Review Uncharted – Golden Abyss: Petualangan Drake dengan Rasa Berbeda!

Reading time:
January 17, 2012

Maksimalkan Fitur PS Vita!

Apa yang membuat sebuah PS Vita berbeda dibandingkan handheld lainnya yang berada di pasaran? Sony tentu sudah mempersiapkan arsenal dengan segudang fitur untuk memastikan PS Vita menjadi yang terbaik di industri game saat ini. Sebut saja touch-screen, rear touch pad, accelerometer, gycroscope, dan beragam fungsi mumpuni lainnya. Sebagai sebuah game yang lahir perdana, Naughty Dogs tentu harus memastikan agar Uncharted: Golden Abyss mampu mengeksplorasi kesemua fitur tersebut. Sebuah tugas yang tentu tidak mudah mengingat bagaimana Uncharted selama ini merupakan game yang dimainkan dengan kontroler konvensional ala konsol. Sebuah perubahan pun dimulai.

Uncharted Golden Abyss 511
Anda hanya tinggal menyentuh bagian layar dimana Anda ingin Drake bergerak
Uncharted Golden Abyss 42
Anda harus menyapu layar sentuh PS Vita untuk membuka clue

Dari semua fitur yang ada, kemampuan touch-screen pada layar PS Vita tentu menjadi fungsi yang paling banyak digunakan. Layar lebar 5 inchi yang dimiliki perangkat yang satu ini memungkinkan penerapan layar-sentuh yang dapat dirasakan cukup nyaman. Di Uncharted: Golden Abyss, fungsi ini dihadirkan untuk membawa pengalaman yang lebih mudah dan berbeda. Semua aksi Drake, dari memukul, menembak, melakukan reload, hingga melompat dapat diaktifkan dengan hanya menyentuh layar di posisi tertentu. Untungnya, aksi ini lebih bersifat alternatif dimana Anda masih diberikan pilihan untuk tetap dapat menggunakan kontrol fisik yang harus diakui, jauh lebih nyaman bagi sebagian besar gamer. Namun harus diakui, fungsi layar sentuh ini berperan signifikan untuk melakukan navigasi aksi platformer Drake yang terkadang melelahkan. Anda hanya tinggal melakukan drag pada jalur yang ingin ditempuh dan Drake akan secara otomatis mengikutinya.

Bukan hal yang berlebihan tampaknya jika kita juga mengasosiasikan Uncharted dengan Puzzle. Sebagai seorang treasure hunter, beragam teka-teki yang diciptakan oleh para jenius di masa lampau tentu menjadi satu dari sedikit tantangan yang harus ditakhlukkan oleh Drake. Berbeda dengan Uncharted di Playstation 3, puzzle di Golden Abyss seolah didesain untuk mempertontonkan kemampuan layar sentuh PS Vita. Anda akan seringkali menemukan puzzle sederhana yang meminta untuk menggerakan jari-jari di atas layar PS Vita, dari sekedar membersihkan artifak hingga menyusun dan memutar gambar. Rear touch pad yang berada di belakang PS Vita juga dimaksimalkan untuk hal yang tidak jauh berbeda.

Uncharted Golden Abyss 471
Golden Abyss juga memaskimalkan rear touch pad
Uncharted Golden Abyss 52
Sulit membidik musuh? Gerakkan saja PS VIta Anda seperti sedang memegang senjata

Tidak hanya layar sentuh, fitur accelerometer juga menjadi primadona di Uncharted: Golden Abyss. Fitur yang memungkinkan perangkat untuk mendapatkan perintah hanya dari pergerakan fisik ini memang menjadi salah satu kemampuan yang kian umum ditemukan. Di Golden Abyss, fungsi accelerometer lebih banyak digunakan untuk menggantikan posisi analog kanan ketika Drake membidik dengan senjatanya. Jika Anda termasuk gamer yang seringkali kurang nyaman membidik dengan kontroler, ini akan menjadi inovasi terbesar bagi Anda. Selama proses aiming, Anda hanya tinggal memiringkan PS Vita Anda ke posisi tertentu untuk menggerakkan crosshair yang ada. Untuk proses aiming pistol dan machine gun, analog kanan boleh bilang masih menjadi sarana yang terbaik. Sementara untuk sniper, Anda akan berterima kasih ada fitur accelerometer ini.

Light puzzle
Puzzle yang satu ini benar-benar membuat kagum

Dari semua fitur PS Vita yang diterapkan pada Uncharted: Golden Abyss, fungsi yang satu ini mungkin menjadi yang terbaik dan paling mengagumkan. SPOILER ALERT sebelum Anda melanjutkan membaca bagian ini! Di salah satu scene, Drake diminta untuk memecahkan sebuah teka-teki dengan perkamen kosong di tangannya. Sebagian besar dari Anda tentu akan mengira ini hanya akan membutuhkan sentuhan di layar untuk diselesaikan, namun ternyata tidak. Teka-teka yang satu ini mengharuskan Anda untuk mendekatkan PS Vita dengan sumber cahaya seterang mungkin untuk dapat melihat clue yang ada. Naughty Dogs bahkan mampu menggunakan sensivitas cahaya kamera sebagai petunjuk teka-teki. Wow!

Tidak dapat dipungkiri, semua fitur unik yang terdapat di PS Vita dapat dimaksimalkan untuk menciptakan sebuah pengalaman Uncharted yang berbeda. Walaupun mengusung esensi yang sama, namun mekanisme eksekusi aksi yang berbeda membuat Uncharted: Golden Abyss, harus diakui, tampil lebih mudah dibandingkan tiga serinya di Playstation 3. Menggunakan layar sentuh, accelerometer, dan rear touch pad sebagai fitur alternatif seolah “memanjakan” gamer. Anda bahkan tidak perlu repot lagi memanjat. Tinggal menyentuh, drag, dan biarkan Drake bergerak secara otomatis. Kelebihan atau kekurangan? Anda sendiri yang memutuskan.

Sebuah Standar Baru dalam Dunia Portable Gaming

Uncharted Golden Abyss 791
Voice acts yang berkualitas membuat cerita semakin hidup

Memilih Uncharted: Golden Abyss sebagai game yang merepresentasikan kemampuan penuh yang dimiliki oleh Playstation Vita memang harus diakui merupakan keputusan terbaik yang bisa diambil oleh Sony. Tidak hanya hadir dalam kualitas visualisasi yang luar biasa indah sebagai sebuah game yang lahir di handheld, Naughty Dogs juga tetap mempertahankan kualitas sebuah seri Uncharted di dalamnya. Ia masih mampu menampilkan voice acts dan motion capture yang akan membuat plot yang terasa lebih hidup. “Interaksi unik” antara Drake dan Sully masih menjadi primadona di seri terbaru ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…