Call of Duty Menghina Agama Islam?

Reading time:
October 8, 2012
cod modern warfare 21

Sebagai landasan hidup bagi sebagian besar mereka yang percaya kepadanya, posisi agama di dunia memang terhitung unik. Posisinya sebagai sumber kekayaan spiritual bagi mereka yang menganutnya menjadikan agama dan semua hal yang berkaitan dengan ritual dan ajarannya, tumbuh menjadi sesuatu yang suci. Namun sayangnya, hal ini seringkali bertolak belakang dengan beragam proses kreatif yang seringkali tidak mengenal batas untuk diwujudkan. Kurangnya pengetahuan yang mendasar tentang ajaran agama tertentu juga seringkali berbuntut pada sebuah konflik. Seperti yang terjadi pada seri Call of Duty: Modern Warfare 2 ini.

COD: Modern Warfare 2? Sebagian besar Anda mungkin kebingungan mendengar nama game yang boleh dibilang, terhitung “lawas” ini. Walaupun sudah dirilis sejak tahun 2009 silam, mode multiplayer Modern Warfare 2 tetap memiliki basis fans setianya sendiri. Sayangnya, selama 3 tahun eksistensinya, hampir tidak ada gamer yang sadar tentang salah satu penyalahgunaan simbol suci Islam di map multiplayer – Favela, hingga seorang gamer menemukannya baru-baru ini. Gelombang protes dilancarkan oleh kaum Muslim setelah sebuah tulisan kaligrafi “Allah itu Indah dan Mencintai Keindahan” ditemukan terpampang sebagai bingkai salah satu gambar di dalam map. Salahnya, tulisan ini digantung di atas tempat yang tidak pantas, yakni kamar mandi dan toilet. Protes mengalir, menuntut Activision dan Infinity Ward menghapus gambar tersebut.

COD modern warfare 2
Bingkai inilah yang dipermasalahkan oleh kaum Muslim yang menemukannya di map multiplayer Favela di COD: Modern Warfare 2.

Menanggapi gelombang protes tersebut, Activision dan Infinity Ward secara terbuka meminta maaf atas kejadian tersebut dan meyakinkan bahwa tidak ada niat kesengajaan di balik pencantuman tulisan ini. Untuk sementara ini, map Favela akan dicabut untuk diproses lebih lanjut. Activision juga menegaskan bahwa mereka akan menyusuri map-map COD lainnya untuk memastikan agar gambar yang serupa juga dihapuskan. Sebuah keputusan yang tentu saja untuk diacungi jempol, sekaligus menjadi bahan pelajaran supaya masalah yang sama tidak terjadi lagi di masa depan.

Source: Kotaku

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…