Review Medal of Honor – Warfighter: Minim Inovasi!

Reading time:
October 31, 2012

Minim Inovasi, Hanya Andalkan Frostbite Engine 2.0!

Medal of Honor Warfighter 231
Sebagai sebuah game FPS, MOH: Warfighter memang tidak menawarkan gameplay yang berbeda. Ini hanya soal memegang senjata, menembakkannya ke setiap musuh yang Anda temui, dan memastikan diri untuk selamat.

Seolah jatuh ke dalam tren yang disediakan oleh sebagian besar game FPS saat ini, Medal of Honor: Warfighter dari EA dan Danger Close ini tidak banyak menawarkan hal baru. Layaknya sebuah game first person shooter lainnya, Anda hanya harus membunuh setiap musuh yang ada sembari berusaha untuk memastikan diri Anda selamat selama menjalani misi-misi yang ada. Kesan arcade bahkan lebih kental dengan konsep unlimited ammo yang diusung oleh Warfighter. Tidak perlu merasa takut untuk memuntahkan semua peluru yang Anda miliki karena secondary weapon yang Anda miliki akan memiliki cadangan peluru yang tidak terbatas. Anda bisa melakukan reload sebanyak yang Anda inginkan. Primary weapon secara kasat mata memang terlihat terbatas, namun Anda selalu punya opsi untuk meminta cadangan senjata kepada anggota tim manapun yang ada untuk mendapatkan ekstra peluru hinga batas maksimum. Alih-alih simulasi, MOH: Warfighter justru membawa konsep arcade ke level yang lebih baru, bahkan cenderung tidak masuk akal lagi.

Apalah arti sebuah game action FPS tanpa dramatisasi yang merepresentasikan sebuah kualitas film Hollywood? Ini tampaknya masih menjadi tren yang dianut oleh sebagian besar developer dan publisher game military shooter saat ini. Namun berbeda dengan Call of Duty yang seringkali berlebihan, usaha untuk menciptakan konsep pertempuran yang lebih realistis, sesuai tema besar yang diusungnya, membuat Medal of Honor: Warfighter menciptakan dramatisasi dalam batas yang masuk akal. Anda akan berbagi momen-momen menegangkan bersama dengan Tier 1, dengan penuh ledakan, gerak lambat, dan karakter yang jatuh. Ia menawarkan pertempuran yang terkesan lebih personal, daripada sekedar epic dan masif dengan jutaan tank, kapal selam, atau gedung-gedung yang hancur berantakan. Pengalaman inilah yang akan Anda temukan di MOH: Warfighter.

Medal of Honor Warfighter 73
Dramatisasi memang menjadi daya tarik wajib game FPS saat ini, dan tidak mungkin dilewatkan oleh setiap seri baru yang lahir di industri game, tidak terkecuali MOH: Warfighter. Sesuai dengan tema utamanya yang ditujukan untuk menciptakan skenario perang serealistis mungkin, dramatisasinya masih dalam batas cukup masuk akal untuk dicerna.
Medal of Honor Warfighter 50
Seperti seri MOH sebelumnya, senjata Anda akan dibekali dua mode scope untuk diadaptasikan pada perang jarak dekat dan jauh.
Medal of Honor Warfighter 1121
“Kebodohan” AI yang Anda temui tidak hanya dari sisi musuh, tetapi juga teman se-tim. Setiap gerakan mereka seolah scripted dan tidak mampu beradaptasi dengan kondisi yang sedang Anda temui saat ini. Tidak jarang Anda harus membunuh semua musuh terlebih dahulu sebelum mereka akhirnya memutuskan untuk bergerak ke titik checkpoint selanjutnya. 

Salah satu konsep gameplay unik yang ditawarkan di seri pertama MOH Reboot, yakni kemampuan untuk memilih dua jenis zoom: iron sight dan scope untuk keperluan perang jarak dekat dan jauh tetap dipertahankan. Ini akan menjadikan senjata utama dan secondary weapon Anda lebih dari cukup untuk memusnahkan setiap musuh yang ada, dimanapun mereka berada. Namun mudahnya membunuh para musuh tidak hanya muncul dari konsep arcade kental dan dual-scope yang ia tawarkan, tetapi juga buruknya AI yang ada. Mereka hanya seperti boneka yang dengan sabar, menantikan peluru Anda. AI yang buruk juga akan Anda rasakan di anggota tim serbu Anda yang lain. Seolah berjalan dalam skenario yang scripted, mereka seringkali berhenti tanpa memberikan aktivitas apapun sebelum Anda menyisir dan membunuh setiap musuh yang ada. Mereka bahkan tidak cukup cerdas untuk memberikan cover fire kepada Anda.

