Review Delux M618: Mouse Gaming untuk “Kesehatan”

Reading time:
August 3, 2012

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar peripheral yang mengklaim dirinya sebagai sebuah mouse gaming? Sebagian besar dari Anda tentu akan langsung menuju pada kebutuhan untuk menghadirkan beragam fitur yang akan membuat permainan Anda menjadi lebih mudah. Selain kenyamanan lewat desain yang ergonomis, sebagian besar produsen akan menyuntikkan fungsi makro untuk membantu Anda mengeksekusi beragam gerakan dan aksi tanpa perlu harus menggunakan keyboard sama sekali. Namun apa jadinya jika sebuah produsen berusaha menghadirkan sesuatu yang berbeda terkait konsep mouse gaming ini? Sebuah konsep yang tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga kesehatan di dalamnya. Selamat datang di dunia Delux M618!

Delux? Belum pernah mendengar nama ini sebelumnya? Jangan khawatir, begitu juga dengan kami. Mencari sedikit informasi melalui Google, Delux ternyata merupakan manufaktur peripheral gaming PC yang berbasis di Shenzhen, China. Produknya sendiri hadir dalam varian yang cukup beragam, dari mouse, keyboard, audio devices, hingga power supply. Dengan kekuatan ekonomi China yang semakin besar, tidak heran jika Delux berusaha menjajal pasar Indonesia yang masih terhitung potensial. Kami, Jagat Play, berkesempatan untuk menjajal mouse gaming “unik”nya – 618. Seberapa unik? Bentuknya sendiri tentu saja lebih dari cukup untuk memberikan penjelasan melebihi kata-kata. Pertanyaannya kini, seberapa baik ia menjalankan tugasnya sebagai sebuah peripheral gaming? Inilah yang menjadi fokus perhatian kami.

Desain yang Unik – Seberapa Nyaman?

Berbeda dengan desain mouse konvensional, Delux M618 datang dengan desain yang membutuhkan tangan Anda untuk menggenggam secara vertikal, layaknya joystick..

Apa yang membuat perangkat navigasi PC Anda sekarang mendapatkan nama “mouse”? Bentuknya yang menyerupai tikus menjadi alasan yang paling utama. Sebuah bentuk yang sama sekali tidak merepresentasikan bentuk dari Delux M618 ini. Berbeda dengan sebagian besar mouse dengan desain menyerupai telur dan fungsi yang dapat diakses dengan posisi tangan yang telungkup, Delux M618 justru datang dengan desain yang sama sekali tidak menyerupai mouse manapun yang Anda temukan di pasaran. Dengan bentuk yang meninggi layaknya menara, mouse yang menuntut Anda untuk menggenggamnya ini justru mirip dengan desain joysick untuk game-game pesawat atau fighting. Inilah yang menjadi kekuatan utama dari Delux M618 ini sendiri.

Walaupun datang dengan desain yang terhitung “unik”, Delux M618 tetap mudah untuk dikuasai. Tombol klik kiri, scrolls, dan klik kanan tetap dapat diakses dengan jari yang sama yang biasa Anda gunakan untuk mouse konvensional.
Bentuk tombol yang besar dan responsif akan secara otomatis membuat memori otot Anda untuk menyesuaikan diri.

Karena cara penggunaan yang sama sekali berbeda, Anda memang butuh waktu untuk membiasakan diri sebelum benar-benar dapat menggunakan mouse yang satu ini dengan nyaman. Dalam posisi tangan yang menggenggam, Delux mendesain M618 dengan posisi tombol yang cukup ergonomis. Klik kiri, scrolls, dan klik kanan diletakkan dalam posisi yang dekat dengan posisi jari Anda serta mudah untuk diakses. Hanya dalam waktu singkat, dengan posisi jari yang tidak berbeda dibandingkan dengan menggunakan mouse konvesional, memori otot dan jari Anda akan otomatis mengenali klik kiri dan kanan dengan mudah, membuat Anda menjadi lebih mudah beradaptasi. Secara garis besar, Delux M618, terlepas dari desainnya yang unik, adalah sebuah mouse yang mudah untuk dikuasai.

