Review LEGO Lord of The Rings: Petualangan Middle-Earth yang Unik!

Reading time:
December 28, 2012

Gameplay yang Masif!

LEGO LOTR 148
Seri terbaru ini masih mengusung inti gameplay serupa yang memang menjadi identitas franchise dari LEGO, sebuah game platformer yang lebih menitikberatkan pada usaha untuk memecahkan setiap teka-teki yang ada.

Tidak berlebihan rasanya jika menganugerahkan setiap seri keluaran LEGO sebagai game-game platformer terbaik di pasaran. Sisi gameplay yang sudah menjadi identitasnya juga tetap dipertahankan di seri Lord of The Rings ini. Anda masih akan dihadapkan pada satu tujuan sederhana, bergerak dari satu titik ke titik lainnya, dengan beragam tantangan yang sudah pasti siap untuk menghalangi perjalanan Anda. Tidak perlut takut dengan AI musuh yang akan Anda hadapi di sepanjang perjalanan, karena mereka memang mudah dikalahkan dengan hanya menggunakan beberapa pukulan kecil yang tidak membutuhkan usaha. Seperti seri-seri LEGO sebelumnya, tantangan terbesar justru ada pada teka-teki yang harus Anda pecahkan.

Tantangan terbesar memang muncul dari seberapa baik Anda memaksimalkan fungsi setiap karakter yang ada untuk mencapai tujuan tertentu. Setiap anggota dari gerombolan karakter yang Anda gunakan tetap dibekali dengan kemampuan uniknya sendiri-sendiri. Usaha untuk bergerak ke titik tujuan hanya dapat dilakukan dengan mengkombinasikan dan memastikan setiap karakter ini untuk saling bekerja sama. Namun jangan takut bahwa Anda akan tersesat atau bingung, clue-clue untuk memperlihatkan apa yang harus Anda lakukan akan terlihat dengan cukup jelas. Dengan sedikit memutar otak, Anda akan langsung tahu apa yang harus Anda lakukan.

LEGO LOTR 163
Tidak perlu cemas bahwa Anda akan merasa bingung apa yang harus dilakukan. Setiap level biasanya memperlihatkan clue yang cukup eksplisit, memperlihatkan “jalan keluar” yang seharusnya ditempuh.
LEGO LOTR 130
Apa yang membuat seri tampil begitu masif? Bahwa ada berkesempatan untuk menggunakan setiap anggota Fellowship yang ada. Tidak ada karakter yang hanya ditampilkan sekedar sebagai sebuah “kosmetik”
LEGO LOTR 126
Setiap karakter tentu dibekali dengan senjata dan kekuatan uniknya masing-masing. Anda hanya harus mengkombinasikan dan menentukan kemampuan apa yang diperlukan untuk mengatasi setiap tantangan yang ada.

Lantas apa yang membuatnya tampil masif? Apa yang membuat seri LEGO Lord of the Rings ini lebih mengesankan dibandingkan dengan game-game LEGO di masa lalu? Jawabannya ada pada pengalaman masif yang ia tawarkan. Kita tidak hanya sedang membicarakan dunia dan atmosfer permainan yang dihadirkan di dalamnya, tetapi kesempatan untuk menikmati perjalanan “suci” membawa One Ring ini sesuai dengan apa yang diinginkan oleh para gamer. Jika game-game LOTR hanya memberikan kesempatan Anda untuk sekedar mengendalikan karakter tertentu dan kemudian bergerak ke karakter lain sesuai dengan fokus cerita, maka LEGO Lords of the Rings memberikan kebebasan bagi Anda untuk menggerakkan semua karakter yang ada jika mereka semua berada di tempat yang sama. Benar sekali, kita sedang membicarakan keseluruhan anggota Fellowship.

Jika game LEGO sebelumnya hanya memungkinkan Anda untuk mengendalikan tidak lebih dari 5 karakter, LEGO Lord of the Rings ini memberikan kesempatan Anda untuk mengendalikan keseluruhan anggota Fellowship secara keseluruhan. Benar sekali, kita membicarakan: Frodo Baggins, Samswise Gamgee, Merry, Pippin, Gandalf, Aragorn, Legolas, Gimli, dan Boromir dalam kendali Anda. Semua karaker ini dibekali dengan kemampuannya masing-masing dan memiliki peran yang krusial. Walaupun harus diakui, seperti filmnya, Samwise menjadi yang paling berguna. Seiring dengan timeline cerita yang bergerak, Fellowship juga akan pecah dan para karakter akan tersebar ke beragam tempat yang ada. Namun, Anda tetap diberikan kebebasan untuk menjalankan cerita yang Anda inginkan. Anda dapat berpindah-pindah dari petualangan Aragorn dan perjalanan melelahkan Frodo kapanpun Anda inginkan. Walaupun hingga pada satu titik, tidak akan ada progress yang bisa Anda dapatkan dan akhirnya dipaksa untuk menjalankan sisi cerita karakter yang lain terlebih dahulu.

