ini terjadi. Sebuah pertempuran abadi.

Di Infinity Blade II, Chair Entertainment menyuntikkan elemen plot yang baru untuk memperkuat game ini secara keseluruhan. Karakter utama akhirnya memiliki namanya sendiri, latar belakang dari setiap aksinya juga kini dibalut dengan cerita, dan alasan mengapa ia terus hidup juga akhir dijelaskan. Karakter yang Anda mainkan ternyata bernama Siris. Jika di masa lalu, Anda memainkan keturunannya secara terus-menerus, maka di Infinity Blade II, Siris diceritakan sebagai salah satu dari The Deathless. Oleh karena itu, ia akan terus bereinkarnasi setelah mati, hingga tujuan utamanya tercapai.

Infinity Blade II 311
The God King yang ternyata masih hidup!

Sebagai sebuah sekuel, Siris diceritakan pada akhirnya berhasil membunuh The God King dengan menggunakan Infinity Blade di seri pertama. Namun takdir Siris tidak berhenti begitu saja. Ia sendiri sudah bersumpah untuk memburu semua Deathless yang ada. Oleh karena itu, ia berkelana untuk meminta bantuan dari sebuah mitos – Workers of Secrets yang kabarnya mampu mendatangkan kematian bagi The Deathless yang abadi. Pertempuran ini membawanya ke Saydhi – salah satu The Deathless yang mengetahui lokasi Workers of Secrets. Setelah bertempur habis-habisan, Siris justru menemukan sebuah fakta yang mengejutkan. Sang musuh utama – The God King Raidriar ternyata masih hidup. Siris yang “terjebak” pun harus kehilangan Infinity Blade dan bereinkarnasi kembali. Misi untuk mencari Workers of Secrets pun dimulai. Takdir seperti apakah yang akan menanti Siris? Apa sebenarnya niat Workers of Secrets?

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…