Pantaskah Disebut Sebagai Mouse Gaming?

Delux M618 ini mungkin dapat diandalkan untuk tugas komputasi yang sederhana. Namun untuk bermain game? Tunggu dulu.

Desain uniknya yang mirip dengan Joystick tidak serta merta membuat Delux M618 ini dapat disimpulkan sebagai sebuah mouse gaming yang mumpuni. Desain yang cukup ergonomis di tangan memang membuat tangan Anda betah berlama-lama untuk menyandarkan diri padanya, setidaknya ketika Anda hanya melakukan tugas-tugas komputasi yang sederhana. Namun ketika Anda memaksa menggunakan mouse ini untuk bermain game? Maka Anda akan langsung merasakan kelemahan yang kentara. Kelemahan yang membuat mouse ini sulit untuk dikategorikan sebagai sebuah mouse gaming.

Kelemahan pertama? Tentu saja ada pada fitur yang ditawarkan di dalamnya. Berbeda dengan mouse gaming lainnya yang datang dengan fungsi makro untuk memudahkan eksekusi gerakan dalam video game, Delux M618 hanya menyediakan sebuah tombol DPI di ujung atasnya untuk membantu gamer menyesuaikan sensitivitas gerakan mouse secara real-time. Efektifkah? Sayangnya tidak. Dengan absennya indikator untuk membantu Anda mengetahui posisi DPI Anda saat ini, Anda harus menjajal sensivitas mouse ini sendiri setiap kali menekan tombol DPI. Bagian terburuk? Posisi tangan yang tidak konvensional justru akan membuat Anda kesulitan untuk menghasilkan gerak mouse yang lebih akurat. Anda akan lebih seringkali disibukkan untuk memastikan pointer ini bergerak ke arah yang Anda inginkan.

Anda memang diberikan tombol DPI untuk menyesuaikan sensivitas mouse secara real-time. Namun apakah ini secara otomatis membuatnya tampil sebagai sebuah mouse gaming? Ada begitu banyak kelemahan yang membuatnya justru tidak nyaman untuk menjalankan fungsi ini.
Untuk game-game yang membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi, Delux M618 tidak direkomendasikan. Anda akan sering menemukan gerak mouse yang kurang akurat, tidak sesuai dengan yang Anda inginkan.

Anda tentu tidak dapat menyimpulkan kemampuan sebuah mouse gaming tanpa menjajalnya secara langsung di dalam video game. Ada 3 game yang kami asumsikan akan “cocok” dengan Delux M681 ini: DOTA 2 mewakili genre MOBA, Counter Strike: Global Offensive mewakili FPS, dan DC Universe untuk MMORPG. DOTA 2 mungkin satu-satunya game yang cukup nyaman kami mainkan dengan menggunakan M681 ini. Sementara CS: GO dan DC Universe? Masalah akurasi gerakan benar-benar menjadi blunder terbesar. Walaupun sudah menyesuaikan DPI dan merendakan sensivitas lewat console command, sensivitas Delux M681 ini masih seringkali dirasakan terlalu tinggi dan harus diakui, tidak seakurat jika Anda menggunakan mouse gaming yang lain. Anda akan sulit untuk menembak dengan tepat di CS GO atau mengarahkan skill dengan benar di DC Universe. Sebuah kelemahan yang fatal.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 20, 2021 - 0

Review Outriders: Loot-Shooter Memuaskan!

Tidak mudah dikembangkan, jarang memuaskan, dan akan ikut tewas bersama…
April 7, 2021 - 0

Preview Outriders: Ternyata Lumayan Seru!

Ada banyak kasus dimana versi demo yang dikeluarkan oleh developer…
April 6, 2021 - 0

Preview NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Masa Lalu yang Baru!

Datang karena desain karakter yang sensual dan bertahan karena daya…
April 5, 2021 - 0

Review It Takes Two: Butuh Dua untuk Mencinta!

Berapa banyak dari Anda yang sempat mendengar nama Josef Fares…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…