LEGO LOTR 138
Menariknya, walaupun plot akhirnya mencapai timeline dimana Fellowship sudah terpisah, Anda masih tetap dapat berganti-ganti karakter dan memainkan jalur cerita mereka yang berbeda. Walaupun pada satu titik, Anda biasanya akan dipaksa untuk menyelesaikan satu sisi cerita terlebih dahulu sebelum dapat berlanjut ke yang selanjutnya.
LEGO LOTR 143
Bukan LEGO namanya jika tidak datang dengan humor “unik”nya yang terkadang terkesan absurd.
LEGO LOTR 151
Sayangnya, ada beberapa desain karakter yang terasa kurang cocok dengan pemaksaan desain block Lego yang ada. Salah satunya adalah Gollum yang seharusnya memainkan peranan yang krusial. Untungnya, hal ini cukup terobati dengan pembawaan karakter dan voice act jempolan.

Kemampuan LEGO untuk merepresentasikan kembali Middle-Earth yang begitu indah juga harus diacungi jempol. Walaupun diwarnai dengan serangkaian humor khasnya yang unik, LEGO berhasil membangun kembali dunia yang menjadi setting utama LOTR dengan sangat baik, dari Bree, Rivendell, Helm’s Deep, hingga Mt. Doom itu sendiri. Semua dibangun dengan akurasi detail yang membuatnya mudah dikenali dengan atmosfer sama yang tetap dipertahankan. Masalah mungkin ada pada “kekakuan” desain karakter yang memang tidak pernah dihindari mengingat mereka harus dibangun dengan block LEGO yang tersedia untuk menjamin tema yang ada. Beberapa karakter ikonik seperti Gollum, Troll, atau bahkan Uruk-hai yang kejam tidak terlihat serupa. Walaupun demikian, voice act dan karakterisasinya cukup kuat.

Dengan Sedikit Cita Rasa RPG

LEGO LOTR 158
Konsep open-world tetap dipertahankan. Anda bebas menjelajahi luasnya Middle-Earth kapanpun Anda inginkan.

Mengikuti jejak kesuksesan yang berhasil ditorehkan oleh seri LEGO Batman 2 yang mengusung konsep open-world, Anda juga kini diberikan kebebasan untuk menjelajahi luas dan indahnya Middle Earth dalam cara yang sama. Tidak hanya menikmati pemandangannya yang memanjakan mata, Anda juga bisa bergerak menuju ke lokasi-lokasi ikonik yang menjadi bagian terpenting dari perang besar melawan Sauron ini. Anda akan dibekali dengan sebuah world map yang memuat tidak hanya peta lokasi yang ada, tetapi juga beragam point of interest yang memang sayang untuk dilewatkan. Benar sekali, seperti ragam seri LEGO sebelumnya,collectibles memang menjadi salah satu side quest yang akan menyita perhatian Anda. Namun tidak lagi random, beberapa collectibles diwakili oleh sistem yang baru diterapkan – Quest.

LEGO LOTR 131
Seperti halnya game RPG, Anda akan menemukan beberapa NPC yang kini akan memberikan side quest tertentu.
LEGO LOTR 104
Anda bisa merujuk pada World Map untuk menentukan point of interest apa saja yang pantas untuk dicari dan dijajal.

Salah satu inovasi baru yang ditawarkan oleh LEGO LOTR adalah hadirnya sistem quest yang selama ini memang identik dengan game-game RPG. Tidak jarang Anda akan bertemu dengan beberapa NPC yang akan meminta Anda untuk mencari dan melakukan sesuatu dengan imbalan tertentu. Dengan menggunakan world map yang ada, Anda dapat dengan mudah menentukan lokasi item yang mereka inginkan. Sebagai imbalan, Anda juga akan mendapatkan equipment tertentu dari quest yang Anda hasilkan. Lantas apa gunanya item-item ini? Ini jugalah yang menjadi perbedaan LEGO LOTR. Sistem inventory dan equipment yang bisa digunakan untuk menyelesaikan puzzle-puzzle tertentu kini juga hadir. Tidak hanya terpaku pada item yang ia gunakan, karakter yang Anda pilih kini dapat mengambil dan menyimpan item-item yang mereka dapatkan ke dalam inventory. Dinamika baru ini jugalah yang membuat LEGO LOTR ini berbeda dibandingkan seri-seri ini sebelumnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…