Dengan inovasi yang terhitung minim, tidak berlebihan rasanya jika “menuduh” EA dan Danger Close tidak cukup berusaha untuk menghadirkan sesuatu yang baru untuk Warfighter di sisi gameplay, yang pada akhirnya, menjadikan Frostbite Engine 2.0 sebagai satu-satunya alasan untuk melirik game yang satu ini. Namun harus diakui, untuk urusan ini, EA berhasil melakukan tugasnya dengan sangat baik. Tidak hanya kualitas visualisasi yang luar biasa, desain karakter dan setting-nya sendiri akan cukup untuk memanjakan mata Anda selama  6 jam permainan di single player.  Benar sekali, hanya 6 jam perjalanan. Mereka membangun kota dalam detail yang pantas untuk diacungi jempol, dengan lalu lintas, efek debu, bahkan beragam elemen yang mungkin sering Anda temukan di dunia nyata.

Medal of Honor Warfighter 1081
You can finish this game in less than 6 hours! 6 freaking hours!
Medal of Honor Warfighter 821
Dari dua skenario yang kami utarakan, kami lebih condong untuk memilih pilihan pertama. Bahwa Frostbite Engine 2,0 pada akhirnya menjadi penyelamat untuk minimnya inovasi yang ditawarkan EA dan Danger Close di MOH: Warfighter.

Ada dua skenario yang mungkin saja terjadi: Pertama, minimnya inovasi yang ditawarkan oleh Danger Close membuat Frostbite 2.0 tampil memesona dan muncul sebagai kekuatan utama di Warfighter. Skenario kedua? Bahwa EA berhasil menciptakan visualisasi yang begitu memesona, hingga cukup menutupi bayang-bayang inovasi yang mereka ciptakan di sisi gameplay. Namun, menurut kacamata kami sendiri, skenario pertama menjadi skenario yang lebih masuk akal. Bahwa EA dan Danger Close sudah bingung hendak menyuntikkan hal seperti apa di Warfighter sehingga terkesan mengulang apa yang sudah pernah mereka lakukan sebelumnya, sekaligus mengadaptasi beberapa ide yang mungkin akan mengingatkan Anda pada franchise kompetitor.

Namun Bukan Berarti Tanpa Hal Baru

Mengikuti apa yang kami utarakan di sub-bagian di atas, gameplay yang ditawarkan oleh Medal of Honor: Warfighter masih mewakili tipikal game serupa yang pernah dirilis sebelumnya, hampir tanpa hal baru. Oleh karena itu, masuk akal untuk mengkategorikannya sebagai sebuah seri yang miskin inovasi. Namun kata miskin melambangkan “keterbatasan”, bukan “tidak ada sama sekali”. Danger Close memang menyuntikkan dua hal baru yang pantas untuk diperhatikan, salah satunya bahkan berhasil menciptakan atmosfer permainan yang terhitung unik untuk ukuran sebuah game FPS. Dua hal baru yang ditawarkan ini adalah : misi-misi mengemudi dan kebebasan metode untuk melakukan breach.

Medal of Honor Warfighter 1561
Beberapa stage yang memungkinkan Anda mengemudi dan terlibat dalam pengejaran seru ala film Hollywood memang harus diakui cukup menyegarkan. Kejar-kejaran di Karachi, Pakistan dengan desain setting, traffic, dan dramatisasi yang keren akan cukup untuk menggerakkan hati Anda.
Medal of Honor Warfighter 351
Anda kini bisa memilih metode Breach yang ingin Anda lakukan. Sayangnya, ia hanya menawarkan fungsi estetika semata tanpa menimbulkan efek spesifik pada musuh yang berada di dalam ruangan.

Tidak hanya sekedar mengangkat senjata dan menembak semua musuh yang Anda temui di perjalanan, Medal of Honor: Warfighter juga menyuntikkan beberapa misi yang mengharuskan Anda untuk mengendarai mobil menerobos kota-kota yang padat untuk sekedar membuntuti atau bahkan melarikan diri dari kejaran para tentara musuh. Kejar-kejaran menegangkan ala film Hollywood ini harus diakui, memang  berhasil memberikan atmosfer gameplay yang baru dan tidak monoton untuk Warfighter. Anda bisa memerhatikan detail kendaraan dan aktivitas para penduduk kota yang disimulasikan dengan cukup baik. Bagian yang paling kami suka? Ketika Anda menyusuri sudut-sudut kota Karachi – Pakistan, menerobos pasar yang ramai, jalan-jalan belumpur, hingga terjebak dalam kemacetan di lampu merah. Awesome!

Inovasi lain yang dihadirkan? Anda akan seringkali ditemukan pada fase pertempuran yang menuntut Anda untuk melakukan breach dan membunuh semua musuh di dalam ruangan dengan cepat. Namun berbeda dengan game FPS lain yang seringkali tidak menawarkan opsi dan bergerak dalam skenario yang fixed, Medal of Honor: Warfighter memungkinkan Anda untuk memilih beragam metode Breach. Namun sayang seribu sayang, metode yang beragam ini hanya ditujukan untuk kepentingan estetika belaka tanpa menimbulkan efek apapun di dalam pertempuran. Sesuatu yang seharusnya dapat disempurnakan oleh Danger Close sendiri untuk menciptakan pengalaman yang lebih beragam.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…