EA: Frosbite Adalah Engine Next-Gen Kami!

Reading time:
June 20, 2012
frostbite engine 2 logo

Gamer mana yang tidak terkagum-kagum ketika EA mulai memperkenalkan seri Battlefield 3 lebih dari setahun yang lalu. Trailer dan screenshot yang muncul saat itu memperlihatkan keampuhan sebuah engine baru yang begitu memukau. Bekerja sama dengan DICE, EA mengembangkan Frosbite 2.0 yang memungkinkan Battlefield 3, tidak hanya tampil memukau dari segi visualisasi, namun juga mampu menghadirkan efek-efek yang mengesankan pertempuran yang nyata. Tidak mengherankan jika Frosbite 2.0 kemudian tumbuh menjadi standar bagi game-game terbaru dari EA. Apa yang menyebabkan engine ini tampil begitu luar biasa?

Salah satu mantan pimpinan DICE yang kini aktif di EA – Patrick Soderlund berbagi rahasia tentang di balik kehebatan engine Frosbite 2.0 ini. Soderlund mengakui bahwa Frostbite 2.0 memang dibangun sejak awal sebagai sebuah engine masa depan yang akan memperkuat EA untuk mesin-mesin gaming generasi selanjutnya. Engine yang Anda lihat di Battlefield 3 dan NFS: The Run hanyalah awal dari apa yang sebenarnya mampu dilakukan oleh Frosbite 2.0. Ia juga meyakinkan bahwa engine ini secara perlahan juga terus berkembang. Sebagai bukti, EA akan sedikit “memperkuat” engine ini di seri FPS terbaru yang direncanakan akan dirilis akhir tahun nanti – Medal of Honor: Warfighter. Anda akan melihat banyak hal baru yang tidak Anda temukan di Battlefield 3 sebelumnya di game yang satu ini.

Battlefield 3 Back to Karkand Wake Island 15
Tidak heran jika Battlefield 3 mampu tampil memesona sebagai sebuah engine. Frosbite 2 memang sudah didesain sebagai engine next-gen sejak awal pengembangannya.

Dengan alasan seperti ini, memang tidak mengejutkan jika Frosbite Engine 2.0 mampu tampil sebagai engine grafis yang memesona untuk ukuran mesin gaming saat ini. Jika dengan sedikit kemampuan saja, Frosbite sudah mampu menampilkan kualitas sebaik Battlefield 3, bayangkan apa yang dapat ia lakukan sebagai sebuah engine yang berfungsi penuh di masa depan. EA ternyata sudah “mencuri” start sebagai ajang pembuktian diri ketika developer lain masih berkutat dengan Unreal Engine 4, Luminous Engine, dan Fox Engine. Good job, EA!

Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…