Review Spec Ops – The Line: Menggelitik Hati Nurani!

Reading time:
July 13, 2012
Spec Ops The Line 19

Sudah bukan rahasia lagi, jika game third person shooter yang hadir di industri game saat ini memang seringkali jatuh pada kesan gameplay yang monoton. Sejak kesuksesan seri Gears of Wars dari Epic Games, beberapa game kompetitor tampaknya mulai kehilangan ide untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda. Mereka terjebak pada mekanisme cover-shoot yang sederhana, menuntut Anda untuk bergerak dari satu titik ke titik lainnya, menghancurkan setiap ancaman yang ada dan memastikan diri untuk tidak tewas selama menjalani proses ini. Sesuatu yang untungnya, tidak menjebak game third person shooter teranyar milik Yager Development dan 2K Games ini.

Anda yang sudah membaca preview kami sebelumnya tentu sudah punya gambaran secara kasar apa yang sebenarnya yang ditawarkan oleh Spec Ops: The Line ini, setidaknya apa yang membuatnya berbeda dibandingkan dengan game-game yang berjalan di genre serupa. Ia menghadirkan kesan pertama yang begitu kuat, terutama lewat jalinan cerita yang solid dan beberapa fitur yang tidak hanya akan membuat adrenalin Anda berpacu kencang, tetapi juga hati nurani dan moral Anda terketuk. Ini tidak hanya soal menghadirkan brutalitas perang dengan visualisasi secara eksplisit, tetapi juga sebuah standar potensi yang mungkin akan membuka mata developer dan publisher yang lain.

Lantas, gameplay apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Spec Ops – The Line ini? Apa yang membuat kami menyebutnya sebagai sebuah game third person shooter yang menggelitik hati nurani?

Plot

Spec Ops The Line 7
Welcome to Dubai!

Dunia post-apocalyptic? Sebagian besar dari Anda tentu menyimpulkan hal ini ketika melihat kondisi kota yang hancur dan berpasir di preview kami sebelumnya. Hal ini tidak sepenuhnya salah, setidaknya bagi masyarakat kota Dubai, Uni Emirat Arab. Salah satu kota paling modern di jazirah Arab ini harus mengalami serangkaian badai pasir terbesar dan terburuk sepanjang sejarah dunia. Tidak dapat dihindarkan lagi, bencana alam membuat kota ini tidak dapat lagi dihuni. Bala bantuan untuk membantu evakuasi penduduk Dubai pun mengalir dari seluruh dunia. Amerika mengirimkan 33rd Battalion yang dipimpin oleh Kolonel John Conrad untuk membantu evakuasi ini. Namun sayangnya, unit pasukan khusus ini menghilang tanpa kabar. Evakuasi pun gagal.

Anda akan berperan sebagai Walker, seorang anggota pasukan khusus Delta Force yang ditugaskan untuk memasuki kota Dubai dan mencari keberadaan Conrad dan pasukan khusus miliknya – 33rd Battalion. Bersama dengan Adams dan Lugo, dua anggota tim Anda yang lain, misi pencarian ini dimulai. Namun ternyata, Dubai mengandung segudang misteri dan ancaman yang membuat misi ini tidak mudah untuk diselesaikan begitu saja. Kondisi Dubai yang tidak lagi memiliki otoritas membuat kelompok-kelompok bersenjata muncul dan menguasai kota berpasir yang satu ini. Sebuah kelompok bersenjata bernama Insurgents lahir dari para penduduk yang berhasil selamat. Tidak hanya itu saja, Walkers ternyata juga menemukan agen-agen rahasia CIA dan anggota-anggota 33rd Battalion dengan agendanya masing-masing di dalam kota ini.

Spec Ops The Line 27
Anda akan berperan sebagai Walker, pemimpin pasukan Delta Force yang ditugaskan untuk mencari Conrad dan pasukan 33rd Battalion
Spec Ops The Line 291
Misteri apa yang sebenarnya sedang menyelimuti Dubai? Konspirasi apa yang terdapat di dalamnya? Siapa Conrad? Mengapa ada CIA di sana?

 

Apa yang sebenarnya terjadi? Konspirasi seperti apa yang melibatkan para Insurgents, CIA, dan anggota-anggota 33rd Battalion ini? Mampukah Walker, Lugo, dan Adams menemukan Conrad yang hilang? Semua misteri ini tentu dapat Anda pecahkan dengan memainkan game yang satu ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…