Orang Tua Abaikan Rating Umur Video Game?

Reading time:
April 16, 2012

Sudah bukan rahasia lagi jika sebagian besar dari kita para gamer, seringkali merasa tersudutkan dengan berbagai stigma negatif yang dilemparkan oleh masyarakat awam. Video game dipandang sebagai sumber dari segala “penyakit sosial” yang berkembang di era modern ini, termasuk peningkatan intensitas sifat agresivitas yang kabarnya, bahkan terjadi di anak-anak saat ini. Sumbernya? Dicurigai berasal dari konten video game yang dianggap kian penuh kekerasan dan kekejaman dalam batas yang tidak wajar. Sesuatu yang memang tidak dapat dipungkiri memang terjadi. Namun benarkah ini menjadi satu-satunya alasan? Ada alasan lain yang menyertainya: orang tua.

Industri game sebenarnya sudah memiliki mekanisme filternya sendiri untuk memastikan agar usia tertentu tidak mengakses konten-konten yang tidak pantas. Situs non-profit seperti ESRB dan PEGI dengan jelas memberikan batasan umur untuk memudahkan orang tua mengawasi video game yang dimainkan oleh anak mereka. Namun nyatanya? Berdasarkan survei yang dilakukan oleh playr2.com terhadap 1200 responden yang berbasis di Inggris, hasil yang didapat cukup mengejutkan. Lebih dari setengah, 64% dari responden ini menyatakan bahwa mereka tidak pernah memeriksa batasan umur video game yang dimainkan anak mereka terlebih dahulu. Dari 64% ini, 55% nya beralasan bahwa batas umur bukanlah sesuatu yang penting untuk diperhatikan. Ironis.

Dengan hasil survei seperti ini, tidak mengherankan jika kita melihat banyak anak-anak dengan mudahnya memperlihatkan tindak kekerasan yang terhitung “brutal” untuk anak seusia mereka. Pada akhirnya, video game tidak menjadi satu-satunya alasan yang menyebabkan hal ini terjadi, tetapi juga lemahnya pengawasan orang tua. Jika sistem ESRB dan PEGI yang diterapkan pada game-game original di Inggris Raya saja tidak mampu menjalankan fungsinya, apalagi di Indonesia? Sebagian besar game bajakan di Indonesia, apapun genrenya, sebagian besar datang dengan rating “E” yang sudah dimodifikasi oleh para pembajak. Banyak orang yang bahkan tidak tahu fungsi huruf-huruf yang tertempel di depan cover game ini. Hasilnya? Bukan sesuatu yang sulit melihat anak-anak sekolah dasar di negara ini menikmati pembunuhan brutal lewat game seperti GTA.

Tidak hanya beresiko terpapar oleh konten yang tidak pantas, menjamurnya game online dan interaksi yang tercipta di dalamnya = juga mengandung potensi resiko yang besar.

Bagaimana menurut Anda? Pihak mana yang lebih bertanggung jawab, produsen game atau orang tua?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…